Love Of Generation

Love Of Generation
Harusnya ayah tak pergi berperang.


__ADS_3

"Jangan pergi.,"peluk ibu pada ayah dengan erat dan penuh haru seakan tak akan bertemu dengan ayah untuk selamanya.


"ini adalah tugas seorang prajurit perang.aku harus membela negri ini"jawab ayah sambil menghapus air mata ibu.


"kau tau aku adalah cenayang.tidak hanya firasat tapi auramu sudah menunjukan bahwa kau takkan kembali lagi". kata ibu semakin menangis lebih kencang karna tak mampu membendung air mata.


"aku tau kau seorang cenayang tapi jika takdirku memang sampai disini itu yang harus aku jalani,karna itulah sumpahku"kata ayah smbil memeluk ibu dengan erat seakan tau bahwa itu akan menjadi pelukan terakhirnya pada ibu.tak lama berselang teman ayah datang menjemput ayah dan pergilah ayah bersama mereka.


"karna kematianmu yag akan membawa kemenangan pada negri kita suamiku"kata ibu sambil menghapus airmatanya tanpa memalingkan pandangan ke ayah walau ayah telah pergi dan tak terlihat.


Berhari - hari ibu hanya mengunci diri dalam kamar dan menangis tak henti seolah tak ingin hidup lagi.


"ibu,jangan menyiksa dirimu liahatlah aku anakmu yag membutuhkanmu.hentikan tangismu itu ibu"ucapku untuk menghentikan tangis ibu.


"ayahmu takan kembali dewi.dia akan meninggalkan kita selamanya"tangis ibu semakin mendalam sambil memelukku.

__ADS_1


"jika memang itu takdir ayah,tidak akan ada yang bisa merubahnya ibu"jawabku.seketika terdengar pintu diketuk.akupun pergi membuka pintu


"perintah kaisar semua istri prajurit dan smua anaknya harus hadir ke istana besok pagi"kata pembawa berita dari kerajaan.


"baiklah,terimakasih atas undangannya"jawabku lalu kututup pintu dan memberitahukan pada ibu.


"ibu besok kita diundang di isntana".


"untuk apa,ayahmu juga sudah tidak ada disana"jawab ibu putus asa


"kehadiran kita tidak akan bisa membangkitkan ayahmu dari kematiannya,percuma saja kita kesana"jawab ibu ketus


"pokoknya besok kita akan hadir dipemakaman ayah titik"desakku tegas


"apa kamu tega melihat jasad ayahmu dibakar..?"tanya ibu seolah menolak kehadirannya besok

__ADS_1


"jika memang itu keingan ayah yag terakhir pasti akan kulaksanakan"ucapku sambil melangkah kluar dari kamar ibu.


malam itu adalah malam yag sangat menyakitkan untuk ibu.karna yang dia tahu nafas suami tercintanya sudah tak berhembus dan raga orang yang mengasihinya tak bernyawa.rasanya dia ingin ikut pergi bersama dengan orang yang meninggalkannya itu hanya saja dalam hidupnya masih ada tanggugng jawab yaitu aku.


pagi ini aku bersiap siap akan pergi keistana tapi ibu masih tetap berada dalam kamar mengis haru aku hanya bisa memandanginya jika aku ikut larut bersedih siapa yang akan menguatkan ibu.aku harus kuat.


"ibu apakah kau sudah siap".


tanyaku memastikan


"baju ini kesayangan ayahmu.dia sendiri yang membelikannya untuk ibu.dia pasti bahagia melihat ibu memakai baju ini. tapi ini akan jadi yang terakhir kalinya ibu memakai ini.karna takkan lagi ada uag memandangi ibu dengan senyum penuh cinta seperti ayahmu"seketika tangis ibu mulai membasahi pipinya.


"ibu, biarlah hari ini adalah hari terberat untuk kita, tapi esok kita harus menjadi lebih kuat, agar ayah diatas sana tak merasa bersedih karna telah meninggalkan kita"ucapku sambil memeluk bahu ibu.


kitapun berangkat ke upacara pemakaman ayah.

__ADS_1


__ADS_2