
Hutan, Liu Cheng yang mulai membuat beberapa pil enam dan tujuh dalam jumlah yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar keluarganya dia juga berencana mengambil pil bumi dan di jual dengan harga murah untuk merebut kembali pasar pil agar keluarga Wei yang memanfaatkan keberadaan Duo Fung sudah tidak bisa dilakukan lagi dengan pil tingkat bumi milik nya.
" akhirnya..... 50 botol pil tingkat tujuh dan 150 botol pil tingkat enam selesai juga dengan ini saya bisa kembali fokus berlatih dan mencari hewan roh yang cocok untuk cincin roh pertama saya...." ucap Liu Cheng yang kemudian menyimpan botol pil yang di buat nya serta bersiap untuk menjelajahi hutan yang luas ini.
Liu Cheng teruss bergerak untuk mencari hewan cocok untuknya nya.
Liu Cheng terus terbang di atas hutan itu dengan teknik terbang nya. Liu Cheng yang terus terbang dan berfikir hewan apa yang ingin dia cari tanpa sengaja melihat sebuah kolam yang cukup luas dengan air berwarna Ungu dan mengeluarkan asap yang sangat beracun hal itu juga yang membuat pohon dari jarah 250 meter dari kolam itu mati.
" apa ini...?" ucap Liu Cheng yang mendarat dengan perlahan sambil terus waspada dan mengamati sekitarnya Liu Cheng kemudian berjalan mendekati kolam yang terlihat sangat beracun ini.
__ADS_1
Liu Cheng melihat kolam itu mulai menutup hidung nya dengan kain agar racunnya tidak terhirup selain itu berkat kemampuan alchemist miliknya Liu Cheng dapat mengontrol racun agar tidak terhirup oleh nya yang membuat dirinya keracunan.
saat mendekat ke kolam itu Liu Cheng melihat kolam itu sepertinya bereaksi dan terlihat pusaran pada kolam itu yang semakin besar dan tak lama muncul lah seekor ular berwarna ungu bercorak hijau dengan ukuran yang cukup besar yang di kolam itu.
" sepertinya ini cocok untuk jadi hewan roh pertama saya....." ucap Liu Cheng yang bersemangat.
ular itupun kemudian melihat ke arah Liu Cheng dan mengeluarkan suara yang sangat keras disertai dengan cairan Ungu keluar dari mulutnya.
dengan sigap Liu Cheng menghindari serangan itu dan menjaga jarak dari ular itu agar tidak terkena racunnya.
__ADS_1
ular itu terus bergerak mengejar Liu Cheng yang terus berlari sambil menciptakan pisau panas miliknya namun saat pisau panas nya mengenai tubuh ular itu pisau itu terpental dan hanya menyisakan asap saat pisau panas nya mengenai kulit ular itu.
" sial sekeras apa kulit ular ini bahkan pisau panas ku tidak bisa menggores kulitnya...." ucap Liu Cheng yang mengeluarkan pedang miliknya serta menciptakan pedang lain dari martial soulnya.
Liu Cheng kemudian berbalik dan berniat menyerang ular tersebut secara langsung, Liu Cheng mulai bergerak ke arah ular tersebut kemudian mencoba melesatkan serangan sebanyak mungkin ke tubuh ular tersebut untuk mencari letak kelemahannya, namun ular itu tidak membiarkan Liu Cheng dengan mudah menyerang nya ular tersebut mengibaskan ekornya saat Liu Cheng tepat berada di sampingnya dan karena serangan tersebut Liu Cheng terpental namun serangan itu berhasil di tahan dengan kedua pedang nya namun pedang panas nya tida dapat bertahan dan hancur akibat serangan tersebut. beberapa bagian pada pakaian dan tubuh Liu Cheng pun terlihat mulai rusak serta kulit yang terkena serangan ular tersebut terlihat berwarna ungu dan menyebar secara perlahan.
" sial ular ini sangat merepotkan....." ucap Liu Cheng yang terlihat kesal karena terluka namun saat mengamati ular tersebut Liu Cheng melihat luka kecil tepat di perut ular tersebut yang membuat Liu Cheng memiliki ide untuk menyerang luka itu secara habis habisan.
" ronde kedua di mulai......." ucap Liu Cheng yang kembali menciptakan pedang panas dan menggunakan teknik terbang milik nya untuk melakukan pertarungan udara sehingga ular itu akan mengangkat sebagian tubuhnya agar dapat menyerang Liu Cheng.
__ADS_1
Liu Cheng terus terbang menghindari serangan ular tersebut sambil terus menyerang perut ular itu yang terdapat luka kecil awalnya serangan Liu Cheng tidak berefek sama sekali namun saat serangan Liu Cheng terus mengenai luka ular tersebut yang membuat luka di perut ular itu perlahan membesar hal ini membuat ular itu mulai merasakan kesakitan dan menyerang Liu Cheng dengan membabi buta sedangkan Liu Cheng terus menghindar menunggu momentum yang tepat yaitu saat ular itu mulai kelelahan akibat menyerang terus menerus dan pada saat, peluang itu tiba Liu Cheng kembali menyerang luka ular itu yang kemudian terbang cukup tinggi sedangkan ular itu yang terlihat sudah sangat marah tanpa sadar terus mengejar Liu Cheng hingga tubuh ular itu ke hilangan keseimbangan dan jatuh.
Liu Cheng yang melihat itu dengan secepat kilat menukik ke bawah dengan menghunuskan kedua pedang di tangan nya dengan sejajar dan menyerang luka ular itu hingga kedua pedang miliknya tertancap dengan sempurna yang membuat ular itu meraung keras dan bergerak dengan liar hingga, pada saat ular itu benar benar mati Liu Cheng baru dapat bernafas dengan lega dan beristirahat sambil memakan pil untuk menyembuhkan luka dan juga mengembalikan energi Qi miliknya yang terkuras sangat banyak akibat pertarungan intens nya.