
para pasukan penjaga terus memasuki hutan kematian semakin dalam hingga tepat di sudut tebing batu terlihat sosok makhluk putih pucat dengan tubuh kurus dengan tinggi sekitar 2 meter lebih sedang memakan hewan roh.
" sial mahluk apa itu....?" ucap seorang pasukan sambil terjatuh melihat makhluk aneh itu.
mendengar suara jatuh tersebut mahkluk itu menghentikan makannya kemudian menoleh ke arah pasukan penjaga tersebut.
dapat dilihat bahwa mahkluk itu hanya memiliki mulut yang besar tidak memiliki hidung maupun mata.
" bersiap....." ucap komandan pasukan tersebut memberi aba aba untuk menyerang mahluk tersebut.
penjaga dengan kemampuan serangan jarak jauh kemudian mempersiapkan serangan nya untuk menyerang mahluk tersebut.
__ADS_1
" serang....." ucap komandan pasukan tersebut yang kemudian sebuah serangan bola api mengenai mahluk tersebut namun meski tubuh mahkluk itu terluka bahkan mengeluarkan darah berwarna hitam namun makhluk itu tidak merasakan sakit sama sekali bahkan terlihat seperti tidak peduli sama sekali dengan luka yang di dapatkan.
" grrrroaaaarrr.r.......!!!!!" teriak keras makhluk tersebut bahkan membuat beberapa hewan termasuk burung menjauhi tempat tersebut.
makhluk tersebut berlari ke arah gerombolan pasukan penjaga namun dengan cepat para pasukan tersebut membuat formasi untuk menahan serangan tersebut dan beberapa pasukan lain nya bersiap untuk melakukan serangan balasan.
berbagai macam serangan berhasil di lesatkan dan mengenai makhluk tersebut dan meninggalkan luka yang cukup parah bahkan kedua tangan makhluk itu terputus akibat serangan tersebut namun seperti tidak merasakan sakit sama sekali makhluk itu terus berlari ke arah pasukan tersebut hingga akhirnya makhluk itu mati sebelum sampai ke kelompok pasukan tersebut setelah kepala makhluk itu hancur akibat serangan tersebut.
" ternyata sangat lemah....." ucap komandan pasukan itu, namun tak lama kemudian terlihat seekor makhluk roh jatuh dari atas tebing dengan kondisi sebagian tubuhnya sudah tidak ada yang membuat sontak semua pasukan tersebut melihat ke atas bukit dan mendapati puluhan bahkan ratusan mahluk yang sama dengan yang mereka kalahkan.
Di lain tempat turnamen kembali di laksanakan dan hari ini adalah hari penentuan yang akan menjadi pemenang turnamen kota Yuang dimana terdapat 10 peserta tersisa acara kembali di buka dengan beberapa sambutan dan penyampaian aturan pertandingan yang di lanjutkan dengan penentuan lawan dengan menggunakan nomor diaman Nomor 1 akan berhadapan dengan nomor 2 dan begitu seterusnya.
__ADS_1
Liu Cheng kemudian berjalan menuju tempat pengambilan nomor dan mendapati dirinya mendapatkan nomor 1 dan akan melawan seorang pria bernama Tian Yun.
" sial sangat sial....." ucap Liu Cheng yang merasa tidak bersemangat sama sekali dikarenakan mendapatkan kesempatan pertama untuk bertarung.
setelah semua peserta mendapatkan nomor dan lawan mereka mereka kemudian bersiap terutama Liu Cheng yang hanya menunggu beberapa menit saja untuk memasuki arena.
" kak Cheng semangat...." ucap Qinlin yang kemudian Liu Cheng mendapatkan beberapa tatapan sinis dari peserta lainnya.
" baiklah...." ucap Liu Cheng sambil mengusap kepala Qinlin.
beberapa menit kemudian Liu Cheng kemudian berjalan memasuki arena setelah di panggil oleh pembawa acara begitu juga dengan lawan Liu Cheng yang juga berjalan memasuki arena.
__ADS_1
sesampainya di arena Liu Cheng dan Tian Yun saling memberi salam dimana terlihat Tian Yun merupakan salah satu ahli pedang terbaik yang berasal dari keluarga Ma meskipun bukan keturunan langsung dari keluarga tersebut namun dengan kekuatan milik Tian Yun membuat keluarga Ma mengakui dirinya dan menjadi salah satu kandidat terbaik.
" hum pemahaman pedang yang lumayan...." ucap Liu Cheng pelan sambil menilai tingkat kemampuan lawannya.