
Tap tap tap.
Suara langkah kaki terdengar dengan cepat di sebuah koridor.
Bam!
Bantingan pintu dengan sangat keras.
"Huft Huft Huft. Klein tasku tertinggal." Melissa dengan was wasan memasuki pintu kamarnya.
"Huh? klein? dimana kau?" Di sebuah ruangan yang hening itu terlihat tidak ada satupun orang. Maupun klein.
Klein terlihat sudah tidak ada di ruangan itu, "Dimana klein? apa dia pergi keluar? tapi bukannya tubuh fisiknya itu sedang lemah!"
Melissa kini terlihat sangat panik, dan berniat untuk tidak masuk sekolah hari ini. "Aku harus menemukannya! sial, dia satu satunya keluargaku!" Melissa tampak langsung berlari dan mencari klein di luar rumah.
....................
Di aula dewa.
"Silahkan duduk." Klein mempersilahkan mereka dengan halus. Mereka berdua perlahan mengambil tempat duduk mereka.
"Jadi, yang ku suruh beberapa hari terakhir itu bagaimana?" Klein perlahan lahan bersandar di kursinya.
Alger lalu angkat bicara, iya bangun dan membungkuk hormat dengan tangan di atas dadanya. "Tuan, beberapa hari yang lalu aku mendapat kabar dari salah satu koneksi pribadiku yabg menjadi anggota gereja night moon, dia mengatakan bahwa greja night moon akhir akhir ini meneliti sebuah sihir kuno terlarang."
"Mungkin anda tau sendiri bahwa masyarakat di zaman sekarang, tidak akan ada yang percaya bahwa sihir itu ada, namun pihak gereja night moon mengetahui bahwa sihir itu ada, mereka yakin karena dewa mereka night moon pernah muncul di dunia ini sekali, dan membentuk kehidupan malam, dan 3 dewa lainnya juga termasuk seperti dewa night moon, dewa sun atau matahari menciptakan siang, dan dewa Nature atau alam menciptakan kehidupan. Jadi 3 dewa telah menciptakan sebuah kehidupan baru. Ini lah asal usul manusia di dunia ini."
Klein dengan serius mendengarkan.
Tap Tap Tap.
Klein terlihat mengetuk meja beberapa kali.
Audrey dengan dengan antusias mendengarkan lalu mengeluarkan buku catatannya, dan mencatat apa yang dia dengar.
__ADS_1
Klein lalu berfikir keras. "Jika 3 dewa itu yang membentuk kehidupan di dunia ini, maka pasti akan ada cara untuk mencapai ke tujuan ku." Klein laku angkat bicara dengan nada yang tenang.
"Jika memang begitu, maka para 3 dewa utama dapat melintasi berbagai bintang dan alam semesta, itu adalah "jalannya"
Audrey lalu sedikit menyela, "Jika memang "Jalan" itu ada, maka akan lebih banyak korban yang akan kita butuhkan demi mencapai "Jalan" itu dan pastinya kita akan menjadi orang berdosa, dan organisasi yang akan kita bangun ini akan menjadi organisasi yang di cap sebagai organisasi penjahat besar di masa depan."
"Tapi demi tujuan anda tuan, kami tak akan segan mengotori tangan kami, bahkan di laboratorium tempat ku meneliti, sudah ada lebih dari 700 manusia yang akan jadi bahan eksperimen kita."
Klein yang mendengar hal itu terkejut, wajahnya terlihat pucat, dan di dalam hatinya mengatakan, "Apa si audrey ini menjadi gila karena pengetahuan yang aku berikan?"
Alger di depan audrey sedikit membeku, "Nona apa kau gila? menangkap 700 orang manusia untuk bahan eksperimen?" Ucapnya dengan nada bergetar.
Audrey membalas dengan senyumnya halusnya. "Apa masalahnya tuan alger? lagipula organisasi kita di masa depan akan menjadi organisasi yang jahat dan besar pula, jikalau kita sudah memperbesar pengaruh kekuasaan kita ini."
"Dan karena hal itu juga, kita akan menapaki jalan lautan darah."
Mendengar mereka berdua berbincang, klein yang wajahnya ditutupi kabut abu abu yang tebal termenung dan memikirkan kembali sebelum terlambat dan menapaki jalan yang penuh darah.
"Jika langkahku membuat organisasi ini memang benar, dan bisa mencapai tujuanku untuk ke "sana" maka aku tak peduli bayaran apa yang di perlukan, dan aku tak peduli apa yang akan di korbankan demi tujuanku."
Audrey dan alger langsung mengangguk setuju, lalu klein menyuruh mereka berdua mendekat sampai di depannya klein.
Alger dan audrey berpikir, "Apa jika aku makin dekat sampai sedekat ini dengan tuan Devil maka apakah aku bisa sedikit melihat wajahnya?" Pikiran mereka terhubung sepertinya.
Klein pertama menanamkan cap budaknya kepada alger, dia menyentuh dada alger, lalu tiba tiba cahaya keemasan muncul secara mengejutkan merek.
Alger terlihat kesakitan, namun tak terlalu sakit.
Setelah sepersekian detik, akhirnya cap itu berhasil di tanamkan. Alger lalu mengeceknya, ia mengangkat bajunya dan melihat ke dada kirinya. "Ini benar benar tandanya? terlihat sedikit keren, selera beliau memang bagus." Tanda cap itu bergambarkan bintang gelap.
Lalu selanjutnya giliran audrey. Audrey perlahan mendekat sedikit lagi, lalu klein menyentuh salah satu dadanya bagian kanan, dan posisi tangannya klein berada di atas dada milik audrey.
"Hangh~"
Audrey terlihat mendesah, klein yang mendengar itu langsung sedikit tersipu, namun mau bagaimana lagi tanda itu harus di tempel di bagian itu juga.
__ADS_1
Klein lalu menutup matanya di balik kabut abu abu, Dan berpikir. "Apa dia sengaja?"
Beberapa saat kemudian cap itu berhasil di tanamkan, dengan beberapa ******* beberapa waktu yang lalu.
Klein dengan cepat menyingkirkan tangannya sendiri dari dada audrey.
Klein langsung memalingkan wajahnya dan kembali duduk di kursinya.
"Jadi, itu lah tanda yang ku berikan pada kalian, kalian tak akan bisa memberontak dan mengkhianati ku, apalagi menentang segala perintah ku, itu juga berlaku yang dimana ketika kalian mengecap calon bawahan organisasi kita, merak yang di cap oleh kalian, maka mereka juga taka akan bisa menentang kalian." Ucapnya kepada mereka berdua dengan tersenyum.
Mereka berdua langsung memberi hormat, seperti biasa yang mereka lakukan ketika datang di aula dewa.
Audrey lalu mengatakan kepada klein, "Tuan, tujuan untuk mencapai "itu" baru dimulai, dan ini merupakan kesempatan sekali seumur hidup kita." Ucap audrey dengan raut mukanya yang serius.
Alger lalu membalas dengan mendukung perkataan audrey. "Yang dikatakan nona itu benar, jalan kita di masa depan akan di penuhi darah."
Lalu audrey kembali teringat, bahwa nama organisasi mereka belum di tentukan.
"Ngomong ngomong, tuan nama organisasi kita belum ada kan?"
Klein sedikit teringat, bahwa nama organisasinya belum di putuskan. "Kalau begitu, kau nona audrey kau yang akan menamainya."
Audrey langsung gembira "Tuan, memilihku!?"
Audrey lalu dengan antusias menjawab. "Kalau begitu nama organisasi ini adalah "Eternity Club"
Alger yang tak peduli, lalu ia menanyakan kepada klein, "Tuan, jika di masa depan organisasi ini akan semakin besar, maka nama apa atau julukan apa yang harus kita pakai untuk menutupi identitas kami, seperti anda yang sudah menutupinya lebih dulu." Ucapnya dengan menyilangkan kedua tangannya.
Audrey nampak setuju di sebrang meja tersebut.
Klein terlihat menyeringai. "Kalau begitu, alger kau akan ku beri julukan sebagai The Hanged Man."
"Lalu kau audrey kau akan di beri julukan sebagai The Justice."
Mendengar julukan mereka yang baru, mereka berdua tersenyum dan memberi hormat kepada klein sekali lagi dan berbicara.
__ADS_1
"Dengan senang hati, kami mulai sekarang akan mematuhi segala perintah tuan~"