
Miera pulang ke rumah, motor sport yang dia pakai menggema didalam garasi, Ayah dan Arya mendengarnya, mereka berdua tersenyum, Miera tidak pulang pagi lagi.
"Dek, makan yuk." Ajak Arya sesaat setelah Miera masuk.
"Iya." Jawab Miera meng iya kan, jarang Miera makan malam bersama ayah dan kakaknya. Ayah dan Arya senang mendengar suara Miera yang lembut tidak dingin seperti kemarin kemarin.
"Dek kamu udah nggak papa kan? masih demam nggak? kalau masih kakak panggilkan dokter ya."
"Udah nggak papa." Miera menjawab Arya dengan lembut. Hati Arya terharu melihat perubahan adiknya yang seperti ini, dia sangat suka.
"Miera, ayah harap kamu bisa seperti ini terus, ayah suka kamu yang seperti ini, semoga kamu bisa memaafkan ayah dan kakak mu dengan sepenuhnya." Ujar Ayah Miera penuh haru. Miera hanya diam, dan melanjutkan makannya.
Handphone Miera berbunyi tertera nama Dito disana.
"Sebentar." Miera meninggalkan meja makan untuk mengangkat panggilan dari Dito sang tangan kanan di geng mafia nya.
"Ada apa?"
"Mana mungkin?!" Miera terlihat marah mendengar Dito berbicara.
"Urus sekarang juga, aku tidak ingin ada yang tahu tentangku!" Perintah Miera langsung mematikan panggilan. Ia kembali ke meja makan dengan tatapan marah.
"Ada apa dek? sepertinya ada yang membuatmu kesal." Tanya Arya. Miera tidak menjawab pertanyaan Arya, matanya tertuju pada ayahnya.
"Ada hubungan apa anda dengan mafia lion, tuan?" Tanya Miera kepada ayahnya, sontak Ayah Miera terkejut dengan pertanyaan putrinya.
"Mafia?" Arya juga terkejut. Dia menatap ayahnya yang hanya diam terkejut.
"Pertanyaan macam apa itu? mafia apa? ayah tidak ada hubungan dengan mafia lion." Ayah Miera mengelak.
"Jawab dengan jujur atau nyawa anda dalam masalah tuan." Miera sudah tidak ingin dipermainkan oleh keluarganya.
Mafia Lion adalah mafia kedua setelah Mafia Angel yang diketuai oleh Miera, Mafia Angel dan Mafia Lion tidak pernah damai. Mafia Lion adalah mafia yang ambisius, mereka ingin merebut posisi nomor satu dan menguasai mafia mafia lain.
"Ayah pernah bekerjasama dengan mafia itu untuk memajukan perusahaan ayah, namun mereka meminta imbalan yang besar, ayah tidak bisa memenuhinya, ayah menghilangkan kontak darinya." Jujur Ayah Miera, itu membuat Miera marah, apa apaan hal sebesar itu dia sembunyikan dari kedua anaknya.
"Ayah apa apaan itu, ayah tahu resiko berurusan dengan mafia tidak? nyawa kita yang akan jadi taruhannya ayah." Arya mengatakan itu dengan penuh kefrustasian.
"Ayah tahu itu, tapi ayah sudah berusaha memohon kepada mereka agar tidak menyakiti kita, ayah bekerja sama dengan mereka sudah lama, sejak bunda kalian masih ada." Ayah Miera kembali jujur. Perkataan Ayah Miera barusan membuat Miera terkejut bukan kepalang.
"Ayah!" Seru Arya marah. "Sekarang apa mereka tahu posisi ayah sekarang dimana." Lanjut Arya.
__ADS_1
"Entahlah, ayah juga tidak tahu."
"Dasar bodoh." Decak Miera.
Miera membuka handphone melihat pesan dari Dito. Dia terkejut lalu mengepalkan tangannya.
Isi pesan dari Dito adalah bahwa Mafia Lion mengetahui keberadaan keluarga Miera, mereka juga tahu bahwa Lady M adalah Miera, Dito juga menuliskan kemungkinan besar mereka akan menyerang Lady M malam ini, apa lagi mereka tahu keluarga Lady M.
Miera merutuki kebodohannya, bagaimana sistem keamanannya bisa diretas dan informasi penting ini bisa diketahui oleh mafia lawan. Miera pergi meninggalkan rumah dia pergi ke markas untuk mempersiapkan segalanya, dia harus bisa melindungi ayah dan kakaknya dari mafia lion.
"Miera pergi kemana lagi?" Ayah Miera memanggil Miera. Tidak ada balasan dari Miera. "Dari mana Miera tahu tentang ini." Sambung Ayah Miera bertanya pada dirinya juga Arya.
"Arya tidak mengerti, yang menjadi pertanyaan Arya bagaimana bisa ayah melakukan itu tanpa Arya tahu."
"Kalian dulu masih kecil, bundamu saja yang tahu, dahulu ekonomi kita sulit, ayah ber ambisi untuk memajukan perusahaan dengan cara itu." Jujur Ayah Miera.
"Entahlah ayah, aku takut jika mafia itu datang ingin menghabisi kita, aku baru saja merasakan perubahan dari Miera, aku tidak ingin Miera berubah lagi." Ujar Arya khawatir.
Sesampainya dimarkas, Miera menghampiri Dito.
"Bagaimana Dito?"
"Baiklah, mungkin ini saatnya kita berperang melawan mereka." Miera sudah tidak ingin mempungkiri hal yang akan terjadi. Miera menelpon Alca untuk datang, dia menjelaskan kepada seluruh anggota mafianya tentang strategi perang malam ini.
Yang pertama Miera lakukan adalah melindungi ayah dan kakaknya terlebih dahulu, mereka langsung berangkat kerumah ayah Miera, Miera sudah menerima signal bahwa mafia lion akan benar benar datang malam ini.
Dito dan Alca masuk terlebih dahulu kedalam rumah Ayah Miera.
"Siapa kalian?" Ayah Miera terkejut melihat Dito dan Alca mengenakan pakaian serba hitam dan mengenakan topeng wajah.
"Kalian dalam bahaya, kami diperintahkan Lady untuk melindungi kalian." Ujar Dito, namun seakan tak percaya Ayah Miera enggan dibawa oleh Dito dan Alca.
"Lady yang menyuruh kita, kalian tidak perlu ragu, kami akan melindungi kalian, kami dari mafia angel, mafia lion ingin membunuh keluarga ini." Alca mencoba menjelaskan.
"Tapi."
"Tapi apa tuan? kalian ingin mati ditangan mereka." Dito mulai geram.
"Baiklah, tapi tunggu putri kami pulang."
"Tidak ada waktu lagi." Dito langsung menyeret keluar Ayah Miera dan Arya keluar, mereka berdua dimasukkan kedalam mobil anti peluru, ditempatkan tidak jauh dari rumah.
__ADS_1
Benar saja anggota Mafia Lion datang.
"Kalian berdua tetap didalam, apapun yang terjadi nanti tetaplah didalam." Ucap Alca penuh penekanan.
"Baik." Ayah Miera hanya bisa menurut.
"Semoga Miera tidak pulang malam ini." Arya berharap hal itu dia tidak ingin terjadi apa apa kepada adiknya. "Tetapi apa hubungannya dengan mafia angel, kenapa mereka ingin melindungi kita?" Gumam Arya heran.
"Ayah juga tidak mengerti, tapi apapun yang terjadi nanti kita berhutang budi kepada mereka.
Ketua mafia lion mencari kebenaran keluarga Miera, namun tidak ada yang muncul, anggota mafia angel dan lion mulai beradu senjata, suara dentuman peluru terus bersautan, entah berapa banyak orang yang terluka sekarang. Perlahan lahan anggota mafia lion berhasil dilumpuhkan.
Ketua mafia lion terus mencari kebenaran Miera, namun tak kunjung datang, ketua mafia lion mengeluarkan sebuah bom, dia melemparkannya kerumah megah keluarga Miera hingga hancur.
"****." Umpat Miera yang ada diatas sebuah pohon, menyaksikan peperangan itu.
"Ayah rumah kita hangus." Arya bergidik ngeri melihat peristiwa didepannya. "Mereka belum puas jika belum mendapatkan apa yang mereka inginkan." Sambung Arya takut.
"DASAR PENGECUT DIMANA LADY KALIAN! BERANINYA BERSEMBUNYI MAFIA NOMOR SATU TIDAK BERANI MELAWAN MAFIAKU!" Seru Lion mencemooh mafia angel.
Dito dan Alca mengepalkan tangannya, kesal akan perkataan Lion yang sudah mulai kalah tetapi tidak ingin menyerah.
"Apa?! anggotamu saja tinggal beberapa kepala saja tuan! mundurlah sekarang sebelum lady kami keluar!" Seru Alca memberikan peringatan.
Lion yang mendengar suara Alca melihat sekeliling, benar apa yang dikatakan Alca, anggotanya mulai menipis.
"Brengsek!" Umpat Lion menyadari dirinya mungkin kalah malam ini, mafianya bisa lebur.
Miera yang melihat tersenyum menyeringai. "Saatnya bagiku." Ucap Miera keluar dari tempatnya.
Suara tepuk tangan dari Miera membuat Lion melihatnya, Lion tersenyum, akhirnya targetnya keluar juga.
"Sudah selesai bermain mainnya, tuan?!" Seru Miera.
"Belum anak kecil, bagaimana seorang lady sekecil dirimu, bahkan seharusnya dirimu masih belajar membaca disekolah, berikan saja gelar mu padaku, aku yang akan menjadi mafia momor satu." Ejek Lion. Miera mulai menyerang Lion dengan brutal, mereka berdua berduel dengan sengit. Dito dan Alca membantu menghabisi anggota mafia lion yang masih tersisa.
"Done!" Dito senang, anggota Lion sudah tidak ada, hanya tersisa Lion seorang yang sedang berduel dengan Miera.
"Ayah itu lady sedang berduel dengan lion." Ucap Arya yakin bahwa mafia angel yang akan menang.
"Rasanya ayah tidak asing dengan gadis itu." Ucap Ayah Miera.
__ADS_1