Let Me Love You Hubby

Let Me Love You Hubby
Dimandikan Tata nya


__ADS_3

"Tata aku...aku.....j-juga m-en....j-uga m-en...."


Dia sangat merasa frustasi mengapa kata cinta itu tidak dapat terucap dari mulutnya. Padahal ia juga ingin agar Tata nya tahu perasaan hatinya.


"Iya aku tau kok".


Letta menyela perkataan dari suaminya. Letta sadar bahwa suaminya adalah tipikal orang yang sulit mengutarakan perasaannya jika tidak bagaimana di kehidupan dulu dia bisa tidak tahu jika Andre mencintai nya kalau tidak karna sikap suaminya yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya.


"Maaf aku akan berusaha me-..."


"Ndre,berapa kali aku harus bilang ke kamu kalau aku ga suka kamu terus-menerus mengatakan kata maaf".


Letta benar-benar merasakan sakit di hatinya ketika pria itu mengatakan maaf kepadanya. Ia tidak dapat menghilangkan permintaan maaf pria itu di kehidupan masa lalunya.


Hatinya begitu hancur mengingat permintaan maaf pria itu yang bahkan alasan terbesar nya dilakukan olehnya.


Entah kenapa mendengar namanya dipanggil pria itu tidak suka dia sudah terlanjur suka jika Letta memangggilnya "hubby" atau "sayang".


"Ma-..."


Pria itu berhenti melanjutkan perkataannya,ia takut jika Letta akan kesal lagi padanya.


Tak ingin berlama-lama dalam perasaaan masa lalu nya Letta kembali memfokuskan dirinya kepada suaminya.


"Kali ini aku maafin kamu,tapi jika kamu mengulang lagi hal yang salah maka....... Letta mendekatkan diri ke tubuh suaminya, aku bakalan hukum kamu" pancing Letta mencairkan suasana mereka.


Pria itu menyunggingkan senyum nya mendengar godaan dari Tata nya,tak apa jika dia harus menahan gairahnya sepenting Tata nya tidak bersedih.


"Oh iya kamu belum jawab pertanyaan aku loh,suami aku mau mandi bareng aku ga?".


Letta mengedipkan matanya menggoda suaminya lagi.


Letta memang ingin mandi berdua dengan suaminya,tapi bukan untuk bercinta di kamar mandi tentunya. Ia hanya tidak ingin suaminya memandang rendah dirinya,ia ingin membuat suaminya sadar bahwa jika tubuhnya masih cacat Letta tetap akan mencintai segala kecacatan nya.


Kali ini pria itu memberanikan menjawab pertanyaan nakal dari Tata nya,tak apalah menahan malu daripada melihat wajah sedih dari Tata nya ketika mendengar penolakannya tadi.

__ADS_1


"Kalau Tata tidak keberatan aku tidak masalah".


"Tentu tidak dong sayang nya aku" balas Letta sambil terkekeh.


Letta pun akhirnya mendorong kursi roda suaminya,walaupun ia tahu jika kursi roda suaminya itu dapat dijalankan dengan kontrol di kursi roda suaminya,ia tetap ingin mendorong nya.


Sesampainya di dalam kamar mandi,suasana mereka semakin ambigu. Apalagi pria itu,dia bahkan tidak berani membayangkan hal apa yang akan terjadi nanti.


Tanpa banyak bertanya Letta mulai membuka kancing baju dari suaminya. Ia sengaja membuka kancing baju suaminya secara perlahan. Dan benar seperti dugaannya pipi pria itu langsung memerah, sebenarnya jika orang lain melihat wajah dari pria itu mereka akan ketakutan.


Apalagi dengan bekas wajah yang mengerikan di sisi wajah pria itu membuat orang lain bahkan merasa takut dan jijik melihatnya. Tapi hal itu tidak berpengaruh terhadap Letta ia malah menganggap wajah blushing dari suaminya sangat lucu.


Selesai membuka kemeja suaminya,Letta mulai membuka gesper dari celana suaminya. Namun saat akan membuka resleting celana suami nya,pria itu malah menahan kedua rahan dari Letta.


"A-aku bisa sendiri".


Pria itu tidak sanggup jika membiarkan Letta membuka celananya sendiri, walaupun mereka sepasang suami menurut nya hal ini masih baru jadi dia masih sangat merasa malu.


Melihat suaminya yang sedikit kesulitan membuka celananya,Letta tidak membantu nya. Ia sadar jika suaminya memiliki rasa harga diri yang tinggi sehingga ia tidak inggin dipandang lemah oleh orang lain walaupun kondisi nya yang seperti itu.


Bagian tubuh bawahnya sangat tidak seimbang dengan tubuh tegap dari suaminya.


Sedangkan pria itu melihat Letta yang serius memandang keadaan kakinya. Sebenarnya ia masih tidak percaya diri dengan penampilannya tetapi ia mencoba memberitahu Letta kelemahan nya agar Letta sadar jika ia juga mencintainya.


Letta mengelus lembut salah satu kaki suaminya.


"Aku yakin suatu saat nanti kaki kau bakalan sembuh".


Hal itu memang terjadi di masa lalu walaupun saat itu kaki suaminya sedikit pincang. Letta yakin dengan keperawatan yang dia berikan kepada suaminya akan membuat kakinya bisa sembuh lebih cepat.


Walaupun sebenarnya pria itu merasa tidak percaya akan kesehatan kakinya tapi apapun perkataan yang diucapkan oleh Tata nya adalah mutlak baginya. Walaupun hal yang diucapkan oleh Tata nya tidak masuk akal dia akan mempercayainya. Karna hal itu diucapkan oleh Tata nya.


"Baiklah kamu bisa berendam di bathtub aku akan membantumu mandi".


Pria itu memasukkan sendiri tubuhnya ke dalam bathtub. Biarpun kaki bawahnya cacat tubuh bagian atasnya masih kuat untuk menopang kaki bawahnya.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku mencuci rambutmu?" tanya Letta pada suaminya.


"Hm,makasih Tata"


"Husttt,kamu ga perlu bilang makasih itu udah jadi kewajiban aku sebagai istri kamu".


Istri?ya Tata nya adalah istrinya. Istri sahnya,senang pria itu dalam hatinya.


Pria itu menikmati tangan lembut yang membersihkan rambutnya. Bahkan sesekali tangan Letta akan memijat kepala suaminya sehingga pria itu terlihat sangat nyaman bahkan sedikit mengantuk.


Setelah 10 menit mencuci rambut suaminya Letta pun membilasnya dengan lembut. Perlakuan hangat dari Letta benar-benar menggerakkan hati pria itu.


Sehabis mencuci rambut suaminya Letta memberanikan diri untuk mencuci bahu sampai tangan suaminya. Karena tubuh yang direndam akan bersih tanpa dicuci karena mereka menggunakan sabun cair yang dapat membersihkan tubuh ketika tubuh di rendam. Hal itu terlihat dari busanya yang mengeluarkan warna berbeda yang berarti menyerap noda yang ada di tubuh.


Saat merasakan tangan kecil yang menyentuh bahu nya kali ini pria itu benar-benar membeku. Bahkan bagian tubuh bawah dari tubuhnya seperti nya sudah tegak berdiri teguh.


Untung saja bagian tubuh bawah itu direndam sehingga ia tidak akan malu jika terlihat oleh Letta.


Tangan Tata nya sangat licin,bahkan pikirannya sampai kotor karena usapan dan pijatan dari Tata nya. Sedangkan Letta sebenarnya sadar akan reaksi dari tubuh suaminya cuman ia sengaja melakukan hal itu agar suaminya terbiasa akan sentuhan nya. Ya walaupun sebenarnya dia sedikit malu membayangkan bagian bawah suaminya.


Selesai membilas tubuh pria itu dengan bersih Letta ingin menyiapkan pakaian dari suaminya. "Hubby aku nyiapin baju kamu dulu ya".


"Ya" balas pria itu singkat ia takut mengucapkan hal-hal yang terlalu baku kepada Tata nya.


Selesai mengambil baju untuk suaminya Letta membawanya kembali ke kamar mandi. Niat menjahili dari Letta kambuh lagi ketika melihat suaminya. "Hubby...kamu mau aku bantu-..."


"Tidak perlu Tata aku bisa" potong pria itu sangat malu. Ia tidak sanggup jika hal itu terjadi jadi ia menolak niat nakal dari Tata nya.


"Hehe baiklah" Letta keluar dari kamar mandi.


Ketika saat ingin mengenakan pakaian nya,pria itu tersadar akan satu hal. Dia...bukankah hanya dia saja yang mandi dari tadi. Bukankah hal itu berarti mereka tidak mandi bersama tapi tepatnya Tata nya yang memandikan nya.


"Ini benar-benar memalukan,tapi...tapi aku menyukai nya"lirih pria itu sambil menutupi wajahnya yang sudah panas karena memerah.


***

__ADS_1


__ADS_2