LINTAS

LINTAS
LINTAS 6


__ADS_3

Duel antara Miera dan Lion terus berlanjut, tidak ada yang ingin menyerah, Miera mengeluarkan katananya dari sarungnya.


"Katana sudah keluar." Ujar Alca melihat katana Miera keluar dari sarangnya. "Kita nonton aja nih?" Sambung Alca.


"Iyalah mau ngapain lagi."


"Harusnya tadi bawa popcorn tau nggak sih, seru soalnya."


"Gila lo." Dito heran dengan tingkah Alca, ladynya sedang bertarung dirinya malah ngelawak.


Tanpa Miera sadari Lion mengeluarkan serbuk racun yang membuat Miera lemah.


"Lady dalam bahaya." Seru Dito mulai melindungi Miera.


"Lemah!" Ejek Lion, sebenarnya Lion sudah merasa lemah, tubuhnya sudah dipenuhi darahnya sendiri akibat katana Miera yang terus menari nari.


"Apa katamu!" Seru Miera mencoba melawan racun yang tanpa sengaja dia hirup. Katana nya terus menari nari melukai tubuh Lion, kini telinga Lion putus satu, darah terus mengalir tanpa henti, namun Lion enggan untuk menyerah.


"Menyerahlah tuan, tubuhmu saja sudah tidak berbentuk." Miera mengejek Lion.


"Tidak semudah itu."


Lion menendang tubuh Miera hingga Miera tersungkur, topeng yang dia kenakan lepas.


"Cantik juga ternyata kau gadis kecil, bagaimana jika kau menjadi pemuas nafsuku saja." Lion mengucapkan hal itu tanpa ada rasa takut.


Miera berdiri dan mengayunkan katananya mengenai kaki Lion, kini kaki Lion sudah mulai tak berdaya dengan satu kaki.


"Bagaimana jika tubuh anda menjadi makanan malam hewan peliharaanku tuan? pasti mereka kenyang." Ucap Miera menunduk melihat Lion mulai sekarat.


"Jika aku mati maka kau juga akan mati nona." Ucap Lion tersenyum menyeringai. Miera berbalik badan, dia terkejut Ayahnya juga kakaknya sudah ada dihadapannya.

__ADS_1


"Miera." Ayah dan kakaknya terkejut melihat sosok Miera sebenarnya.


"Siapa yang menyuruh kalian keluar!?" Bentak Miera, karena kondisi sekarang masih belum baik baik saja.


"LADY AWAS!!" Teriak Dito dan Alca melihat Lion menembakkan satu peluru ketubuh Miera.


Terlambat peluru itu sudah masuk kedalam dada Miera.


"MIERA."


"LADY."


Seru orang orang disana melihat Miera tertembak dibagian dada.


Sring! Ayunan katana terakhir dari Miera untuk Lion, tepat mengenai leher Lion, Lion mati seketika. Tidak dengan Miera dia masih berdiri dihadapan ayah dan kakaknya.


"Lady." Alca dan Dito ingin membawa Miera pergi, namun Miera mencegahnya. Dia malah menghampiri ayah dan kakaknya.


"Kalian sudah tahu, maafkan Miera." Ucap Miera sebelum dia jatuh tak sadarkan diri.


Sementara dunia dihebohkan dengan berita mafia kedua dikalahkan oleh mafia nomor satu.


"Jika kalian tidak keluar dari mobil, lady kami tidak akan seperti ini." Ucap Dito menunjukkan kekesalannya. Sementara Ayah Miera dan Arya diam mematung, mencerna apa yang baru saja terjadi, putrinya seorang pemimpin mafia nomor satu.


"Bagaimana ini." Arya sangat khawatir akan keadaan Miera.


"Kita tunggu dokter." Ucap Alca duduk merutuki kebodohannya, bagaimana bisa dia tidak bisa melindungi adiknya.


"Ca." Dito memeluk Alca, Dito tahu sedekat apa hubungan Miera dengan Alca. "Gue tahu, nangis aja gapapa." Sambung Dito mengelus punggung Alca dengan lembut, Alca menangis dipelukan Dito.


"Gimana, To."

__ADS_1


"Kita tunggu dokter." Dito mencoba menenangkan Alca.


Dokter keluar dari ruangan.


"Maaf, lady sedang tidak baik baik saja, peluru itu mengenai jantung lady, sebelum itu juga lady sudah menghirup racun mematikan, peluru berhasil dikeluarkan, namun jantung lady mengalami kebocoran, untuk racunnya sudah dicoba netlalisir." Dokter menjelaskan.


"Lalu bagaimana keadaan anak saya sekarang?" Dokter terkejut melihat Ayah Miera, benarkah dia ayahnya, pikir dokter.


"Mereka ayah dan kakaknya." Terang Dito.


"Lady dalam keadaan koma, lady memerlukan bantuan alat medis untuk tetap hidup, juga penyakit yang dideritanya selama ini." Ucap Dokter kembali menjelaskan.


"Penyakit?" Arya bertanya tanya.


"Lady menderita gagal ginjal." Ayah Miera dan Arya terkejut, bahkan putrinya mempunyai penyakit mereka tidak tahu, seasing apa mereka dulu.


"Terimakasih."


"Jika ingin melihat lady masuk saja tetapi harus mengunakan pakaian khusus."


"Baik Dokter."


Semuanya masuk kedalam, melihat kondisi Miera yang terbujur diatas ranjang, dengan alat alat medis yang melekat ditubuhnya.


"Kamu pasti bisa sembuh." Ucap Alca tak kuat menahan tangis. "Inikah saatnya aku memberikan surat itu?" Tanya Alca pada Miera yang tak diberikan jawaban "Kurasa iya." Alca memberikan surat itu kepada Ayah Miera.


Sebelum perang terjadi, Alca sudah lebih dahulu membuka surat yang ditujukan untuknya karena rasa penasaran yang mendalam, dalam surat tersebut tertulis bahwa jika nanti terjadi sesuatu kepada Miera, Alca diminta untuk memberikan surat yang satunya untuk ayah Miera dan menjelaskan tentang diri Miera yang sebenarnya.


"Bacalah surat ini." Alca memberikan surat itu kepada Ayah Miera. Ayah Miera membaca surat itu, berisi permintaan maaf Miera juga ungkapan kasih sayang Miera kepada ayahnya juga kakaknya, dia sudah bisa melupakan masalalu, ingin kembali hidup tanpa mengingat masalalu yang kelam dahulu.


Ayah Miera dan Arya menangis membaca surat itu. Alca mulai menerangkan siapa Miera sebenarnya.

__ADS_1


"Maafkan ayah Miera, ayah tidak tahu kamu hidup sesulit ini, ayah minta maaf." Tangis Ayah Miera menyesal.


"Kakak minta maaf sama kamu, kakak nggak akan nyalahin kamu lagi, kakak janji akan sayang sama kamu kaya dulu lagi, tapi kakak mohon kamu bangun ya." Arya juga menangis sejadi jadinya.


__ADS_2