Love In Venice

Love In Venice
Episode 38 Kebenaran


__ADS_3

Kediaman Mante terdiri dari tiga bangunan dengan aula besar berada di tengah yang biasanya digunakan untuk berkumpul atau acara-acara penting.


Sepertinya tidak bisa sehari untuk mengelilingi setiap bangunan. Di sayap kanan aula adalah tempat tinggal Nyonya Alice Mante, ibu Ray. Sedangkan di sayap kiri ada Tiara, adik Ray. Bangunan yang ditempati Syaha sekarang adalah kediaman Ray yang berada di belakang aula. Terletak di tengah dari tiga bangunan utama karena Ray adalah kepala keluarga Mante. Pemilik dari lahan seluas 10 hektare dengan ratusan pelayan, tukang kebun, dan sopir. Emejing.


"Tuan besar lahir di sini.." Celetuk Sophia di tengah acara jalan-jalan mereka.


Syaha memutuskan untuk menerima saran Ray untuk keliling ruangan. Anggap saja tour kecil. Kata itu yang Syaha ingat ketika dia sadar tak ada yang bisa dia kerjakan. Semua sudah ditangani oleh pelayan. Bak putri raja. Syaha ingin protes tapi percuma, ketika Syaha menolak, para pelayan akan tetap melayani dia.


"Mmm..." Syaha mengangguk kecil. Jujur dia tidak tahu.


Hubungan singkat Ray dengannya dulu menjadi alasan Syaha tak tahu apa-apa tentang Ray. Tapi Ray tahu segalanya tentang Syaha. Syaha terlalu takut untuk menanyakan apapun tentang hidup Ray, dia hanya ingin bersama dengan Ray. Ingin mempercayai Ray. Memang bodoh sih.. tapi itulah cinta. Buta.


"Anda adalah satu-satu orang yang berhasil mengguncang kediaman ini Nona.." Aku Sophia. Sophia memilih kata Nona dibanding Nyonya tadi pagi. Hal itu karna protes Syaha.


"Aku?" Syaha terkesiap. Langkahnya terhenti. "Ceritakan padaku apa yang kamu ketahui Sophia.." Lanjutnya dengan dahi berkerut.

__ADS_1


"Saya hanya pelayan saat itu.." Sophia menerawang jauh.


"Tuan muda pulang ke London setelah menghilang beberapa bulan. Mendiang Tuan besar marah karena Tuan muda tak bisa ditemukan dimana-mana. Tuan besar mengurung Nyona dan Nona muda tanpa makanan dan minuman. Terjadi pertengkaran hebat antara Tuan besar dan Tuan muda. Saat pertengkaran itu saya adalah salah satu pelayan yang melayani Tuan besar jadi saya tahu apa yang mereka perdebatkan.."


"Ketika Tuan muda mengatakan dia sudah menikah, Tuan besar murka. Tuan besar mengancam akan terus mengurung Nyonya dan Nona muda sampai Tuan muda mau menuruti Tuan besar. Saat itulah saya mendengar nama anda untuk pertama kalinya.. Aisyaha.."


Bola mata Syaha membulat sempurna.


"Saya terus bertanya-tanya orang seperti apa anda yang bisa meluluhkan sikap dingin Tuan muda. Saya juga sempat mengira jika anda yang membuat Tuan muda melarikan diri ke Venice. Ternyata anggapan saya salah. Lima tahun lalu banyak hal yang berubah. Termasuk tentang anggapan saya tentang anda.."


"Apakah aku buruk menurutmu Sophia?"


"Tuan muda sangat mencintai anda Nona. Setiap kali membicarakan anda mata Tuan muda berkilauan.."


"Kalau dia mencintaiku kenapa baru sekarang dia datang? Kenapa dia meninggalkan aku Sophia?" Tanya Syaha dengan senyum getir.

__ADS_1


"Tuan besar mengancam akan menyakiti anda kalau Tuan muda tidak mau bertunangan dengan Nona Samantha.."


Syaha diam. Dia ingat nama Samantha. Perempuan cantik itu yang bertunangan dengan Ray dulu. Bagaimana kabarnya?


"Ya aku masih ingat dengan Samantha. Ingat sekali.. bagaimana kabarnya Sophia? Apakah mereka jadi menikah? Setelah keguguran aku tidak mau mendengar berita apapun tentang Ray.."


"Tuan tidak pernah menikahi Nona Samantha. Mereka bertunangan saja. Setelah Tuan Besar meninggal Tuan muda langsung membatalkan pertunangan itu dan berusaha mencari keberadaan Nona.."


"Anda adalah wanita pertama yang di bawa Tuan muda kemari Nona.. tolong terima Tuan kembali dan maafkan kesalahannya Nona.. bukan hanya anda yang menderita tapi Tuan juga menderita.. dia sangat mencintai anda Nona.." Suara Sophia bergetar. Dia adalah saksi peliknya kehidupan keluarga Mante. Dia sejak kecil sudah berada di kediaman Mante. Jadi Sophia cukup tahu permasalahan para majikannya. Bahkan Sophia juga tahu kalau Syaha pernah mengandung anak Ray.


Malam itu Ray datang dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan. Mata sayu dan penampilan berantakan. Ray langsung berlutut di kaki ibunya kemudian menangis seperti anak kecil. Sambil terisak Ray mengatakan jika dia telah membunuh anaknya. Anak yang dikandung oleh Syaha. Dia menyalahkan dirinya karena tidak mampu menjaga Syaha. Ibu Ray ikut menangis. Dia juga merasa bersalah. Karena dia Ray meninggalkan Syaha. Sophia berada disana saat itu, jadi dia tahu. Para pelayan yang menyaksikan dua ibu dan anak menangis bersama ikut menangis.


"Setiap orang mengatakan begitu Sophia. Menurutmu aku harus bagaimana?" Tanya Syaha.


"Tanyakan hati anda Nona.. semua keputusan ada di tangan anda.."

__ADS_1


Sepanjang sore itu Syaha habiskan dengan memandang hamparan taman bunga dan burung-burung yang berterbangan.


Bersambung...


__ADS_2