Lord Of The Heaven And Hell

Lord Of The Heaven And Hell
Takdir Dan Masa Depan.


__ADS_3

"Klein jika kau selesai taruhlah piring itu di wastafel biar aku yang mencucinya." Ucap yuri dengan halus kepada klein yang sedang lahap menyantap makanan.


"Baiklah!" Klein masih lahap memakan makanannya di atas meja dengan mengenakan pakaian kemejanya.


Sementara itu yuri mengenakan sebuah celmek dan mengenakan pakaian sehari hari seorang ibu rumah tangga. Ia mencuci sebagian piring di wastafel.


Tak lama kemudian Melissa datang, "Klein~~ Kenapa kau tak menjemputku!" Terlihat wajah lesu dari melissa terpampang membuat klein tertawa terbahak bahak.


"Hei ada apa dengan wajahmu, bukannya kau di jemput oleh pacarmu?" Ucap klein sambil menodongkan sepotong paha ayam utuh belum dimakan kepada melissa.


Melissa mengambil paha ayam utuh yang terlihat di goreng dengan sempurna lalu mengatakan, "Hah?! aku tak akan pernah ingin mempunyai seorang pacar! Lagipula aku hanya akan memilih apa yang akan menjadi type ku, bukan type mu ya. Dasar Adik sialan." Melissa menggerutu sambil memakan paha ayam goreng itu.


Klein terkekeh dan tak lama ia berdiri menuju kamarnya, "Ah, yuri biarkan melissa yabg mengantar piringku nanti." Ucap klein sambil meninggalkan mereka berdua.


Klein di dalam kamarnya langsung berjalan menuju kasurnya. Memang enak ketika berbaring di kasur setelah makan. Ucap nya dalam hati.


Klein kembali bangkit dari kasurnya dan menuju lemari kesayangannya yang sudah terlihat sangat usang dengan sebuah cermin di samping.


Klein membuka lemarinya, ia memilih sebuah pakaian dengan setelah jas hitam pekat, dengan sabuk kulit berwarna coklat, dengan sepatu kulit boots, serta dengan celana hitam panjang.


"Apa aku terlihat tampan?" Klein merapikan rambutnya di hadapan cermin bundar yang panjang.


Ia menata rambut hitam pekatnya, dengan style rambutnya yang terbelah dua namun sedikit acak acakan.


"Aku harus bersiap ke sebuah bar di pasar gelap, untung saja nona Lyne memberitahukan bahwa ada sebuah pasar gelap di bawah tanah wilayah kerajaan Victoria." Klein sedikit merapikan kemejanya dan pergi setelah itu.


Klein membuka pintu kamarnya, dan tanpa ia sadari di hadapannya ia melihat yuri yang terlihat lebih pendek darinya.

__ADS_1


"Sayang kau mau kemana?" Ucap yuri dengan nada menginterogasi.


Klein sedikit gugup di dalam kepalanya ia berfikir kera. Apa yang harus ku jawab? pergi ke bar? Bukannya itu sama saja aku akan dikira selingkuh!? bagaimana dengan pergi karena urusan bisnis? Ya! pasti itu alasan yang tepat!


Klein terlihat sedikit berkeringat di hadapan istrinya, "Ah~ Aku mempunyai seorang teman rekan kerja, kita berdua di tugaskan untuk pergi ke rumah seorang klien yang meminta sebuah rekomendasi." Klein nampak semakin berkeringat. Percayalah Kumohon Percayalah!


Istrinya tersenyum, "Ohh maafkan aku aku kira kau akan pergi berselingkuh!" Ucapnya dengan senyum mengerikan.


Bahkan kau lebih mengerikan daripada monster!. Klein tersenyum ramah lalu bergerak perlahan meninggalkan istrinya.


Di luar rumahnya yang seperti apartment, klein berbalik memandangi pintu itu.


Keluarga ku mungkin bisa menjadi kutukan buatku, namun di saat yang sama mereka sebuah berkah bagiku, di kehidupan ku sebelumnya aku tak pernah merasakan hangatnya keluarga, oleh karena itu lah aku selalu sendirian. Kutukan yang ku maksud adalah, ketika salah satu keluarga ku tewas maka aku tak bisa berbuat banyak, malah yang menderita adalah aku! Maka dari itu aku akan melakukan apapun untuk melindungi keluargaku, hanya mereka satu satunya yang kupunya. Klein lalu sedikit menundukkan topinya lalu berbalik pergi dengan sebuah koper coklat, yang ia pegang dengan mengenakan sarung tangan hitam.


Beberapa jam setelah klein melakukan perjalanannya. Ratu Yuri sudah duduk di singgasananya dengan tatapan merendahkan dan sombong.


Di saat yang sama di sebuah kapal bajak laut The Hanged Man.


"CEPATLAH PINDAHKAN BARANG BARANG ITU DASAR PEMALAS!" Alger nampak meneriaki awak kapalnya. Aku harus mengirim barang ini kepada Nona "Justice" Jika tak tepat waktu maka semua akan kacau, jadwal sampai ke kerajaan Victoria sekitar 2 hari lagi, aku harus pergi untuk bertemu dengan The Justice untuk memberitahu beberapa masalah pada kelompok greja yang membantu greja night moon, aku berani berasumsi bahwa kelompok greja yang membantu mereka akan menuntut greja night moon untuk ganti rugi. Namun di situlah masalahnya, masalahnya terletak pada para bajak laut seperti ku dan yang lain akan di buru oleh pihak greja night moon untuk melunasi tuntutan yang mereka dapat.


Alger mengerutkan keningnya dan memasang raut wajah yang mengerikan.


Dia berdiri di atas kemudi kapalnya dan memegang sebuah peti berukuran kecil.


....


Klein. Sesampainya ia di pasar gelap bawah tanah, ia memasuki sebuah bar yang bernama "Evil Dragon Bar" Apakah pembuat namanya itu orang yang chunnibyo? Pikir klein dalam hatinya dengan nada mengejek.

__ADS_1


Sungguh suasana di bawah tanah ini sangat berbeda, akan banyak terjadi kekerasan disini, apalagi disini adlah wilayah yang seharusnya gelap, namun banyak sekali lampu disini.


Klein perlahan memasuki bar tersebut, sesampainya ia di dalam klein melihat berbagai macam orang yang sedang minum minum dengan puas.


Namun tujuannya adalah yang ada di belakang dari bar ini. Ya itu sebuah peramal.


Klein perlahan membuka sebuah pintu di dekat meja resepsionis. Ia melihat sesosok perempuan yang masih muda dan cantik duduk di sebuah bantal kecil sebagai alasnya.


Ia memakai sebuah pakaian seperti tudung berwarna hitam, penampilannya seperti gadis kecil, dengan rambut panjang berwarna hitam dan wajahnya yang sedikit suram namun cantik, serta matanya yang terlihat sebuah kantung matanya berwarna hitam membuatnya terlihat jelas bahwa ia kurang tidur. Namun matanya benar benar indah, matanya benar benar mirip dengan sebuah permata.


"Tolong ramal diriku Sherly." Ucap klein dengan nada yang berat. "Duduklah." Balas gadis itu.


Klein perlahan duduk, "Apa yang ingin kau ramal? masa depanmu? masa lalu mu? atau takdirmu?" Ucap gadis itu yang ketika klein melihatnya ia sekitar berusia 15 tahun.


Klein lalu menjawab masa depan dan takdirnya.


Sherly sedikit mengangguk, dan seketika sebuah bola cahaya muncul di selah sela kedua telapak tangannya ketika ia mengangkat tangannya.


Bersinar!


Klein melihat bahwa benda seperti bola berwarna biru yang bercampur dengan warna putih itu bersinar. "Baiklah pertama aku akan meramal takdirmu."


Terlihat bahwa wajah sherly di terangi oleh cahaya itu, dan seketika ia meramal takdir klein, ia memasang raut muka terkejut dan tak percaya.


"Takdir mu sangat mengerikan tuan klein aku tak menyangka entitas sepertimu akan melakukan seperti itu di masa depan!" Ucap Sherly dengan wajah serius dengan tatapan yang mengerikan terhadap klein ia justru melihat klein dengan tatapan sedikit waspada dan takut.


"Takdirmu itu sangat mengerikan tuan, aku hanya ingin memberitahumu, berhati hatilah dimasa depan, jika kau lengah sedikit saja kau akan kehilangan segalanya, di hadapan kebenaran yang menyakitkan, dan tentang tujuan mu mendirikan club itu, serta tujuanmu untuk pergi "Kesana" Akan membuatmu kehilangan segalanya, dan hal itu juga akan merenggut alasanmu untuk hidup ketika kau mengetahui kebenaran tentang dunia ini dan segalanya!" Sherly lalu tersenyum menyeringai dengan mengerikan setelah melihat takdir klein. "Aku tak menyangka akan ada takdir seperti ini tuan klein.."

__ADS_1


__ADS_2