Love In Venice

Love In Venice
Side Story [Axel 3]


__ADS_3

Are you sleeping


Are you sleeping


Brother John Brother John


Morning Bells are ringing


Morning Bells are ringing


Ding Ding Dong


Ding Ding Dong


Kelembutan suara itu melenakan Axel. Pikirannya melayang disuatu tempat. Padang rumput yang hijau dengan angin sepoi-sepoi menyentuh pipinya. Kaki telanjangnya menyentuh rerumputan yang basah karena empun pagi. Aroma bunga memenuhi hidungnya. Jiwanya terbebas. Sejauh mata memandang itu ada padang rumput yang dihiasi beberapa bunga. Hijaunya rumput sangat kontras dengan warna-warninya bunga. Kakinya terus melangkah. Tangannya telentang seperti hendak memeluk angin yang menyapanya.


Rasa nyaman itu berasal dari suara lembut gadis didepannya. Suaranya terngiang di telinga Axel.


"Siapa anda?"


Suaranya sama lembutnya dengan nyanyiannya.


Axel masih membeku. Otak Axel sepertinya sedang loading. Bola mata birunya bertemu dengan bola mata coklat gadis itu.


Mata gadis itu menatapnya tajam. Penuh dengan kewaspadaan. Sorot dingin itu tak sesuai dengan suara lembutnya dan wajah cantiknya. Ya. Axel mengakui jika gadis itu cantik. Dari belakang Axel bisa mendengar suaranya yang merdu. Setelah menoleh gadis itu membuat hati Axel merosot ke tanah. Apakah karena latar belakangnya kaca jendela yang memantulkan cahaya matahari atau bagaimana, yang pasti di mata biru Axel sekarang, gadis itu bersinar.


"Siapa anda? Anda keluarga Tsuma?"


Axel tersentak dari fantasinya begitu mendengar nama Tsuma. Gadis itu kenal Tsuma. Berarti Axel tak salah masuk kamar.


"Ya.."


Satu kalimat itu saja yang bisa keluar dari mulut Axel. Padahal otaknya sudah menyusun rapi kata-kata yang biasa di gunakan untuk merayu perempuannya tapi kali ini gagal. Dia mengutuk mulutnya sendiri.


"Kak.. kapan sampai?"


Suara Tsuma memecah keheningan.


Tsuma masuk dengan Olivia yang duduk di kursi roda yang didorongnya.


Tubuh Axel diseret paksa ke dunia nyata.


"Ah.. iya baru saja sampai.."

__ADS_1


Mulut Axel menjawab pertanyaan Tsuma tapi matanya mengunci gadis itu. Segala gerak-geriknya tak luput dari mata Axel.


"Kakak ga sibuk?" Tanya Tsuma.


"Keponakanku baru saja lahir mana bisa aku ke kantor. Hal ini harus dirayakan Tsuma.." Axel melirik Tsuma sekilas dengan senyumnya.


"Duduklah kak.. kakak mau kopi?"


"Tidak perlu.. aku takkan lama.." Axel duduk di ruang tamu kamar perawatan Olivia.


Tsuma ikut duduk di sebelah Axel.


"Siapa dia?" Tanya Axel mengarahkan pandangan pada gadis yang berada disebelah Olivia.


Bayi yang berada di pelukannya itu telah berpindah ke tangan Olivia. Axel melupakan tujuan utama menjenguk Olivia. Sejak dia masuk sampai sekarang Axel belum melihat wajah anak adiknya.


"Oh itu sepupu Olivia.." Jawab Tsuma.


Sepupu? Axel tak mengenalnya. Dia adalah kakak Tsuma tapi dia tak tahu kalau istri adiknya punya sepupu secantik itu. Sangat berbeda sengan Olivia yang berwajah bule. Sepupu Olivia sedikit berwajah Asia.


Di pernikahan Tsuma dan Olivia harusnya mereka bertemu. Axel tak ingat gadis itu disamping Olivia. Atau memang Axel tak peduli dengan itu?


Saat itu Axel satu-satunya orang yang tak menikmati hari bahagia Tsuma dan Olivia. Dia jatuh ke dalam olok-olok keluarganya karena didahului adiknya menikah.


"Ya.. aku kesana.."


"Kak ini sepupu Olivia.." Tsuma memperkenakkan sepupu Olivia pada Axel.


Axel diam sejenak. Jantung bergemuruh. Jarak mereka sangat dekat saat ini.


"Hai.. Gwyneth Zoey Alexander.. panggil saja Gwyn.. aku sepupu Olivia.." Gwyn mengulurkan tangannya.


"Hai.. Axel Giovino Lucas.. kakak Tsuma dan kakak ipar Olivia.." Axel langsung menyambut uluran tangan Gwyn.


Lembut. Tangannya sangat lembut dan ramping. Axel tercengang dengan isi kepalanya sendiri.


Gwyn tersenyum simpul setelah berjabat tangan dengan Axel. Sebenarnya dia sudah menerka jika pria yang tiba-tiba masuk tanpa permisi itu adalah kakak dari suami sepupunya, Olivia Gya Alexander. Wajahnya sangat mirip dengan wajah suami Olivia, Tsuma.


Axel membalas dengan senyum juga. Rasa geli lagi-lagi merayapi dinding hatinya. Axel sekuat tenaga mengendalikan dirinya dari rasa baru yang menyesakkan dada.


Gwyn kembali ke sisi Olivia.


Menatap punggung Gwyn yang menjauh, Axel merasa kehilangan.

__ADS_1


"Oliv.. punya saudara cantik kenapa tidak dikenalkan denganku.." Jiwa penggoda wanita Axel meronta.


Olivia, Gwyn dan Tsuma kompak menatap kaget pada Axel.


Tsuma dan Olivia menghela nafas panjang. Sementara Gwyn menatap Axel dengan wajah setengah bingung dan terkejut.


Imut. Axel pasti sudah gila.


"Kakak.." Gumam Tsuma pelan.


"Kenapa Tsuma? Dia memang cantik kan?" Axel menunjuk Gwyn yang mematung tak jauh dari kursinya.


"Kakak.. jangan menggoda sepupuku.." Ucap Olivia sedikit marah. "Gwyn menjauh darinya.. dia itu playboy tingkat tinggi.." Tukas Olivia dengan keras.


Axel terkekeh. Dia baru tahu jika adik iparnya memiliki suara yang nyaring juga. Selama ini Olivia selalu menunjukkan sikap lembut di hadapan keluarga mereka.


Axel sama sekali tak menyanggah ucapan Olivia. Dia memang playboy. Melihat ekspesi Gwyn yang terkejut, hati Axel teriris. Ini adalah pertama kalinya dia terganggu dengan imagenya.


"Kakak.. bukankah tujuan kakak kesini untuk melihat anak kami?" Tsuma berusaha mendinginkan suasana.


Dia tahu kakaknya playboy. Tsuma tak menyangka jika sifat brengsek kakaknya tak mengenal waktu dan tempat. Bisa-bisanya.


"Oh iya.. gara-gara Gwyn pikiranku tidak fokus.."


Axel berdiri kemudian berjalan mendekati Olivia.


"Selamat atas kelahiranmu Olivia.. apakah keponakanku laki-laki?"


Axel mengelus pipi bayi di dalam pelukan Olivia.


"Iya.." Suara Olivia sudah kembali normal. "Terima kasih paman sudah mau repot-repot datang melihat Charles.." Lanjut Olivia.


"Aku tidak bisa lama-lama disini. Aku ada rapat sore nanti.. hadiah untuk Charles akan aku kirim kerumah saja.." Ucap Axel.


Diam-diam matanya melirik Gwyn. Rasanya tak ingin pergi. Tapi..


"Sampai bertemu lagi beautiful girl.." Axel tersenyum pada Gwyn kemudian langkahnya melebar menuju pintu.


"Kakak jangan ganggu Gwyn.."


Suara teriakan Olivia tak digubris oleh Axel.


Finish.

__ADS_1


__ADS_2