
Sangat jelas terlihat permukaan langit yang gelap dan mengeluarkan petir yang terus bergemuruh. Para Ksatria menyambangi pesisir danau dan saling bertatapan mata, karena mereka mendapati tempat yang lebih besar dengan kilatan petir yang sangat kencang dan saling bersahutan memekakkan telinga daripada tempat lainnya.
Sejauh mata memandang dari seberang danau membuat badan ini merinding serasa sulit bergerak dan Kulit ini tak henti-hentinya mengeluarkan keringat dingin. Para Ksatria itu melihat sebuah pulau yang cukup besar dengan di kelilingi bukit-bukit yang tampak gelap dan hitam bahka. pohon yang berdiri itu sama gelapnya dan tidak berdaun, sehingga para Ksatria tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada didepannya sekarang ini. Bukit itu besar, gelap dan sangat menyeramkan. Melihat dari jauh saja sudah membuat badan ini merinding.
Para Ksatria itu tak mengerti dan mencoba untuk melihat dengan jelas apa yang berada dibukit itu. Mereka juga tak kehilangan akal, dalam keadaan mempertaruhkan nyawanya, hidup dan mati mereka terus mencari tahu apa yang ada di dalam sana. Karena jika tidak kali ini, mereka takut bahaya yang datang akan jauh lebih besar. Para Ksatria mencari tempat yang lebih tinggi dan mereka terkejut ketika melihat sebuah bendera yang tak asing, namun sebagian dari mereka ada yang tidak mengenalnya, bahkan tidak pernah mendengar. Bendera itu tertancap dan berkibar diatas bukit paling tinggi tanpa ada istana yang terlihat.
Salah seorang Ksatria mengatakan itu adalah sebuah bendera yang berasal dari Kerajaan Xyurmaf. Kerajaan kecil yang berada di bawah Kerajaan Barberad. Para Ksatria bertatap muka mendengar Kerajaan Xyurmaf yang samar-samar diingatan mereka. Bagaimana mungkin Kerajaan kecil bisa menakutkan seperti itu?. Kerajaan Xyurmaf yang tak dikenal oleh banyak orang, kini Kerajaan Xyurmaf telah berubah menjadi sebuah kerajaan besar, berdiri sendiri dan penuh dengan aura kegelapan.
__ADS_1
Kerajaan Xyurmaf kini telah terpisah dan terbelah oleh lautan yang mereka sebut lautan abu karena gelaonya awan yang tidak bercahaya tidak menampakkan apaoun hanya air berwarna gelap. Kerajaan itu kini berubah dan dikelilingi beberapa bukit yang menjulang tinggi hanya ada bendera Kerajaan Xyurmaf yang terus berkibar dari puncak bukit itu, entah ada apa dari balik bukit itu. Para Ksatria tak habis pikir dengan kejadian tersebut. Mereka hanya terdiam dan saling pandang dalam kegelapan. Sebagian dari para Ksatria ada yang kembali ke Kerajaaan masing-masing, namun ada pula yang nekad untuk melewati Kerajaan yang kini sudah terpisahkan oleh lautan.
Mereka menggunakan alat seadanya untuk menempuh perjalanan kesana, namun ada juga Ksatria sombong yang terus menantang dikeadaan yang genting seperti ini. Ada sekitar beberapa perahu Ksatria yang berani mengayuh kesana meski beberapa diantara mereka juga ada yang tenggelam, kelelahan, terkena ombak dan ada juga yang mendapat gangguan dari mahluk didalam air itu. Seolah-olah mereka tidak mengizinkan siapaoun untuk masuk kedalam wilayah itu.
Akhirnya ada seorang Ksatria yang mencoba untuk terus mengayuh di lautan untuk melihat lebih dekat. Ksatria itu berhasil mendarat di gunung yang kini sudah terlihat jelas oleh mata, sangat terjal dan panas. Ksatria itu dengan tangguhnya mendaki perbukitan yang ternyata lebih tinggi dari dugaannya dan jalannya terlihat sulit untuk dilalui. Baginya menjadi seorang Ksatria bukanlah menjadi orang terkuat tetapi karena memberikan segenap kekuatan untuk melindungi apapun yang terjadi untuk keluarga, kerajaan atau penduduknya. Karena itu ia menemouh berbagai macam kesulitan demi menaklukkan apapun yang menjadi lawannya. Ia terus berjalan dan mendaki di kegelapan dan langit yang terus mengumandangkan suara petir.
Ksatria itu adalah Ksatria Almis dari Kerajaan Alimos. Ksatria yang datang dengan keberanian, kebanggan dan kehormatan. Ksatria pemberani yang datang dalam keadaan selamat sampai ia tua dan menghembuskan nafas terakhirnya. Karena ialah dunia mulai merasakan ketenangan. Bahkan monumennya terpampang dengan jelas didepan Kerajaan alimos yang megah dan besar yang kini telah menjadi kebanggaan dari Kerajaan alimos itu sendiri.
__ADS_1
Dibawah kekuasaan Kerajaan Xyurmaf, Kerajaan Ryekal yang sekarang dipimpin oleh seorang penyihir yang sering mengirimkan pasukan Irgot yaitu mahluk berwarna hijau, berlendir dan bau ke semua tempat didunia ini.
Karena peperangan ribuan tahun lalu yang tak kunjung usai salah satu Desa di bawah Kerajaan Alghardlin mengatasnamakan dirinya sebuah Kerajaan yang bernama Bok Botimalos. Bahkan setelah kejadian gempa bumi dahsyat Kerajaan itu tetap bersikukuh untuk melindungi Penduduknya dengan caranya sendiri. Desa itu bermaksud untuk melindungi keturunan-keturunannya dari kejahatan dunia luar yang telah dialami dan dilihat oleh mereka secara langsung. Tak satupun yang bisa menjelaskan masa lalu dan tak ada yang bisa menerka seperti apa masa depan.
Penduduk Botimalos menjalani hidup hanya sebatas kebiasaan. Bukan karena tak ada keinginan melainkan karena mereka juga tak bisa melangkah lebih jauh dari garis yang dibatasi bahkan untuk zaman sekarang ini mungkin tak ada yang mengetahui kebenarannya sama sekali jika hal itu memang ada. Penduduk jaman sekarang hanya mengetahui jika dunia ini sama seperti halnya Botimalos. Damai dan juga tentram.
Mereka hanya berkutat pada peraturan dan perkataan para pendahulu yang sudah tercatat dalam ingatan para Penduduk. Para sesepuh menutup semua informasi dunia luar dari jaman ke jaman, semakin lama semakin berkurang orang yang mengetahui tentang hal itu. semakin banyak pula orang yang tidak mengetahui tentang dunia yang sesungguhnya. Semuanya terkubur begitu saja terbawa oleh para orang tua sebelumnya yang telah mengalami dan mengenang akan hal itu. Mereka juga dilarang untuk menceritakan apapun mengenai masa lalu. Tak ada yang mengetahui sejarah bahkan buku bacaan yang disediakan terkesan jauh dari dunia nyata yang sesungguhnya.
__ADS_1
Orang-orang sangat sibuk seperti tidak terjadi sesuatu. Hampir dari mereka hanya berpura-pura mengikuti zaman. Semuanya disembunyikan bertujuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya dan mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan pada masa depan., lebih tepatnya mereka takut untuk mengingatnya. Sudah beratus-ratus tahun itu semua terjadi. Kini cerita hanya tinggal cerita, hanya sebuah mItos dalam sebuah dongeng, dan hanya perkataan yang terbawa angin. Kini menjadi sebuah cerita yang sudah asing dan dilupakan. Tak ada lagi yang mengetahui, tak ada lagi yang menceritakan dan sebuah buku pun telah menjadi usang dimakan usia.
3071 tahun kemudian...