
Setelah melewati pertikaian yang cukup panjang, akhirnya Andra menyetujui saran Nada untuk menitipkan Zaskia kerumah orang tuanya. Apa boleh buat, Laras juga sudah tak mampu untuk menjaga seorang bayi.
Dokter sudah mengizinkan Zaskia untuk pulang, dia memberi saran agar putri kecilnya harus segera keluar rumah sakit.
Mereka tak mau sampai Zaskia terkena virus atau bakteri lain, Karena rumah sakit ini sebenarnya khusus untuk penanganan penyakit dalam yang parah.
Semua saran dokter seolah menyetujui mendukung saran Nada, sehingga setuju atau tidaknya Andra tidak berpengaruh.
Nada segera berangkat ke rumah orang tuanya saat jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, karena dia takut kalau berangkat lebih siang. Bis akan penuh dan membuat Zaskia rewel.
Nada menggendong Zaskia untuk mencegat bus di tepian jalan, tepat di depan rumah sakit. Karena memang jalan ini bertepatan dengan jalur bis.
Jarak antara kota Nada dan Andra tidak cukup jauh, hanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam sudah sampai. Akan tetapi, akibat perseteruan keluarga membuat Andra enggan untuk pergi ke kota Nada.
Nada menunggu bis yang lewat ditemani oleh Andra, tak ada obrolan di antara mereka. Meskipun hanya basa-basi. karena Andra masih mencoba berdamai dengan keadaan.
Sesungguhnya Andra tidak rela kalau Istrinya pergi sendiri, dia takut kalau kedua orang tua Nada memberi efek buruk ke hubungannya yang memang sudah remuk.
Bis yang akan ditumpangi Nada telah lewat, dia segera naik ke bis. Andra membantu Nada untuk membawa sebuah tas besar ke dalam, seorang kernet segera meraih tas besar tersebut dan menaruhnya di sebelah Nada.
Dia memilih kursi di dekat jendela, terlihat jelas bagaimana ekspresi wajah sedih Andra yang bercampur khawatir.
Bukan Nada tak tau apa yang di pikirkan oleh Andra, hanya saja dia tak mau memperpanjang masalah. Dia mencoba untuk tersenyum teduh dan melambaikan tangannya di jendela.
Andra hanya membalas dengan senyum teduh khasnya, dia segera berbalik badan seolah tak ingin menatap kepergian Nada dan Zaskia.
Setelah Andra hilang di ujung jalan, Nada segera melempar pandangan ke depan. Berulang kali dia mencengkram gendongan Zaskia, sejujurnya dia juga khawatir untuk menghadapi reaksi kedua orangtuanya.
Entah apa yang akan dia katakan nanti, dia juga tak yakin kalau orang tuanya akan setuju dengan keputusannya untuk kembali bersama Andra.
Dari awal Papa-mamanya sudah tak setuju dengan hubungannya. Terlebih dengan Alif, mereka kurang setuju keberadaannya di antara mereka.
__ADS_1
Dia ingat betul bagaiman dia memicu masalah, karena hal itu kedua orangtuanya sampai marah besar dan memutuskan hubungan Ini dan anak.
Dan sekarang, mampukah dia bilang ke kedua orangtuanya kalau pernikahannya tidak bahagia. Pasti keduanya sangat bahagia dan segera menghubungi Satria.
Nada juga heran, kenapa Satria tidak segera menikah? Seolah dia tau apa yang akan terjadi di rumah tangganya. Ini semua menyebalkan baginya.
Saat itu Satria datang ke rumah dengan sopan dan meminta Nada untuk menjadi istrinya, saat itu dia sudah seperti paket komplit. Tampan, mapan, berkelas. Dengan entengnya Nada menolak mentah-mentah dan memilih Andra.
Nada akui Satria adalah seorang suami sempurna, tapi kesempurnaannya juga menjadi kekurangan yang perlu Nada pertimbangkan.
Dia adalah tipe lelaki pekerja keras, sangat jarang baginya untuk sekedar meluangkan waktu untuk pasangan. Jangankan pasangan, bahkan untuk dirinya sendiri dia pelit waktu.
Untungnya Nada dan Satria bisa bekerja bersama, jadi mereka kerap bersama. Kalau saja mereka bukan rekan kerja? pasti hubungan mereka sudah kandas dari lampau.
Nada dan Satria pernah menjalin hubungan sekitar 1 tahun, tepat saat dia di pertemukan dengan Andra untuk pertama kalinya. Sayangnya itu tidak berlangsung lama sejak Nada di pindah tugaskan di poli anak.
Deringan ponsel membuyarkan lamunannya, dia segera meraih ponsel yang terselip di dalam tas. Karena Zaskia sedang tertidur pulas, Nada jadi sulit untuk menggapai ponselnya tersebut.
Dengan susah payah, akhirnya Nada dapat meraih ponsel tersebut. Dia segera melihat nama yang tertera, sejujurnya dia masih malas untuk berhubungan dengan masa lalunya.
"Halo ada apa?" tanya Nada"
"Lo pulang nggak bilang gue sih?" tanya Faisal dengan emosi.
"Pertama, emang masalah buat lo? Terus kedua, emang lo siapanya gue?" tanya Nada sedikit sewot. Saat ini emosinya sedang tidak stabil.
"Ya udahlah terserah lo, gue cuma mau bilang Alif sudah mendingan. Tadi dia nyariin elo terus," ucap Faisal.
Seketika Nada merasa sangat kecewa, harusnya dia berada di samping Alif saat ini. Ada benarnya saat Andra mencegahnya untuk pulang sekarang, Namun semua sudah terlambat.
Bagi Nada yang terpenting adalah, keadaan Alif sudah membaik dan segera sadar dari komanya. Hal ini sudah menjadi keajaiban yang dia tunggu-tunggu.
__ADS_1
"Di sana ada Andra kok, Lo bisa langsung bilang ke dia," ucap Nada kemudian memutuskan sambungan sepihak.
Dia memijat keningnya, entah mengapa tiba-tiba kepalanya sangat pusing dan matanya mulai berat untuk di buka.
Karena kelelahan, tanpa terasa Nada memejamkan mata dan masuk ke alam mimpinya. Di sana dia bertemu dengan seorang gadis kecil yang sangat cantik di bingkai oleh sebuah kerudung berwarna pink.
Di sampingnya ada seorang anak lelaki dengan wajah tampan yang sedang menatapnya.
"Hallo, siapa namamu?" tanya Nada lirih.
Mereka menarik Nada dan mengajaknya berlarian menuju taman bunga yang beraneka bentuk dan warna. Di sekitar bunga-bunga tersebut terdapat banyak kupu-kupu berterbangan.
Nada ikut bermain dan berlarian ke taman bunga tersebut, terdengar tawa renyah dari dua anak itu. Dia baru merasakan tempat yang begitu damai baginya.
Sampai saatnya Nada di tuntun ke arah kolam ikan yang tak jauh dari taman bunga, di dalam kolam tersebut banyak ikan yang berenang.
"Bunda suka ikan?" tanya anak perempuan yang duduk di sampingnya.
"Bunda?" ucap Nada mengerutkan keningnya.
"Iya Bunda, kami kan anak Bunda," ucap anak perempuan tersebut.
Nada mengingat sejak kapan dia mempunyai dua anak cantik dan tampan seperti ini. Dia hanya mengingat sosok Zaskia dan Alif.
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba seorang anak perempuan tersebut melompat di kolam dan menghilang di dalamnya. Sontak Nada berteriak dan mencari anak kecil tersebut.
Dengan nafas terengah Nada membuat matanya, nafasnya terengah-engah seolah dirinya telah berlari maraton dengan jarak jauh.
Tanpa dia sadari dirinya telah sampai tujuan, setelah melewati beberapa menit. Nada turun dari bus sambil membawa tas besar dan Zaskia di gendongan.
Mata Nada menyusuri tiap sudut rumah yang banyak mengukir kenangan indah masa kecilnya, di sana halaman rumah sudah ada Mamanya yang sedang menyapu di halaman.
__ADS_1
Melihat Nada tiba dengan membawa cucu tercintanya, sontak Mama Nada berlari kecil menghampirinya.
Jangan tanya bagaimana keriwuhan Mama Nada menyambut cucu dan Anaknya. Nada sampai di buat terharu melihat sikap Mamanya.