LULLABY

LULLABY
Dunia Kini


__ADS_3

Zaman seperti inilah yang diinginkan oleh orang pada zaman dahulu menghilangkan kenyataan tentang dunia, bukan bermaksud untuk menjebak zaman ini dalam keinginan mereka melainkan untuk melindungi dari sesuatu yang menakutkan seperti yang mereka alami sebelumnya dan berharap keturunanya tidak mengalami hal seperti yang mereka alami. Bahkan sampai sekarang ini tak ada yang mengetahui apakah ada jejak sejarah yang sebenarnya tentang hal itu ataupun keturunan dari mereka yang sengaja untuk merahasiakan semua kejadian itu dari masyarakat luas.


Semua orang di jaman ini merasakan senyum, anak-anak bermain dengan senang menikmati suasana dan pemandangan sebuah pedesaan yang berada di kaki sebuah gunung dengan hutan yang sangat lebat. Tak ada yang mengetahui sama sekali jika desa itu diberi penghalang. Ya, desa mereka memang dikeliling oleh hutan yang lebat, sungai yang besar dan jurang yang sangat curam. Bukan tanpa alasan para pendahulu mencari tempat seperti itu. Oleh karena itu, tak ada satupun orang yang pergi jauh dari desa, mereka memanfaatkan hutan dan sungai yang ada disekitar mereka.


Desa yang sangat aman dan bahagia melahirkan pula anak-anak yang selalu ceria mengisi kekosongan dengan teriakan dan tangisan mereka. Sesekali mengganggu atau membantu orang tuanya yang sedang sibuk meladang dan mencari kayu kedalam hutan. Tapi tidak dengan anak yang satu ini, meskipun umurnya masih Sekitar tiga belas tahun, ia tak mirip sama sekali dengan anak-anak yang seumuran dengannya. Seusai pulang sekolah anak lainnya bermain ataupun mempelajari pelajaran mereka dirumah dengan temannya yang lain.


Ia justru datang ke Dermaga yang letaknya di sebuah sungai yang jauh dari hiruk pikuk aktivitas masyarakat. Sebuah Sungai yang dekat dengan perbatasan antara desa dan hutan, jarang sekali ada orang yang bermain di sekitar sana begitupun dengan masyarakatnya karena disana hanya terdapat rerumputan yang tumbuh liar dan panjang, tak ada yang bisa dimamfaatkan begit pula dengan sungai jernihnya yang tidak ada ikannya sama sekali. Tempat itu merupakan tempat yang pas untuknya berdiam diri sembari menikmati pemandangan langit dan gunung menjelang sore.


"Oke, sekarang kita akan mencoba membuat sebuah rakit untuk digunakan di sungai, gunanya hampir sama dengan perahu tapi dengan bentuk yang berbeda" ucap seorang Ito menjelaskan.


Ito adalah panggilan untuk orang yang mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih dari semua orang seperti halnya dengan seorang guru. Seorang Ito tak hanya harus mempunyai ilmu pengetahuan tapi ia juga merupakan orang pilihan yang dipilih oleh semua masyarakat disana dan pastinya Kerajaan. Ia diberi kebebasan untuk mencari pengetahuan sebanyak - banyaknya didalam desa tanpa ada larangan besar hanya butuh melapor ketika ia pergi dan memberikan laporan yang didapat. Dan Ito hanya boleh memberitahu hal yang dianggap bermamfaat dan dibutuhkan.


Desa yang mempunyai Penduduk tidak telalu banyak ini hanya mempunyai dua kelas untuk Ito ajarkan dengan kisaran anak berusia sekitar 9 sampai 15 tahun untuk kelas bolwakar atau kelas dasar untuk para pemula mengenal Kerajaan, desa dan isinya serta latihan dasar. Sedangkan umur 16 sampai 22 tahun untuk kelas rannoura atau kelas untuk para remaja yang mulai siap untuk bertarung, menggunakan senjata dan siasat.


Kondisi kelas sangat sederhana tak jauh berbeda dengan rumah para Penduduk yang terbuat dari kayu dan jerami ataupun dedaunan untuk atap.

__ADS_1


"Ito Sheki...!" Seorang anak mengangkat tangannya. "Ayahku pernah membuatnya, hanya saja terlihat sama tapi juga berbeda" anak itu bingung untuk menjelaskannya


Ito Sheki tertawa melihat tingkah anak umur tiga belas tahun itu. "Deki Lihomni, ayahmu adalah seorang tukang kayu, pasti beliau sering membuat perahu ataupun sehenisnya, ayahmu sudah pasti sangat mahir tentang hal ini, tapi untuk kali ini kau dan kalian semua harus membuatnya sendiri" ujar Ito mencoba memberi pengertian untuk anak didiknya.


"Yang benar saja Ito, kayu itu sangat berat sekali" seru anak lainnya.


"Ito tahu kalian pasti akan mengeluhkan hal itu! Ito sudah menyiapkan Semuanya, jadi kalian akan memulai dengan membuat rakit yang terbuat dari ranting kecil dan Ito membebaskan kalian untuk memberikan penampilan semenarik mungkin dengan contoh rakit yang Ito pegang ini. Sekarang kalian harus coba dan besok Ito akan menilai semua yang kalian buat dan yang paling bagus akan Ito beri hadiah" Ujar ito Sheki memberikan semangat.


Seisi ruangan kelas menjadi senang dan ribut, semua murid sudah tak sabar untuk menyambut hari esok dan mendapatkan nilai dan hadiah yang akan diberikan oleh Ito. Berbeda dengan anak yang satu ini, ia hanya menunjukan wajah yang biasa saja tak ada rasa senang dan penasaran dengan hadiah tersebut. Ia berusaha untuk melakukan pekerjaan sekolah hanya sebatas tugas dan kewajibannya sebagai murid. Ia tak seantusias murid yang lain yang sangat semangat dan tak sabar menunggu hari esok.


"Kau ini, kenapa harus membawa namaku" ucap Dellio dengan polos melihat Miroka menunjuk kearahnya.


Anak yang cuek namun berbakat itu, adalah Lowin raskali anak yang tidak suka dengan kegaduhan. ia lebih senang menghabiskan waktunya untuk menggambar dengan berdiam diri di sebuah dermaga kecil yang ia buat sendiri di dipinggir sungai karena Sepulang sekolah ia tidak langsung pulang ke rumah melainkan langsung ke dermaga tempat ia menyendiri. Entah tahu apa yang membuatnya sering pergi ke tempat itu. Padahal ia hanya duduk berdiam diri menikmati pemandangan sore dan sesekali melakukan sesuatu yang menurutnya menarik atau menggambar. Ia sering menatap apa yang ada didepannya, meskipun itu hanyalah sebuah langit, pegunungan, hutan dan aliran sungai yang tenang.


Wajahnya yang tidak pernah memberikan keseriusan dalam pelajaran membuat teman - temannya jengkel akan sikapnya. Setiap kali temannya mengobrol dengannya, Lowin hanya menjawab dengan singkat dan secukupnya, karena itu juga teman-temannya tak senang dekat-dekat dengannya padahal ia anak yang cukup pintar. Tak sedikit pula orang yang mengatakan jika Lowin adalah orang yang aneh. Berbeda dengan teman sekelasnya Miroka pabeli, anak yang juga dijauhi oleh teman-temannya bukan karena diam melainkan ia kebalikannya dari Lowin, sikapnya yang suka membuat onar, membuat temannya merasa kesal jika dekat dengannya. Ia juga penuh curiga terhadap orang lain.

__ADS_1


Miroka sangat sering sekali mengganggu Lowin karena sikapnya yang seolah-olah tak peduli di dalam kelas tapi ia selalu mendapatkan perhatian lebih dari Ito di setiap tugas yang diberikan, ia pasti tak akan melewati nilai yang bagus dan itu membuat Miroka jengkel. Sedangkan Dellio Laxotta adalah teman dari Miroka ia merupakan anak yang cerdas melebihi lowin dan mudah memperlajari sesuatu hal, Selain itu ia juga punya selera humor yang terkadang sangat menggelikan, hanya saja ia tak seperti Miroka yang mempunyai kekuatan fisik yang lebih kuat, hal itu dikarenakan Dellio juga merupakan orang yang santai dan tak suka menggunakan ototnya. Namun dirinya cepat panik jika ada terjadi sesuatu yang buruk.


"Bagiku itu hanyalah hal mudah, aku hanya mengerjakan tugas sesuai dengan yang Ito katakan!" ucapnya sambil berjalan meninggalkan Miroka dan Dellio.


"Hhhhhh..."


"Apa maksudmu Dellio! Mengeluarkan desahan seperti itu?" Tanya Miroka.


"Sudahlah ayo kita pergi, kau ini selalu keras tak pernah berubah" ceplos Dellio.


"Hey... Kau ini malah membela dia daripada aku!" Kesal Miroka.


Dellio dan Miroka pulang bersama karena jalannya yang searah. Tidak seperti Lowin, meskipun ia mempunyai teman yang searah ia takkan pulang bersamanya, lowin lebih senang berjalan sendiri dan seperti biasa menghabiskan waktu sampai sore didanau. Dellio dan Miroka adalah sahabat sejak kecil karena ayah mereka juga sudah menjadi sahabat, oleh karena itu mereka sering bermain bersama dan sudah saling mengerti satu sama lain.


Dellio yang berasal dari Keluarga Laxotta adalah Keluarga yan dapat dikatakan pandai karena Keluarga Laxotta adalah penulis sejarah sepanjang perjalanan Kerajaan Botimalos jadi tak aneh ketika Dellio merasa tak asing pernah melihat atau mendengar sesuatu. Peraturan tetaplah peraturan, Dellio tidak diberi kebebasan dan kewenangan untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah.

__ADS_1


Miroka Pabelli berasal dari Keluarga yang mempunyai kekuatan otot yang kuat karena mereka adalah pembuat dan penyuplai senjata jenis apapun untuk Kerajaan, Miroka juga terkadang suka membantu meskipun hanya mengelap sarung senjata. Sedangkan Lowin adalah anak yatim yang tidak mengetahui wajah ayahnya seperti apa karena Lowin ditinggalkan sejak ia masih bayi, namun ia beruntung karena mempunyai Kakak dan ibu yang sangat menyayanginya


__ADS_2