
Akhirnya aku dan ibu datang ke upacara penghormatan kematian ayah. walau ibu bersih keras menolaknya.
dengan paksaanku ibupun akhirnya ikut denganku. entah perasaanku saja atau memang benar kaisar sering memperhatikan ibu.seolah ibu memiliki pesona tersendiri smpai Membuat sag kaisar terus memandangi ibu.tapi ibu tak memperdulikan hal itu karna ibu terlalu larut dalam kesedihannya.tak lama setelah acara pemakaman aku dan ibu menghadap kaisar.
"hormat hamba pada kaisar"aku dan ibu berlutut memberi hormat
"kudengar kau adalah seorang cenayang,apakah itu benar? "tanya kaisar yang ingin memperjelas.
"maaf kaisar hamba hanya manusia biasa.hamba tak berilmu seperti para cenayang kerajaan,mohon biarkan hamba dan putri hamba pulang kembali.hamba sedang lelah karena melalui hari ini dengan sangat berat"ucap ibu dengan sangat sopan tapi dengan nada sedih karena teringat sang ayah yang sudah meninggal.
"kulihat anakmu sepertinya dia anak yag sangat pandai sayang sekali jika kau hanya membiarkannya dirumah,tetaplah tinggal disini dengan anakmu akan kuberikan anakmu ilmu yang sangat berguna untuk hidupnya kelak".kata sang kaisar
__ADS_1
"ucapan Kaisar adalah perintah dan harus dilaksanakan.yang membantah adalah pemberontak dan pemberontak harus dihukum mati".ujar pengawal raja.
mau tidak mau aku dan ibu harus tinggal diistana tanpa kusadari ini adalah awal dari masalah hidupku.
ibu sudah tahu jika ini akan terjadi.
Hari demi hari kulalui diistana ini bersama kaisar. beliau sangat baik padaku dan ibu.tapi ibu tetap saja masih bersedih,karena kehilangan ayah adalah pukulan terberat untuk ibu.
"hanya ada aku dan kau.aku tau apa maksut dan tujuanmu menahanku dan dewi disini.bagiku itu percuma karna terlalu dalam cintaku pada ayah dewi aku berterima kasih untuk semua yag kau berikan padaku dan dewi tapi maaf q tak bisa memberikan apa yang kau minta"kata ibu tegas
"kau cukup padai untuk membaca semua keadaan.aku tak memksamu harus mencintaiku saat ini.yang aku tau kau sangat mirip dengan kakakmu yag meninggal itu.dia adalah cinta pertamaku yag tak pernah padam.jika kau mau aku bisa menjadikanmu ratu bukan selir"kata raja seolah memberi tawaran
__ADS_1
"kau cukup pandai membaca aura tapi kau tak pandai membaca sifat kaisar,kakakku memang masih hidup dalam, tapi disisi lain dari ragaku".jawab ibuku
"karna yang kutau kakakmu yag selalu menemaniku saat keadaan apapun. dan karena keangkuhan mendiang ayahku membuatnya harus berada di dunia lain hanya karna dia pelayan dan aku pangeran.semudah itu ayahku menghilanhkan nyawa orang yang kucintai"kata kaisar seolah mengingatkannya pada masa itu.
"kan kutunggu sampai kau benar benar siap menjadi permaisuriku.aku tak ingin memaksamu".imbuh raja sambil meninggalkan ibu.
Aku masih ingat sangat jelas pesta malam itu sangat meriah. Semua orang sangt bahgia hanya ada satu orang diistana yag bersedih dan itu adalah ibuku.dia mengurung dirinya dalam kamar seolah memisahkan diri dari gemerlap kebahagian.kulihat kaisar semakin tak terkendali dengan minuman minuman yag menghilangkan kesadarannya.tegukan demi tegukan melewati tenggorokannya membuat dia berjalan tanpa arah.
akupun ikut larut dalam kebahagian pesta.
tanpa sadar kaki kaisar menuntun kaisar bejalan ke paviliun ibu dan memaksa ibu untuk mau berhubungan intim.dengan sekuat tenaga ibu menolak dan lari smbil meminta tolong pada prajurit dan berkata bahwa raja akan memperkosanya.tapi ibu malah dibawa ke penjara. malam itu sangat berat dan terlihat wajah kaisar sangat menyesal.
__ADS_1