LULLABY

LULLABY
Bakat Terpendam


__ADS_3

Lusa kini telah tiba, hari kedua Mowrin kembali berkumpul di tempat rahasia kerajaan untuk latihan mereka. Morine mulai mencari informasi kembali mengenai kerajaan yang mungkin ada hubungannya dengan Lowin. ia berkeliling di dalam kerajaan melalui lorong-lorong. Famin sheki mengajak kelima orang calon famin itu untuk berlatih di dorlak, dorlak berada di sisi kerajaan yang merupakan tempat latihan sebesar lapangan yang sangat luas sekali yang berbentuk bundar, disana sudah disediakan macam-macam senjata dibibir pintu, ada baju khusus berperang dan para pelatih dari setiap macam senjatanya.


Mereka pergi kedalam dorlak dan melihat kedalamnya, ia melihat banyak sekali para prajurit yang sedang berlatih dengan serius, sheki memberitahukan jika yang sedang duduk diatas balkon yang memperhatikan para prajuritnya yang sedang berlatih. Akhirnya Mowrin bisa melihat garsna yang selama ini dibicarakan oleh banyak orang, ternyata yang dikatakan oleh banyak memang benar justru ia lebih seram dengan otot-otot yang besar sangat kuat dan terlatih.


"Pantas saja ia bisa memegang pedang yang berkali-kali lipat lebih berat, ototnya saja seperti pilar pilar kerajaan" ucap hirsh merasa merinding melihat badan garsna yang tinggi besar.


Mowrin dan yang lainnya kini tepat berada di bibir pintu, Sheki menjelaskan senjata yang sudah mereka lihat di bibir pintu, ada panah, tongkat, tombak, belati, pedang, tameng dan yang lainnya. Mereka sangat terpukau melihat prajurit yang berlatih dengan sungguh-sungguh.


Puuiiihhhhh... Tombak yang dilesatkan Mowrin meluncur menembus angin dengan sangat cepat.


Ssssttt... tombak itu tepat mengenai prajurit yang sedang berlatih dan menancap kuat di tembok dorlak.


Sheki yang melihat tingkah Mowrin menjadi terkejut karena ketika Mowrin melemparkan tombak itu, sang raja dan beberapa obis datang menghampiri garsna yang sedang mengikuti jalannya latihan. Semua prajurit langsung terhenti karena aksinya Mowrin, bahkan hirsh temannya seperti terbujur kaku seperti kehabisan darah melihat tingkah sahabatnya Mowrin. Semua pandangan mata tertuju pada kelima anak terpilih itu khususnya Mowrin yang telah melesatkan tombak yang merupakan ahlinya.


Runag menelan ludah mengingat ia tahu amarah garsna ketika ia kecil melihat sang komandan marah-marah rasanya semua bangunan gemetar, sampai detik ini ia tak pernah melupakan keladian itu. Sang raja terus memperhatikannya dan berbisik pada garsna dan yang lainnya yang berada di balkon itu.


"Apa yang kau lakukan"? tanya Famin sheki.


"I... I... Itu adalah langkah yang benar" Jawab hirsh terbata-bata.


"Apa maksudmu?" tanya famin sheki semakin marah karena pembelaan hirsh terhadap Mowrin.


"Itu langkah yang harus diambil ketika kau melihat orang yang berbeda dari yang lainnya. Lihat, ia memakai senjata yang berbeda dari yang lainnya, tak hanya itu gerakan latihan ia berbeda dari yang lainnya" jelas Hirsh setelah melhat keanehan dari salah satu prajurit itu meskipunn awalnya ia merasa gelisah.

__ADS_1


Proookkkk... Prookkk... Garsna bertepuk tangan dengan lantangnya dan senyumnya yang terhias diwajahnya. Tepuk tangan itu disertai oleh tepukan sang raja, obis dan para prajuritnya. Mowrin langsung tersipu malu karena menjadi pusat perhatian


Sheki tersenyum melihat tingkah Mowrin yang sigap. "Kau hebat, tak salah jika lestiw mengangkatmu sebagai famin yang disebut namanya paling pertama"


"HHhhhmmm... terima kasih" Mowrin menjawabnya dengan malu-malu. Ia tak tahu sama sekali jika itu adalah salah satu test yang diberikan oleh para seniornya.


Mowrin merasa tubuhnya lemas dan rasanya ingin terjatuh, tapi sebelum runag yang berada dibelakangnya ingin menangkap Mowrin, hirsh yang berada disampingnya sudah menangkapnya terlebih dahulu.


"Kau tak apa-apa?" Bisik hirsh.


"Aku baik-baik saja"


Mowrin yang hampir tejatuh tak dirasakan oleh yang lainnya, Mowrin menyadari ada yng tidak beres, oleh karena itu ia sudah menahan tubuhnya.


"Kau ternyata sangat hebat untuk seukuran perempuan?" Garsna masih bertepuk tangan. "Kau memiliki mata dan insting yang tajam, kau cocok sekali menjadi Famin atau mungkin asistenku"


"Terima kasih" ucap Mowrin.


"Kau juga seorang analis yang hebat, sangat cepat sekali kau melihat sesuatu yang ada didepanmu, kalian tim yang cocok"


"Ya, karena kami adalah sahabat" ucap hirsh denagn bangganya.


"Pantas saja kalian sangat kompak" puji garsna.

__ADS_1


Ditengah kebahagian Mowrin dan hirsh yang mendapatkan banyak pujian, runag terlihat kesal melihat mereka, tak ada satupun orang yang melihatnya atau memperhatikannya, semuanya tertuju kepada kedua sahabatnya itu.


"Siapa nama kalian?" Tanya garsna.


"Aku Mowrin raskali"


"Aku Hirsh lenima"


"Pantas saja, keluarga raskali, keluarga yang sangat lihai dalam bertarung dan bertahan. Lenima keluarga yang pandai dan pintar. Nona Raskali kau tidak berbohong kepada keluargamu untuk menjadi seorang famin?" Pertanyaan garsna membuat Mowrin tercengang.


"Apa maksudmu?" Tanya Mowrin.


"Yang selama ini aku tahu sudah beberapa generasi keluarga raskali tidak mengikuti ujian rahasia ini" penjelasan yang dikatakan garsna memang sangat tepat.


"Tidak, aku sudah meminta izin dari keluargaku" jawab Mowrin dengan mantap meskipun hatinya tak bisa membohongi jika ia memang benar telah berbohong kepada ibunya.


"Kau tuan Lenima, bagaimana bisa kau ikut ujian ini?" tanya garsna pada hirsh.


"Itu sangat mudah, karena aku tak ingin terus memendam semua yang ada diotakku, aku hanya ingin mencurahkan semua pengetahuan yang telah ku pelajari" jawab hisrh optimis


Garsna mengangguk pasti dengan jawaban mereka yang begitu meyakinkan. "Baiklah... Kalau begitu, setelah selesai kalian akan kembali ke dorlak dan dilatih olehku secara langsung" senyuman garsna begitu mencurigakan namun meyakinkan.


"Ternyata batu akan lebih besar ketika direndam didalam air lebih lama" sindir runag.

__ADS_1


Hirsh dan Mowrin yang mengetahui maksud dari runag, mereka berdua mengabaikannya dan berpura-pura tidak mendengar yang dikatakannya. Kelima anggota famin muda itu menuju tempat berkumpul mereka dan menyelesaikan tugas kedua mereka tinggal tugas terakhir mereka yaitu memantapkan hati mereka untuk yakin mengambil dan mengemban tugas yang akan mereka jalani..


__ADS_2