Lord Of The Heaven And Hell

Lord Of The Heaven And Hell
Lamaran Tak Terduga!


__ADS_3

5 hari kemudian..


Klein dengan santainya duduk di bawah pohon, tempat ia bertemu dengan Yuri Ha.


"Jadi benar saja, aku dapat membawa skill yang ku buat dari aula dewa ke dunia nyata!"


"Namun, dengan kondisi tubuhku yabg sekarang, itu belum memungkinkan untuk membawa skill yang kuat dan membebani tubuh." Klein melihat awan yang biru, dengan suasana yang nyaman, hembusan angin yang sangat sejuk datang berkali kali menyapu rambutnya hingg berkibar dengan cantik.


Klein kembali melihat tangannya, aliran energi seperti cahaya keluar dari tangannya.


"Apa ku ledakkan saja Gereja night moon?"


Klein kembali teralihkan, pandangannya tertuju kepada gadis berambut merah pendek dengan rambut yang sedikit melewati lehernya. Tatapan mata yang penuh percaya diri dan kebanggaan, senyumannya yang mengatakan bahwa ia sangat percaya diri dengan setiap yang ia lakukan adalah benar membuat klein benar benar terpesona.


"OHH!! kau disini lagi? Klein..." Yuri ha dengan lembut langsung melambaikan tangannya dari jauh hingga ia duduk di dekat klein.


"Menghirup udara segar?" Klein tersenyum manis sedikit.


"Tentu, kau tau urusan di sana membuatku muak, jika memungkinkan, aku tak ingin bekerja! Lihat saja, para pak tua sialan itu, mereka menumpuk semua pekerjaan padaku!"


Klein sedikit terkekeh mendengar ucapan Yuri, ia sedikit teringat di kehidupannya sebelumnya, bahwa dulu karena kemampuan membunuh klein sangat bagus, ia sampai di beri misi yang sangat sulit dan mustahil, namun ia berhasil, dan saat itulah, ia mendapat julukan pembunuh bayaran terkuat.


"Kau benar, aku mengerti perasaan mu yang di sibukkan oleh pekerjaan, dulu aku juga begitu, mereka tak memikirkan bagaimana kondisi kita, dan hanya tau bagaimana mereka menyerahkan tugas mereka kepada ku, membuatku ingin membunuh mereka."


Klein tak sengaja bergumam, namun sepertinya di sampingnya klein wanita itu benar benar terlihat sangat terkejut, lalu tak lama mukanya dan mulutnya terlihat tersenyum manis.


"Kurasa hanya kau yang bisa mengerti, klein.."


"Hei, klein, bagaimana kalau kita menikah?"


"....."

__ADS_1


Klein terlihat terdiam, dan tiba tiba matanya membesar dan terkejut.


"Pfft! Apa? bagaimana itu mungkin?!" Klein terkejut dan bingung, sekaligus ia bahagia, namun klein tak tau siapa sebenarnya Yuri Ha.


Klein terlihat terkejut, ia baru pertama kali di lamar oleh seorang wanita, "Apakah ini mungkin? kalo kita menikah?!" klein sedikit mundur beberapa inci.


"Tentu mungkin!" Wanita itu terlihat antusias, karena baru pertama kali ada yang mengerti tentang dirinya.


Klein ingin menolak, namun sayang sekali, tak lama kemudian mereka sudah berada di rumah klein untuk meminta restu dari kakaknya, klein terlihat sangat lesu dan tak berdaya.


"Oke, pernikahan besok akan dilaksanakan, aku tak tau apa yang akan ku lakukan, semoga aku bisa hidup normal!"


Esok harinya, pernikahan telah di atur, yuri ha, tampaknya tak ingin mengungkapkan identitasnya sebagai ratu, dia memilih untuk menikah secara diam diam, yang mengetahui bahwa yuri ha telah menikah hanya para tetua di kerajaan, dan orang orang yang mengetahui identitasnya sebagai ratu, dan yang lain sepertinya tidak peduli.


Malam harinya.


"Jadi sayang, bagaimana perasaan mu hari ini? apa kau senang dengan pesta perayaan di hari pernikahan kita?" Yuri ha tampak sedang tersenyum manis, di tempat meja makan keluarga, klein, yuri ha, dan melissa ada disana untuk makan malam.


Klein membuka mulutnya dan memakan makanan yang di berikan oleh yuri dengan menyuapinya ala ala pengantin baru.


Melissa sedikit panas, tak tau apa yang ada di perasaannya melissa saat itu ia merasa perasaannya campur aduk.


"Ayo sayang, mari kita ke kamar.." Yuri nampak bangkit dan menarik tangan klein dengan paksa.


Di dalam kamar mereka sudah duduk bersebelahan, yuri nampak menggandeng tangan klein, dan menyandarkan kepalanya di pundak klein, malam itu, dihiasi oleh bintang yang sangat indah dan bulan sabit yang sungguh membuat suasana menjadi tenang, di tambah lampu yang mati membawa keheningan dan ketenangan di hati.


"Apa kau menyesal menikah dengan ku klein?"


"Tidak, ini sama sekali tak terpikirkan olehku sejak aku dilahirkan, aku tak pernah menyangka akan menikah setelah melewati segala macam cobaan yang tak terduga."


"Hehehe, klein, hanya kau yang bisa mengerti diriku, dan cukup hal itu saja sudah cukup membuatku jatuh cinta kepadamu," Yuri dengan tiba tiba langsung membuat klein terbaring, dengan posisi yang ambigu, klein berada di bawah, dan yuri di atas.

__ADS_1


Mata mereka saling bertatapan satu sama lain, mata klein yang berwarna hitam, menatap mata yuri yang sangat indah.


"Aku benar benar mencintaimu Klein, hanya kau yang mengerti diriku, dan itu sudah cukup!" Tiba tiba saja yuri langsung mencium bibir klein, klein nampak pasrah dan tak peduli, namun karena ini pernikahan pertama dari 2 kehidupannya, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan sekali seumur hidupnya.


Klein sedikit menengok ke arah kanan, di atas kasur yang empuk dengan yuri di atas klein, ia melihat ke arah rembulan yang sangat indah.


Pandangan klein kembali terhadap yuri.


"Baiklah, aku akan memenuhi tugasku sebagai suami sekarang, yuri.."


"Heh, begitulah pria seharusnya, sayang~"


Malam yang sangat indah pada hari itu membuat suara yuri tak seperti biasanya, biasanya ia terlihat seperti seorang yang percaya diri, namun kini ia menjadi seorang yang feminim dari sikap tomboynya, kini suara yuri seperti gadis pada umumnya.


Malam itu di hiasi dengan kebahagiaan di hati masing masing keduanya.


Keesokan harinya, klein bangun, di sampingnya terasa sedikit berat, "hmm?" Klein nampak tersenyum halus melihat yuri tidur di sampingnya dengan mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang tak memakai pakaian.


Klein pun bangun dan membiarkan yuri berisitirahat sementara. Klein segera memasang kemeja berwarna putih dengan lengan panjang dan sedikit melipatnya.


Klein pun perlahan meninggalkan kamarnya.


"Klein.. kemana kau pergi pagi pagi begini?" Melissa tampak di dapur, ia terlihat sedang mencuci piring.


"Ah.. Aku hanya akan pergi untuk beberapa latihan kebugaran." Klein lalu pergi dengan hati hati ia menutup pintu agar istrinya tak bangun.


"Aku harus meningkatkan kualitas tubuh fisikku, agar aku bisa membawa lebih banyak skill!" Klein di pagi hari yang cerah itu, ia ingin berolahraga.


Tap Tap Tap, klein berlari dengan keringat yang membasahi tubuhnya.


"Ini demi membuatku lebih kuat, dan mencapai tujuanku, jadi besok aku akan mengadakan pertemuan Eternity Club.."

__ADS_1


__ADS_2