Love In Venice

Love In Venice
Episode 40 Rencana


__ADS_3

Syaha bangun dengan sisi yang kosong. Tenggorokannya terasa kering. Dengan menopang satu tangannya Syaha mencoba bangkit. Sakit. Sekujur tubuhnya sakit. Hari sudah beranjak sore ketika Syaha membuka matanya.


"Air.." Gumamnya lirih.


Tangan Syaha mencoba menggapai gelas air yang berada di nakas tapi gagal. Tubuhnya lemah sekali. Saking lemahnya Syaha kembali meringkuk dibalik selimutnya.


Mata Syaha benar-benar terbuka dengan lampu gantung di atas kepalanya menyala. Sudah malam.. Batinnya menerka.


"Nona.. anda sudah bangun?" Suara Sophia terdengar lega.


"Iya.." Syaha bangkit kemudian bersandar di kepala ranjang.


"Anda terkena flu Nona.. dokter tadi sudah datang memeriksa anda.." Jelas Sophia tanpa diminta.


"Dimana dia?" Tanya Syaha merujuk pada Ray.


"Tuan sedang mengantar dokter Nona.."


"Berapa lama aku tidur Sophia? Badanku sakit semua.." Suara Syaha lemah. Kalau hanya flu tak mungkin dia sampai selemah ini.


"Dari siang anda sudah tidur Nona.. berarti anda sudah tidur setengah hari.."


"Aku merasa baik-baik saja tapi kenapa badanku lemah begini.."


"Tuan besar akan menjelaskan semuanya Nona.. saya tidak punya kewenangan untuk itu.." Sophia terlihat kikuk. Dia ragu-ragu untuk melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Terima kasih Sophia. Aku akan tanyakan padanya nanti.."


Shopia menunduk hormat kemudian berjalan pergi.


Hari ini dihabiskan Syaha dengan biasa saja. Setelah dokter datang dia tertidur lagi. Saat dia membuka matanya hari beranjak sore. Tubuh Syaha segar kembali setelah tidur. Aktivitasnya dengan Ray menguras energinya. Mereka tidak tidur semalam. Ray terus saja menyerang tanpa mengizinkan Syaha istirahat. Wajar Ray begitu, dia pria dewasa normal yang memendan gairahnya selama lima tahun.


Wajah Syaha memerah ketika dia mengingan momen semalam. Aku bisa gila.. Syaha menutup wajahnya yang malu.


-----


Pagi berganti malam, siang berganti sore, sore berganti malam. Sudah dua hari ini Syaha tidak bertemu Ray. Dia hanya mendengar kabar Ray dari Sophia. Sophia mengatakan jika Ray ada dinas ke Luar Negeri. Kata Sophia Ray menelpon setiap dua jam sekali. Anehnya dia tidak menghubungi Syaha sama sekali. Ah iya.. Syaha diculik Ray ke London tanpa membawa apa-apa. Tadi ada telpon rumah kan? Apa yang terjadi pada Ray?


"Dia sedang tidak melarikan diri kan Sophia?" Keluh Syaha. Persis setelah Syaha menerimanya kembali dia tak melihat batang hidung Ray. Rasa takut tiba-tiba menyusupi hatinya.


Kejadian lima tahun lalu jangan sampai terulang kembali. Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.. kan ga lucu kalau terulang kedua kali.. ahh.. satu lali lagi dapat piring cantik nih ^^


"Dia pernah seperti itu sekali.. lima tahun lalu.." Syaha berhenti sejenak. "Aku hanya takut Sophia.. kehilangan dia lagi.." Suara Syaha parau.


"Tuan tidak mungkin seperti itu Nona.. lima tahun ini sudah cukup menjadi pelajaran untuknya.." Sophia sangat tahu seluk beluk keluarga Mante.


Syaha mengangguk. Aku akan percaya lagi kali ini.. aku memang selalu mempercayai dia.. bahkan setelah dia menyakitiku.. Suara batin Syaha ikut campur dengan urusan otaknya.


"Apakah Nyonya Mante tidak pernah bertanya tentangku Sophia? Kita tinggal di area yang sama. Aku tidak enak hanya berbaring di kamar saja.."


"Nyonya selalu bertanya tentang anda Nona. Nyonya tidak ingin membuat anda tidak nyaman. Kemarin Nyona menjenguk anda, tapi anda sedang istirahat jadi Nyonya kembali lagi.."

__ADS_1


"Aku tidak memberi hormat dengan baik.."


"Tidak apa-apa Nona.. Nyonya bukan orang yang seperti itu.."


"Haruskah aku memberi hormat sekarang Shopia?"


"Sekarang?" Sophia tersentak kaget.


"Iya.."


"Nyonya dan Nona muda sedang tidak di tempat Nona.."


Syaha tampak kecewa. "Mereka kemana? Mereka pasti sibuk.."


"Ah mereka ada sedikit urusan.."


"Kapan mereka pulang?"


"Hah?" Sophia gagap. "Mereka keluar negeri Nona.. saya tidak tahu kapan kembali.."


"Keluarga ini aneh.." Gerutu Syaha.


Diam-diam Sophia tersenyum penuh misteri.


"Aku ingin istirahat. Kamu bisa pergi Sophia.."

__ADS_1


"Baik Nona.."


Bersambung...


__ADS_2