
malam itu ibu berjumpa dengan leluhur untuk memastikan apa yang sedang tetjadi padaku. kata leluhurku ada seorang istana yang sedang sakit hati pada ibu dan ingin menyakiti ibu namun karena ibu bisa menampis kekuatan itu akhirnya kutukan itu mengenai aku. hanya cinta sejati yang bisa membuat aku lepas dari kutukan itu. ibu bertanya tak ada lagi yang bisa diperbuat untuk melepaskan aku dari kutukan ini. kata leluhur tak ada,ibu hanya bisa mendapingiku smpai aku menemukan cinta sejatiku tapi semua itu harus ada imbalan dan itu adalah nyawa ibu.aku yang berada didalam sana tanpa ibu sadari. aku berteriak karena aku tak bisa jika harus kehilangan lagi. aku telah kehilangan ayah aku tak bisa kehilangan ibu. ibu yang merasa sangat terkejut atas kehadiranku. seolah ibu mulai mnyadari bahwa aku memiliki kekuatan dan mulai percaya bahwa aku menemui ayah di perkemahan ayah saat ayah akan meninggal.
"ibu aku tak bisa jika aku harus kehilangan ibu" kataku sambil memeluk ibu
"tidak anakku. kau takkan kehilangan ibu.,ibu akan selalu bersamamu disetiap malammu. agar ibu ikut abadi denganmu sampai kau menemukan cinta sejatimu".ibupun mejelaskan bahwa aku akan abadi dengan rasa sakit sepeti panas dahaga sepeti dibakar setiap malam, semakin hari akan semakin panas. siksaan ini akan hilang jika aku menemukan cinta sejatiku.dan roh ibu akan bersama aku disetiap malamku.
__ADS_1
aku harus mengembara untuk mnacari cinta sejatiku.dan akupun menyetujui perjanjian ini dengan rasa berat hati.
keesokan harinya aku meminta ijin pada kaisar agar memperbolehkan aku untuk keluar istana dengan alasan ingin mencari ilmu lebih banyak lagi.
sang kaisarpun mau tak mau memperbolehkan aku karena aku semakin mendesaknya.
__ADS_1
beberapa hari setelah ijinku pada kaisar ibu meninggal.mungkin saat itu aku terlihat seperti anak durhaka karena kematian ibu tak membuat aku bersedih. karna yang aku tahu ibu berada disebelahku yang sedang berbaring di peti malam ini hanyalah raga yang tak berdaya.
"hei dewi anaku mengapa kau tak menangis"tanya ibu disebelahku.
"untuk apa ibu sedang sehat dan berada di sampingku"jawabku dalam hati.
__ADS_1
"jika kulihat wajahku sangat cantik pantas saja ayahmu mencintaiku dan bahkan sang kaisar meninginkan aku"kata ibu membanggakan dirinya. "lihatlah air mata kaisar.dia pasti sangat terpukul meliat kematianku.tapi bagiku itu bayaran yang pantas dan setimpal untuk kutukan yang dia berikan padamu"imbuh ibu. namun aku tak bisa memperhatiakan dengan jelas ucapan ibu karna aku mulai merasa panas dan kutukan ini mulai menghampiri aku dimalam ini. seolah kulitku terasa terbakar. akupun pamit meninggalkan upacara malam itu. saat berada dalam kamar aku langsung menyiran tubuhku dengan air tapi seolah air itu semakin membuat diriku semakin terbakar. ibu menghampiriku dan memelukku. itu tak bisa mengurangi rasa sakit dari kutukan ini tapi bisa menenangkan aku. ibu menangis melihat aku merasakan kutukan ini untuk pertama kalinya. ibu menyuruhku agar segera meninggalkan istana dan segera mencari cinta sejatiku.
namun setelah kemtiam ibu kaisar jatuh sakit karna tak nafsu makan. dan semakin tetpukul saat mengingat aku akan meninggalkan istana dalam jangka waktu yang tak pasti. tak lama sakit kaisar membuatnya harus menyusul ibu. dan akupun meninggalkan istana dengan segera setelah upacara pemakaman kaisar