
Di sebuah aula kerajaan, seorang wanita berambut pendek yang pendeknya sampai sedikit melewati lehernya, ia duduk di sebuah singgasana dan memandang rendah segalanya dari atas singgasananya.
"Yang mulia ratu Yuri Ha, akhir akhir ini banyak laporan tentang kelompok bajak laut menyerang gereja night moon. Dan kini banyak keluhan tentang itu." Ucap seorang pria paruh baya, sambil memegang sebuah surat di tangannya.
Yuri ha sedikit bersandar lalu menghela nafasnya dan menyilangkan kakinya dan mengatakan, "Apa kau tau motif, tujuan atau orang di balik kelompok bajak laut ini?" Yuri ha kembali melirik ke bawah dengan pandangan yang merendah.
"Semuanya hampir tidak di ketahui, namun ketika salah satu dari mereka kami interogasi, dia mengatakan, bahwa mereka tak tahu apapun, dan juga dia bilang, akhir akhir ini kapten mereka sering bekerja berlebihan, dan ketika di tanya dan jawabannya yang keluar yaitu, "Beliau, The Devil sedang menginginkan sebuah pengetahuan, beliau sedang menunggu hasil kerja kerasku." Begitula yang di jawab kapten mereka, dan stelah itu orang yang di interogasi tiba-tiba mati, dan sepertinya mereka menanam racun pada tubuhnya."
Mendengar hal itu yuri ha sedikit termenung dengan wajah datar tanpa emosi, "Investigasi lebih lanjut! Beliau itu atau The Devil mungkin akan menjadi ancaman di masa depan, jadi kita harus menyelesaikan mereka secepat mungkin!"
Pria paruh baya itu langsung berlutut dan mengucapkan, "Sesuai keinginanmu yang mulia..."
...............
Keesokan harinya, Klein terbangun di kamar yang sedikit asing baginya.
Klein mencoba mengangkat pandangannya, dan melihat ke sekitar, dia melirik dengan detail dari kanan sampai kiri.
"Huh!? bukannya ini kamar melissa?!"
Klein mencoba bangkit namun ia terjatuh lemas tiba tiba tak berdaya. "Ada apa denganku akhir akhir ini? apa aku terlalu jarang untuk istirahat? atau kurang menjaga kesehatanku?" Ucap klein sambil mencoba meraih kasur di samping kirinya.
Suara pintu terbuka terdengar, di balik itu ada sosok wanita cantik, dan itu adalah melissa. "Klein! apa yang kau lakukan, cepat berbaringlah!" Melissa perlahan lahan mengangkat klein untuk duduk di kasurnya.
Klein menoleh dan menatap tajam ke arah melissa, "Kakak, apa yang terjadi padaku semalam?"
__ADS_1
Melissa dengan wajah bingung pun menjawab. "Aku tak tau pastinya, tapi ketika aku sudah mengantuk sehabis mencuci piring dan masuk ke kamarku dan berbaring di kasur yang empuk tiba tiba aku merasa bantal guling ku lebih besar dari yang sebelumnya, dan ketika ku check ternyata itu adalah kamu klein."
Klein lalu menatap dirinya sendiri di cermin rias milik melissa yang berada tepat di samping jendela, dan menghadap ke jendela.
"Apa aku memang punya kebiasaan seperti itu?" Klein dengan hati hati kembali menyuruh untuk kakaknya pergi ke sekolahnya dulu. "Kakak, kau pergilah ke sekolah, aku akan beristirahat, jadi jangan mengkhawatirkan ku." ucap klein dengan nada yang mencoba terlihat kuat.
Melissa hanya terangguk sedikit, lalu berbalik dan pergi.
"Hufft, apa aku terlalu banyak pikiran? di kehidupan ku sebelumnya ketika aku menjadi pembunuh bayaran terkuat, aku telah terlalu banyak membunuh, apakah ini hukuman bagiku? karena mempunyai fisik yang lemah..."
Mata Klein perlahan lahan sedikit terpejam, dan ia akhirnya tiba di sebuah tempat yang familiar.
"Huh?? ini kan aula dewa!!" Klein kembali melihat sekeliling dengan tatapan tak percaya. "Ini benar benar nyata! jadi kejadian beberapa hari yang lalu bukanlah mimpi semata!" Klein kembali mengenakan pakaian yang ia kenakan ketika menjadi The Devil.
"Kalau begitu, bisakah ku panggil mereka?" Klein memunculkan sebuah gelembung berwarna biru tua dan kuning cerah.
.....................................
Di laboratorium penelitian keluarga bangsawan Hall.
Audrey terlihat sedang bereksperimen menggunakan alat yang lumayan canggih.
"Fufufu, tuan Devil pasti akan menyukai eksperimen ku, dengan ini aku telah menguji surat yang tuan alger berikan, jadi tinggal menunggu satu minggu lagi agar hasilnya keluar, benar kan tikus kecilku yang manis?" Ucap audrey dengan nada yang riang, audrey terlihat sedang tersenyum jahat kepada tikus percobaannya, yang ternyata seorang manusia.
"Aku akan melakukan segala cara untuk membahagiakan tuanku! pengetahuan yang ia berikan itu tak terbatas, tuan telah memilihku sebagai orang terpentingnya~" Audrey tampak gembira, lalu sesaat setelah itu gelembung berwarna kuning cerah datang di sampingnya.
__ADS_1
"Huh?? panggilan dari tuan!" Audrey dengan cepat melepas perlengkapan lab yanga ada di tangannya, lalu ia segera meletuskan balon tersebut.
Kilatan cahaya berwarna kuning dengan cepat membawa audrey ke aula dewa.
...........................
"Hei kau yang sedang bermalas malasan, kau perlu membelokan kapal ke timur, kita akan ke kerajaan Victorian!" Alger dengan raut sedikit serius menyuruh bawahannya untuk membelokkan kapal mereka.
"Hei sudah kubi-" Alger menyadari bahwa ada gelembung biru tua di sampingnya. "Beliau sudah memanggil."
PLAk!
Pecahan balon terdengar kembali membawa alger dengan kilatan cahaya biru tua dalam sekejap.
....................................
Di aula dewa....
Klein terlihat sudah duduk di kursinya yang paling ujung di tengah ujung meja yang panjang itu.
2 Kilatan cahaya muncul secara tiba tiba.
Klein mengangkat tangannya dengan maksud menyambut. "Selamat datang kembali, di aula dewa, para pelayanku yang setia.."
Audrey alger, menunjukan sikap hormat, alger membungkuk hormat, sedangkan audrey menggunakan gaya hormat dari bangsawan.
__ADS_1
Klein lalu menyeringai, dan mengatakan. "Baiklah, saatnya aku mendengar hasil dari pekerjaan kalian..."