
Qinlin melihat lawan nya adalah putra dari salah satu tetua keluarga Mu.
" salam saudari saya Mu Tian dari keluarga Mu ....." ucap Mu Tian sambil memberi salam.
" salam saya Qinlin dari keluarga Liu...." ucap Qinlin juga memberi salam.
" Mulai ...." ucap pengadil memberi aba aba.
" saudari silahkan menyerang duluan...." ucap Mu Tian sambil tersenyum ramah kepada Qinlin sambil menunjukkan martial soulnya yang bertipe beast belalang sembah hijau.
" baiklah....." ucap Qinlin yang mengaktifkan martial soulnya terlihat sangat cantik seekor pheonix.
Qinlin bergerak dengan cepat sambil melesatkan serangan bola api ke pada Mu Tian namun hanya dengan beberapa gerakan Mu tian dengan mudah menghindari semua serangan tersebut.
" apa cuma ini serangan dari saudari...??" ucap Mu Tian meremehkan karena sangat percaya diri dengan kecepatan yang dimilikinya.
__ADS_1
" ledakan api Phoenix...." ucap Qinlin yang kemudian membuat suhu di arena menjadi meningkat membuat Mu Tian mengalami tekanan yang cukup kuat.
" Tebasan pisau angin...." ucap Mu Tian yang membuat kedua tangan nya berubah menjadi caput belalang sembah sambil melakukan beberapa gerakan untuk melesatkan serangan balik kepada Qinlin.
serangan dengan dua elemen berbeda terus berbenturan menciptakan gelombang kejut dimana mana saat serangan tipe angin bertemu dengan tipe api membuat suhu di arena jadi tidak menentu bahkan terlihat banyak penonton yang merasakan keringat di tubuhnya nya akibat pertarungan itu.
Qinlin terus menyerang dengan serangan bola api miliknya di tambah dengan beberapa serangan lain namun semua dapat di hindari oleh Mu Tian dengan gerakan nya yang sangat cepat.
Liu Cheng yang melihat itu hanya bernafas berat karena mengetahui bahwa Qinlin masih menahan kekuatan miliknya bahkan hanya menggunakan serangan dasar.
" baiklah saatnya mengakhiri pertarungan ini..." ucap Qinlin mulai malas untuk bertarung lagi saat melihat musuhnya mulai kelelahan.
" teknik api peledak....." ucap Qinlin dan beberapa saat kemudian seluruh arena pertandingan berwana merah dengan beberapa pola melingkar dan tercipta ledakan api dari dalam tanah membuat Mu Tian tidak memiliki kesempatan untuk menghindar dari serangan itu.
Duaaarr......!
__ADS_1
Suara ledakan itu membuat para penonton menjadi beku melihat serangan area yang kuat itu.
Mu Tian kemudian terjatuh dengan luka bakar di seluruh tubuh nya membuat orang orang mulai berfikir keras untuk bisa mendekati Qinlin setelah melihat serangan itu.
" ternyata sang Agun Pheonix...." ucap walikota setelah melihat kemampuan Qinlin tersebut.
" pemenang nya adalah Qinlin dari keluarga Liu....." ucap pengadil dan mulai meminta untuk memperbaiki arena kembali.
keluarga lain nya mulai menatap iri kepada keluarga Liu mengetahui mereka memiliki bibit unggul yang sangat kuat biasa ada di wilayah mereka.
Pada tetua Liu merasa sangat bangga melihat itu.
setelah pertandingan kembali berlangsung sekarang giliran perwakilan keluarga Yan berhadapan dengan keluarga Wei.
Terlihat seorang gadis dengan pakaian putih dengan beberapa hiasan berwarna biru laut terlihat sangat cantik selain itu perempuan tersebut mengenakan penutup kepala dan juga cadar untuk menutup wajahnya dan hanya menampilkan mata biru yang sangat indah, bahkan orang orang yang melihat itu bahwa dia merupakan salah satu sosok cantik yang tak terkalahkan.
__ADS_1
gadis tersebut bernama Yan Liang merupakan satu satunya perwakilan dari keluarga Yan sekaligus cucu dari patriarch keluarga Yan.