Lord Of The Heaven And Hell

Lord Of The Heaven And Hell
Tujuan Misterius Yang Ingin Dicapai.


__ADS_3

"The Devil!?"


Mereka berdua langsung tertegun, "Bukannya itu nama dari salah satu kartu tarot?" Ucap audrey sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Silahkan duduk kembali.." Ucap klein dengan santai sambil bersandar.


Pria bernama alger setelah duduk ia langsung melirik Klein dengan tatapan waspada dan menganalisis. Tak lama kemudian alger akhirnya bertanya.


"Maaf tuan Devil, apa tujuan anda memanggil kami kesini?" Alger bertanya sambil menatap tajam klein.


"Ohh!!! tidak skenario ini belum kupikirkan! dari tadi aku hanya berlagak bahwa aku adalah dewa di tempat ini!!" Ucap klein dalam hatinya dengan cemas.


"Ohh!? Mungkin itu akan berhasil," Sebuah ide langsung saja muncul di kepala klein.


"Bergembiralah, karena kalian adalah manusia pertama yang di panggil oleh dewa ini." Sembari mengatakan itu klein berlagak misterius agar citra misterius yang dia pertahankan tidak rusak.


"Dewa!? bukannya dewa hanya menetap dilangit, dan mengawasi dunia dan bintang yang tak terbatas dari alam yang lebih tinggi?!" Ucap audrey dengan terkejut. Lalu tak lama setelah itu audrey langsung membungkuk hormat karena ia langsung termakan omong kosong dari klein.


"Dewa?!"


Audrey di sisi kanan dari sudut pandang klein sedang berpikir keras. Sedangkan untuk alger sendiri ia menanyakan sesuatu lagi, "Jika dewa terhormat seperti anda memanggil kami berdua kesini, lantas tujuan apa Tn. Devil memanggil kami?"


"Pfft!! aku belum memikirkannya." Klein terlihat bingung, lalu dalam sekejap dia mengingat sesuatu. "Tujuan ku memanggil kalian adalah untuk meminta kerja sama kalian untuk membangun sebuah organisasi.."


Suasana tiba-tiba berubah menjadi sangat serius, audrey lantas menanyakan apa tujuan dari organisasi ini.


Klein sedikit terkekeh, lalu ia memandang ke langit langit, klein melihat gambar burung yabg terbang bebas dan kembali ke rumahnya. Klein kembali memandang mereka berdua dan mengatakan, "Tujuan dari organisasi ini adalah..."


"Dan sebagai imbalannya, kalian akan ku berikan..."


"!!!"

__ADS_1


Mereka berdua tampak terkejut, alger memasang wajah yang sangat serius, sedangkan audrey memasang wajah yang bingung dan sedikit merenung dengan tatapan mata yang sedih.


"Apa itu benar?" tanya alger dengan mata yang serius.


Klein dengan halus menjawab, "Tentu saja, jika itu memang berhasil." Klein mengangkat mengangkat jari telunjuknya, "Jika kalian berhasil apapun akan ku berikan, dan sebagai uang muka aku akan memberikan kalian otoritas dan sebagian dari kekuatanku!"


Jari telunjuk klein tampak bersinar keemasan. Lalu tubuh alger dan audrey nampaknya jg bersinar, seakan mereka di berikan berkah.


Klein lalu mengatakan, "Ini adalah uang muka, ya itu kekuatan, audrey aku memberikanmu kekuatan pengetahuan dan kecerdasan yang tiada tiada tara, alger aku memberikanmu kekuatan untuk memperkuat insting dan kekuatan mistis mu. Dengan begitu kau pasti akan lebih kuat!"


Sinar keemasan itu akhirnya mulai meredup perlahan lahan, audrey tiba tiba merasa bisa merancang banyak hal, dan sekarang alger juga merasa lebih kuat dari sebelumnya.


"Ini berkah?! atau uang muka?!" Tanya alger dalam hatinya.


"Ini luar biasa! aku tiba tiba merasa lebih ringan dan lebih berwawasan dari sebelumnya!!" Audrey sangat senang sampai sampai tak lagi menahan wajah gembiranya.


"Jika memang ini bukan mimpi, maka aku pasti akan bisa menggunakan kekuatan ini di dunia nyata, dan jika kekuatan yang ku peroleh ini bisa kugunakan di dunia nyata, maka itu akan lebih mempermudah pencarian ku terhadap cara untuk kesana."


Klein lalu berdiri, sambil mengetuk ngetuk tongkatnya tiga kali. "Untuk pertemuan hari ini cukup sampai disini, kalau kalian ingin kembali, kalian bisa langsung memikirkan untuk pulang atau kembali, selama aku sudah memberi izin." Ucap klein badannya yang berdiri tegap sambil memegang tongkatnya itu dan menyilangkan kedua tangannya di atas tongkat.


Klein dengan santai mengangkat tangannya, "Silahkan.." Dengan sangat cepat alger menjadi sebuah butiran butiran berwarna biru yang cantik dan menghilang.


"Jadi bagaimana denganmu, Audrey Hall?" Ucap klein dengan melirik tajam dirinya.


Audrey lalu menoleh dan memperlihatkan wajah bingungnya dan bertanya, "Apa anda benar benar yakin bahwa "Itu" memang ada dan bisa untuk dilakukan?"


"Soalnya, aku juga pernah merasakan hal yang serupa dengan mu tuan.." Ucap audrey dengan wajah yang sedih dan tatapan matanya yang suah berkaca kaca, dan perlahan lahan air mata sedikit jatuh.


"Ups. Sepertinya aku sudah tak sopan memperlihatkan wajah ku yang jelek dihadapan anda, kalau begitu, hamba mohon undur diri dan kembali untuk melakukan eksperimen yang dapat membantu anda, dan jika hasilnya sudah keluar maka saya akan memberikannya ke anda terlebih dahulu untuk di chek dan membaginya."


Dalam sekejap seperti alger dia menjadi butiran cahaya kuning keemasan yang cantik.

__ADS_1


"..." Klein hanya diam.


"Perasaan serupa yang sama? kesepian? benar, itu benar, apapun yang terjadi, jika aku bisa memanggil kalian lagi, maka aku akan menanyakan hasil yang kalian dapatkan, karena kalian telah berjanji kepadaku untuk membantuku."


.............


"Kakak, bangunlah.." Nada lemah dari melissa.


Perlahan lahan mata dari klein terbuka, matanya masih sangat berat.


Klein melihat bahwa dia sedang terbaring lemas tak berdaya, serta ia juga melihat melissa menangis di samping tempat tidurnya. "Melissa? kenapa kau disini? bukannya aku tertidur di meja belajarku?"


Melihat kakaknya yang sudah sadar, raut wajah melissa tiba tiba berubah senang dan langsung memeluknya.


"Klein!!!, ku pikir kau benar benar sekarat karena ketika ku lihat di atas meja kemarin malam kau sudah pingsan dan hidungmu mengeluarkan darah yang banyak!" Ucap Melissa dengan wajah yang bersyukur.


"Kumohon, Klein jangan tinggalkan aku sendiri lagi...."


"..."


Melihat itu, klein langsung menyadari bahwa kakaknya telah tertidur di pelukannya.


"Ahhh.. perasaan ini, sudah lama sekali, perasaan dan rasa di khawatirkan oleh keluarga." Klein sedikit memasang wajah kasian kepada kakaknya lalu mengelus kepalanya, dan membaringkannya di tempat tidur klein.


Klein sudah bisa berdiri, cuma tubuhnya yang lemas membuatnya tak bisa berdiri terlalu sempurna. Klein melihat tiba tiba di punggung tangannya terlihat sebuah tato yang berlambangkan cahaya seperti logo.


"Huh, sejak kapan aku memiliki tato?" Raut muka klein mulai bingung dan panik.


"Apakah karena mimpi semalam? tapi jika itu hanya mimpi bagaimana bisa aku mendapatkan hal semacam ini?!" Klein dengan cepat mengusap ucap punggung tangannya. "Ini tak mau hilang! apa ini nyata??!"


Klein tiba tiba melihat tangannya bercahaya, dan di telapak tangannya muncul sebuah bola cahaya yang terang.

__ADS_1


"Apakah yang semalam itu bukan mimpi?" Ucap klein dengan wajah menyeringai dan keringat membasahi wajahnya.


"Hahahaha" Tawa lemas dari klein.


__ADS_2