
Anna : Sya bagaimana kabarmu?
Pesan singkat masuk dari Anna. Syaha sedang santai di sofa apartementnya sambil menonton televisi. Syaha buru-buru menelpon Anna.
"Halo.."
"Syaha.. apa kabarmu?" Suara ceria Anna terdengar.
"Selalu baik Ann.. bagaimana kabarmu?"
"Aku juga baik Sya.. aku rindu Syaha.."
"Sama Ann.. kapan bisa kumpul lagi? Pertemuan terakhir kita menyedihkan. Maafkan aku.."
"Sudah Sya.. jangan diingat-ingat lagi.."
"Oh ya.. bagaimana kabarnya Mas Ray? Apakah dia baik-baik saja?"
Dahi Syaha mengkerut. Kabar Ray?
"Mas Ray? Mana kutahu Ann. Kok kamu nanyain dia ke aku?"
"Lah terus aku harus tanya ke siapa?"
"Mana ku tahu Ann.. kamu tuh aneh deh.."
"Kamu tuh yang aneh. Kalian udah balikan kan Sya? Masak ya ga tau kabar suaminya sendiri.."
Glek. Apa maksud Anna?
__ADS_1
"Anna apa maksudmu? Aku ga faham deh.. siapa yang bilang aku balikan sama dia?"
"Mas Ray sendiri. Dua minggu yang lalu Mas Ray menemui aku di Medan Sya.. kaget banget aku Sya.. Dia minta maaf terus bilang kalian udah balikan. Mas Ray sampai minta restu ke aku juga loh.."
"Hah?"
Kepala Syaha mendadak pening.
"Dua hari setelah itu Mas Nando telpon aku. Katanya Mas Ray juga datang ke Surabaya Sya.. sama juga kayak aku.. Mas Ray minta restu ke Mas Nando.." Jelas Anna panjang lebar.
"Kamu ga bohong kan Ann?" Syaha tak ma.pu lagi berkata-kata.
"Mana mungkin aku bohong Sya.. kamu bisa tanya ke Mas Nando sendiri.."
"Kenapa kamu baru bilang sekarang?"
"Aku ga mau ganggu kalian yang lagi mesra-mesraan karena balikan lagi lah Sya.. Mas Nando juga begitu kok.. dia setuju sama aku.." Cerocos Anna.
"Anna.. masalahnya aku tuh ga balikan sama dia.. dia aja menghilang satu bulan ini Jadi Lucas Company sekarang lagi ada pemimpinnya. Kita ga ada yang tahu dia dimana.. kalau yang kamu bilang itu benar berarti dia mengibarkan bendera perang ke aku Ann.. dia juga memberikan pengumuman ke semua pegawai Lucas kalau aku ini istrinya. Tuh orang kayaknya gila deh Ann.."
Syaha tak habis faham dengan jalan pikiran Ray. Apa maksud pria itu kesana kemari mengatakan kalau Syaha istrinya.
"Syaha kamu tuh yang gila.. masak kamu ga tau maksud Mas Ray sih Sya? Peka dong peka.." Ledek Anna.
"Aku kan sudah menolaknya Ann.."
"Maka dari itu Mas Ray mendekati orang-orang yang dekat sama kamu. Dia itu lagi jyari dukungan Sya untuk ngebantu dia memenangkan hati kamu lagi.."
"Itu tidak akan mempan Ann.. aku tidak akan tergoda dengan lelaki buaya macam dia.. tidak untuk yang ke.du.a. kalinya Ann.. never!" Ucap Syaha tegas.
__ADS_1
"Kamu yakin? Bukannya kamu pernah bilang kamu rindu Mas Ray ya?"
"Kapan? Aku tidak pernah bilang. Anna jangan sembarangan.."
"Syaha Syaha.. mata kamu itu tertutup apa sih Sya.. apa kamu ga bisa kesungguhan Mas Ray buat balikan lagi sama kamu. Jangan bohongi hati kamu Sya.. coba tanyakan lagi. Masih adakah Mas Ray dihatimu?"
"Hubungan kita sudah lama berlalu Ann.. kita tidak mungkin bersama, kamu tahu itu kan. Kehilangan anak itu membuatku hancur. Selamanya aku tidak bisa memaafkannya.."
"Setiap orang pernah membuat kesalahan Sya. Mungkin inilah waktunya kamu memaafkan Mas Ray.. dia sungguh-sungguh ingin memperbaiki kesalahannya. Kalau kamu masih menyukainya tak ada salahnya kamu memberikan Mas Ray satu kesempatan lagi. Luka harus disembuhkan Syaha.." Suara Anna merendah.
Syahapun hanya bisa diam. Dari mana Anna bisa mendapatkan kekuatan untuk mengatakan hal itu? Anna sudah berubah. Dia menjadi lebih dewasa daripada Syaha. Memang sudah waktunya penderitaan diakhiri, luka disembuhkan, dan kebahagiaan diraih.
"Aku masih mencintainya Ann. Sepenuh hatiku. Dia adalah cinta pertamaku. Dia juga suamiku. Sekeras apapun aku berusaha melupakannya, cintaku padanya tak pernah padam.." Tanpa terasa air mata Syaha menetes. Ini adalah kejujuran pertamanya pada orang lain.
"Jangan sakiti hatimu lagi Sya.. terimalah Mas Ray lagi.."
"Entahlah Ann.."
-----
From : Anna
Mas Ray tepati janjimu.. jangan buat Syaha menangis lagi. Aku sudah ngomong sama Syaha. Cuma itu aja yang bisa aku bantu. Sisanya adalah tugas Mas Ray. Syaha masih mencintai Mas Ray.. sukses ya Mas..
Senyum Ray merekah. Tidak ada kebahagiaan yang hakiki selain kali ini. Membaca pesan singkat dari Anna, hati Ray berdesir. Syaha masih mencintainya.
To : Anna
Thank you Anna. Aku akan menepati janjiku. Aku berjanji atas nama Tuhan dan ibuku.
__ADS_1
Bersambung...