
Setelah meminum jus jeruk pesanannya itu Vera merasa sakit perut.
"mas saya permisi ke toilet sebentar yah".
.Ricard hanya mengangguk sambil melihat lihat laptop'nya.
.setelah beberapa lama kemudian Vera kembali.
"ver kenapa kamu terlihat pucat. apa kamu kurang sehat.".tanya ricard yang melihat Vera berwajah pucat.
.
"maaf pak saya sepertinya kurang sehat".lalu Vera berbisik pada ricard. "saya sedang diare pak".ricard reflek tersenyum seperti menahan tawa.
"maaf pak bisa kita tunda. nanti saya akan mengabari anda. atau saya akan ke kantor anda langsung".ucap ricard sambil meminum secangkir cappuccino'nya.
.
"baik pak. saya akan menunggu anda dengan senang hati"ucap seseorang sambil membereskan berkas berkas di meja. lalu bersalaman untuk pamitan undur diri.
"apa perlu kita ke dokter ver".
.
"gak perlu mas. tolong belikan saya obat diare saja".
.
"ya sudah kalau begitu saya pesankan kamar dan kamu istirahat di kamar saja yah"
__ADS_1
.
"baik mas. terima kasih yah".
ricard dan Vera masuk di kamar untuk beristirahat.
lalu ricard pesan pada pelayan untuk membelikan obat diare di apotik terdekat.
.
saat di kamar Vera langsung masuk ke kamar mandi.saat keluar ricard langsung memberikan obat diare pada Vera.
"cepet kamu minum ini. biar cepet mampet".ricard masih menahan tawanya.
.
(apa dia berusaha menggodaku. apa dia tidak tahu bahwa aku adalah lelaki normal yang sudah lama tidak menjamah wanita.) batin ricard. tiba tiba dia teringat ucapan Reno sang mantan kekasih Vera. bahwa Vera tidak pernah ciuman dengan Reno.
ricard lalu memesan makanan pada pelayan hotel. selang beberapa saat kemudian pelayan datang sambil membawa makanan tersebut. ricard ingin membangunkan Vera, ricard salah focus pada bibir ranum vera yang terlihat begitu menggoda baginya.
.Cup.
Ricard langsung mengecup bibir Vera. di rasa kurang puas dengan kecupannya. Ricard mengulangi kegiatannya dan kemudian berubah menjadi lumayan tanpa Ricard sadari sepasang mata Indah pemilik bibir ranum tersebut telah terbuka. Ricard menghentikan kegiatannya.dan Vera pun duduk bersandar di punggung tempat tidur.
"maaf. "ucap ricard
.
"iya mas tidak apa apa."
__ADS_1
ricard tiba tiba mendekatkan wajahnya lagi.
"mau ngapain lagi kamu mas"Vera heran dengan pergerakan Ricard.
"mau cium kamu lagi tadi katanya tidak apa apa".
Vera tersenyum karena maksut ucapanya diartikan berbeda oleh Ricard. ricard langsung melanjutkan kegiatannya mencium Vera karena merasa telah mendapat persetujuan. namun tiba tiba dia berhenti.
"kenapa mas.
.
"apa kamu tidak mau aku cium"
.
"kenapa mas berfikir seperti itu".
.
"karena kamu gak membalas ciumanku"
"saya memang tidak pernah berciuman jadi saya bingung harus berbuat apa".
.
."baiklah kalau begitu kamu cukup diam saja biar aku uang bekerja. ha. .ha.. ha. .".
ricard lalu melanjutkan aksi'nya itu. Vera ikut tertawa mendengar ucapan Ricard.
__ADS_1