LULLABY

LULLABY
Sang Pengagum


__ADS_3

Gyahhhhhh...


Hyaaaaaa...


"Kak... Hati-hati dengan tombakmu, pisaunya hampir mengenaiku" tubuh Lowin kaku tak bergerak ketika senjata sang kakak hampir mengenainya.


Tak seperti adiknya, setiap sore kakaknya selalu berlatih dihalaman samping rumahnya. Lowin sangat senang ketika melihat kakaknya berlatih dan lihai memegang senjata. Mourine sangat mahir bela diri dengan menggunakan senjata tombak yang terbuat dari tongkat dan pisau diujungnya. Tombak kakaknya berbeda dari yang lainnya karena senjata itu buatan asli dari tangan Mourine yang telah dirubah, sama tapi tak serupa dan tak ada yang tahu tentang hal itu, termasuk sang Ibu yang takut jika melihat anak gadisnya bermain senjata tajam. Oleh karena itu Mourine hanya latihan dasar jika sang Ibu ada di rumah, tapi tidak di hari libur karena Ibu yang harus berjualan dipasar membuat Mourine bisa leluasa bermain dirumah seperti tak ada harapan jika ada musuh yang berani melawan kakaknya.


Lowin hanya bisa melihat Mourine berlatih karena umurnya yang masih empat belas tahun tidak diperbolehkan menggunakan senjata tajam. Jika diperbolehkan untuk berlatih haruslah ia menggunakan senjata yang terbuat dari kayu atau benda yang tidak berbahaya. Lowin lebih senang melihat kakaknya berlatih apalagi jika sang Ibu tidak ada dirumah gerakannya sangat hebat dan keren, yang lebih penting lagi Lowin merasakan kepuasan ketika melihat gerakan sang kakak. Ia seperti sedang mengikuti pertarungan yang sesungguhnya.


Sssett... Sssettt...


Plkkkk... Plakkk...


Gerakan tombaknya terkadang membuat Lowin gemetar dan takut.


"Lebih baik kau temani kakak bertarung" ujar sang kakak.


"Bolehkah aku ikut berlatih bersama kakak" sahut Lowin sumeringah.


Didalam hatinya Lowin sangat ingin seperti kakaknya, ahli dalam bela diri dan menggunakan senjata. Tapi rasa takutnya kepada peraturan membuatnya takut untuk berkata dan bertindak. Peraturan di botimalos sangatlah ketat, tak ada yang boleh dilanggar tanpa terkecuali, entah itu muda atau tua, orang yang melanggar mestilah tetap dihukum. Oleh karena itu, Lowin senang karena kakaknya mengajak untuk berlatih bersama.


"Gunakan ini..." Mourine melemparkan pedang kayu yang dIbuatnya untuk adiknya.


"Terima kasih kak"


"Kau lihat itu" sang kakak menunjuk ke tembok yang terbuat dari kayu yang ada di halaman rumahnya yang sudah di tandai seperti papan lempar.


"Ya... Aku melihatnya" angguk Lowin.


"Lihatnya..."


Pppssssshhhhh... Dakkk.


"Waawwwww..." Lowin berteriak kencang terkesima melihat aksi kakaknya.

__ADS_1


Mourine ternyata tak hanya pandai memainkan tombak tetapi pedang jarum yang sebelumnya tak pernah Lowin lihat.


"Senjata apa itu kak" tanya Lowin.


"Ini Moul, pedang kecil menyerupai jarum, ini senjata khusus buatan kakak jadi hanya kau yang tahu dan kau jangan bilang pada Ibu. Oke, aku akan tinggalkan beberapa untukmu"


Lowin hanya mengangguk tak bisa berkata apa-apa karena senang sekali akan melihat senjata pemberian kakaknya.


"O ya, jangan lupa bawa senjata kayu itu kemanapun kau pergi, karena itu tak berbahaya dan mungkin itu bisa membantumu"


Lowin hanya tersenyum dan terus mengangguk-angguk.


"Berhenti!"


Anggukan kepala Lowin langsung berhenti.


Lowin memang sangat dekat dengan kakaknya daripada Ibunya sendiri, Lowin tak mengenal ayahnya karena ia ditinggal oleh ayahnya ketika ia berumur satu tahun dan Mourine 7 tahun. Ia tak kenal ayahnya baik wajah ataupun baunya. Ibunya sIbuk berjualan obat-obatan di pasar, karena itu ia hanya ditemani sang kakak, karena hal itu juga kakaknya tak melarangnya untuk pulang sore karena sang adik datang tak lama setelah Ibunya.


ooo L U L L A B Y ooo


Garsna adalah komandan perang tertinggi, ia memegang kendali penuh atas keamanan di kerajaan botimalos. Garsna memiliki tubuh besar, gempal dan wajah yang seram. Ia merupakan komandan perang yang sangat kuat, pedang yang dipegangnya saja bisa berkali-kali lipat beratnya dari pedang biasa, hanya dengan sekali ayunan banyak pasukan yang rubuh ataupun bangunan yang runtuh.


Garsna memiliki beberapa kapten untuk memimpin pasukannya masing-masing. Kerajaan kecil yang paling jauh ini sedang gusar karena pasukan irgot mulai menyerang, entah tahu apa yang sedang mereka cari, yang mereka tahu semua pasukannya disebar merata. Botimalos bukanlah kerajaan yang besar untuk melampaui pasukan raja Xyor. Sang raja menjadi kesulitan jika mereka datang ke kerajaannya.


Kerajaan menjadi gusar dan tak terkendali. Para obis yang merupakan petinggi kerajaan mulai sIbuk mencari cara untuk menyelamatkan rakyat dan kerajaannya.


"Apa yang sebenarnya raja Xyor cari, setelah lama ia diam mengapa ia sekarang mulai menghancurkan apapun!" Tanya raja Tobi heran.


"Kita tak tahu apa yang sedang ia cari, kita mungkin akan mengetahuinya jika menunggu sampai sisa dari famin itu datang kemari" jawab garsna.


Garsna dan yang lainnya sedang menunggu jawaban dari pertanyaan yang ada di benak mereka. Mereka semua sedang menunggu 4 famin dari ke tujuh famin. Mereka juga merasa khawatir Dengan penantiannya, bagaimana tidak salah satu famin sudah terkena serangan mahluk yang mereka juga tidak mengetahuinya, 2 famin sudah berada di botimalos dan mereka hanya tinggal menunggu ke 4 famin Yang mereka juga tidak mengetahui keadaan yang sesungguhnya.


ooo L U L L A B Y ooo


Hiaattt... Hiatttt...

__ADS_1


"Kakak, kau bisa juga menggunakan panah?" Tanya Lowin.


Mourine mengeleng-gelengkan kepala. Lowin yang melihatnya bingung dengan gelengan kepala kakaknya.


"Apa maksudnya kak?"


"KakaK tak bisa bermain panah, tapi melempar... kakak ahlinya!" Mourine membanggakan dirinya.


"Owh begitu, tapi apa bedanya kak...? Bukankah sama!" Jawah Lowin datar dan semakin bingung.


"Entahlah tapi kakak tak bisa melempar dengan busur. Kakak lebih suka langsung dengan menggunakan tangan"


Mourine dan Lowin lalu melanjutkan kembali latihan mereka, Lowin sudah mulai terbiasa menggunakan dan mengayunkan pedang kayunya. Lowin berlatih dan belajar dengan senang dan riang, tak seperti Lowin ketika ia disekolah atau diluar rumah. Tak ada yang bisa mengenal atau menyatu dengannya.


Lowin sangat senang sekali bisa berlatih pedang dengan kakaknya, senyumnya terus terlukis di wajahnya. Namun Pandangan sang kakak tak pernah lepas dari adiknya, meskipun ia sedang mencoba menangkis serangan dari Lowin tapi tatapan terus melihat Lowin, ia seperti merasakan sesuatu pada adiknya, Mourine merasa takut karena sepertinya akan terjadi sesuatu padanya. Yang menjadi pertanyaan untuk Mourine, sebenarnya Lowin tahu atau tidak tentang gambarnya.


"Mourine..." Panggil seorang lelaki dari luar pagar halaman.


Mourine dan Lowin kompak melihat kearah suara itu yang menghentikan latihannya.


"Ito Sheki!" Desah Lowin melihat kedatangan gurunya.


"Kau berlatih sendiri dulu, kakak akan kembali" titah Mourine.


Mourine menghampiri Sheki yang sepertinya serius sekali. "Ada apa?" Tanya Mourine heran.


"Aku akan mengajakmu ke kerajaan botimalos, menurut ito Lestiw kau anak yang berbakat" ucap Sheki.


"Benarkah itu? Kapan?" tanya Mourine antusias.


"Besok, ketika kau akan sekolah. Kau akan diajak oleh Lestiw, hanya tujuh orang yang terpilih yang akan dilatih secara diam-diam termasuk kau. Kau harus rahasiakan ini"


Lowin yang melihat kakaknya sangat sumeringah sekali berbicara bersama ito Sheki, Lowin merasa penasaran dan ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Terlihat serius dan menyenangkan.


Ito Sheki langsung pergi setelah menyampaikan pesannya.

__ADS_1


__ADS_2