LIU CHENG : THE GOD OF SWORD

LIU CHENG : THE GOD OF SWORD
TES PERTAMA


__ADS_3

AAAARRRRRRRRGGGGGGHHHHHH..........


Teriak Liu Cheng yang kesakitan akibat pukulan rotan tersebut.


" apa ini rasanya benar-benar sakit..." ucap Liu Cheng yang masih belum sepenuhnya sadar.


" Dasar adik bodoh bangun ini hari penting buatmu....." ucap Liu Lu yang merasa geram dengan adiknya itu.


" apa kau....!!!! ..." ucap Liu Cheng yang marah setelah sadar bahwa rotan yang memukul dirinya di dunia mimpi adalah ulah kakaknya itu.


Liu Cheng ingin memaki kakaknya tersebut namun sebelum dia ingin melakukan hal itu rotan yang di pegang Liu Lu kembali di pukul pukul ketangan Liu Lu dengan ekspresi yang sangat menyeramkan membuat Liu Cheng mengurungkan niatnya.


" Apa kau lupa kalau hati ini hari penentuan murid berbakat keluarga Liu.....???!!" tanya Liu Lu dengan ekspresi wajah yang sangat marah melihat adiknya tersebut terlalu santai.


meski Liu Lu sudah tahu bahwa Liu Cheng sudah bukan sampah lagi namun Liu Lu hanya mengira adiknya ini berada di tingkat Dujin awal sedangkan dirinya berada di tingkat Gujin awal.


Liu Lu mungkin akan muntah darah jika mengetahui bahwa adiknya itu sudah berada di atasnya.

__ADS_1


Liu Cheng yang paham dengan tatapan kakaknya itu hanya tersenyum lembut namun di dalam benak Liu Cheng berkata lain.


" bahkan aku bisa mempermainkan mu saat adu kekuatan ....." ucap Liu Cheng yang secara tidak sengaja tertawa membuat Liu Lu kembali kesal dan bekas rotan kembali bersarang di tubuh Liu Cheng.


" Baiklah saya akan bersiap kakak keluarlah dulu...." ucap Liu Cheng.


tanpa menjawab Liu Lu langsung keluar dari kamar Liu Cheng.


" baiklah saatnya menjadi murid berbakat...." ucap Liu Cheng yang tersenyum puas.


Saat itu juga Liu Cheng memeriksa ke adaan Buqi dan berniat memberinya makan sebelum pergi ke arena.


Namun saat itu Liu Cheng melihat ke arah Qinlin yang terlihat sedang di permainkan oleh beberapa anak lainnya dan membuat Liu Cheng sedikit kesal.


" bahkan sifatnya tidak jauh berbeda dengan sepupunya....." ucap Liu Cheng yang yang mengetahui anak tersebut adalah Liu Qin.


" Yoo.....apa kau sudah puas mempermainkan Qinlin.....?!" ucap Liu Cheng tenang namun terdapat tekanan yang kuat membuat Liu Qin dan teman temannya langsung merasa di dingin di punggungnya namun saat melihat ke arah suara tersebut Liu Qin melihat itu adalah Liu Cheng sampah keluarga Liu.

__ADS_1


" ohh sampah akhirnya datang juga....!" ucap Liu Qin tersenyum puas melihat banyak anak menertawakan Liu Cheng.


" Hahahaha...... Bahkan sepupu mu tidak sanggup menahan satu serangan dariku...." ucap Liu Cheng dengan tertawa lantang Liu Qin yang mendengar itu menjadi kesal karena di anggap remeh.


" hahahaha... baiklah kita akan buktikan ucapan mu itu di duel antar murid....." ucap Liu Qin yang kesal kemudian menjauhi tempat tersebut.


" apa kau tidak apa-apa...?" tanya Liu Cheng kepada Qinlin.


" i.iyya...." ucap Qinlin.


Acara pertama dalam penentuan murid berbakat kini dimulai yang pertama dilakukan adalah memukul sebuah pagoda batu untuk mengukur tingkat kekuatan mereka dan menentukan tingkat petarung mereka.


Satu persatu anak mulai berbaris dan menunggu panggilan untuk melakukan tes tersebut.


" No. 1 kekuatan Dujin tingkat satu murid biasa...."


" No.2 kekuatan Dujin tingkat tiga murid biasa..."

__ADS_1


Satu persatu anak mulai mukul batu tersebut untuk menentukan tingkat petarung mereka.


"No 45 Fujin tingkat Akhir murid berbakat....." seketika orang orang yang melihat itu bersorak kepada anak tersebut yang tak lain adalah Qinlin


__ADS_2