
Obis ivimo dan garsna langsung menyiapkan untuk penyelamatan kerajaan dan masyarakat desa. Obis ivimo adalah obis yang menangani masalah pertahanan dan keamanan dalam pembuatan senjata, pasukan ataupun keamanan diperbatasan.
Mereka hanya bersiap-siap jika suatu ketika ada perlawanan dari Raja Xyor kerajaan Xyurmaf. Tak hanya mereka yang takut bila berurusan dengan raja Xyor hampir seluruh kerajaan rela bersekutu dengannya demi menyelamatkan kerajaan dan masyarakat, tapi Xyor tetaplah Xyor jika ada kesalahan kecil, raja Xyor tak tanggung untuk memusnahkan mereka. Kekuatan, kekuasaan dan kepuasaan itulah yang dimiliki oleh raja Xyor, raja kegelapan terkuat didunia ini, termasuk kerajaan ryekal yang rajanya tak ada kabar sama sekali karena telah diganti oleh seorang penyihir.
Raja tobi terus melakukan pertahanan sekuat mungkin, karena tidak ada yang tahu sama sekali jika akan terjadi sesuatu yang mungkin bisa membuat mereka hancur. Tak hanya itu raja tobi juga terus menyembunyikan masalah ini agar tidak tercium oleh masyarakat yang akan membuat kepanikan, kesedihan atau keputusasaan. Mereka akan terus berusaha dengan salah satunya membuat pasukan baru pasukan Famin junior yang akan menggantikan famin senior, Famin muda akan bertugas seperti famin pada umumnya, hanya famin ini bisa dikatakan masih terlalu muda karena tak ada lagi famin yang sudah matang dan mencapai umur mereka. sang raja juga tak ingin menggunakan anak-anak yang masih terlalu muda,namun hal itu terpaksa dilakukan karena sudah tak ada lagi famin yang mencapai umur dan berbakat, selain itu juga tak mudah mendapatkan seorang famin yang mempunyai kemampuan khusus.
ooo L U L L A B Y ooo
"Kak untuk apa ito Sheki datang kemari?" tanya Lowin penasaran dengan kedatangan gurunya.
"Kau bisa menebaknya?" sahut Mourine menambah rasa penasaran adiknya.
Lowin menggeleng-gelengkan kepala, "Aku tidak tahu sama sekali, yang aku tahu kau sangat gembira ketika mendengar hal itu?"
"Kau benar sekali, besok aku akan pergi kedalam kerajaan" Mourine sangat senang sekali.
"O... ya! Tapi mengapa wajahmu tak menunjukan hal itu?" tanya Lowin ketika melihat raut wajah sang kakak.
Pletakkkk... jitak Mourine.
"Kau ini tahu apa, jelas aku sangat senang?"
Mourine jelas sangat senang karena bisa berkunjung dan masuk ke dalam kerajaan yang berada diatas desanya dan sudah sering ia lihat dari kecil. Ini merupakan kesempatan yang langka karena tak banyak orang bisa dengan mudah masuk ke dalam kerajaan yang menurut kabar sangat megah, ketat dan menakjubkan. Mourine tak sabar ingin sekali bertemu dengan para ksatria dan garsna yang katanya paling kuat, kejam dan menyeramkan. Jantung Mourine ini semakin berdebar sudah tak sabar dan ingin tahu seperti apa bentuk kerajaan itu jika diihat dari dalam dan dekat.
Masuk ke dalam sebuah kerajaan memang impian Mourine sejak dari kecil, tapi jauh didalam lubuk hatinya ia merasa sedih, karena hal yang selama ini ia inginkan bisa tercapai olehnya namun itu bertentangan dengan peraturan Ibunya yang melarangnya keras untuk tidak sedikitpun berhubungan dengan kerajaan. Oleh karena itu Mourine bersikap seperti orang bodoh ketika sedang bersama Ibunya, tak mengerti apapun tentang kerajaan, tak bisa menggunakan senjata dan tak bisa melakukan beladiri, sangat berbanding terbalik dengan yang dilihat oleh Lowin. Bahkan Lowin yang tak mengerti apapun tentang senjata, ia mengetahui jika sang kakak memiliki senjata pribadi, senjata tombak yang sama persis namun terdapat perbedaan yang jelas bahkan ketika pertama kali menyentuhnya. Tak hanya membuat senjata yang berbeda sang kakak juga ternyata membuat senjata baru yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan Lowin.
Bibirnya selalu menunjukan senyum yang sangat sumeringah meskipun tidak dengan hatinya, tapi ia melakukan hal itu agar Lowin dan Ibunya tidak khawatir dengan keadaan dirinya. Awalnya mungkin memang hanyalah sebuah impian tapi tidak ketika ia melihat sesuatu yang seharusnya tak ia lihat. Ia sangat penasaran dan ingin mengetahui apa sebenarnya itu. Tak hanya larangan Ibunya yang ia ketahui tapi untuk menjadi seorang famin itu justru lebih berbahaya dengan usia yang masih muda. Mourine harus siap meninggalkan semua yang ada dibotimalos dalam jangka waktu yang lama dan harus mencari informasi didunia yang belum ia ketahui sama sekali.
ooo L U L L A B Y ooo
Jendela kamar Lowin sengaja dIbuat sangat besar agar ia bisa melakukan kebiasaannya yang sering sekali melihat langit dijadikan hobi olehnya. Jika siang hari ia melihatnya langsung di dermaga sedangkan malam hari ia akan melihatnya langsung di jendela kamarnya yang berada di lantai dua. Ketika itu juga ia mulai melakukan hal yang sering ia lakukan yaitu menggambar.
__ADS_1
Bintang dilangit tak seperti biasa, Lowin hanya melihat beberapa bintang dilangit, ia pun merasa tak begitu senang, karena bulan hanya ditemani beberapa bintang saja. Tapi tetap pemandangan langit tetaplah indah, baik siang ataupun malam hari.
"Apa lagi yang kau gambar" tanya Mourine yang tiba-tiba ada disebelah Lowin.
"Seperti biasa kak hanya menggambar apa yang terlintas dipikiranku saja" ucap Lowin. "Hah..." Lowin kaget.
"Kenapa denganmu?" Mourine bingung melihat Lowin yang terkejut.
"Bagaimana kakak bisa masuk ke kamarku?" Tanya Lowin.
"Memangnya kenapa?" Mourine hanya bersikap biasa biasa saja.
Lowin merasa aneh melihat kakaknya, seingat Lowin ia telah mengunci kamarnya, Lowin bingung melihat kakaknya bisa keluar masuk semaunya ke dalam kamarnya.
"Kalau kau memang ada sesuatu ceritakan sekarang kepada kakak, mungkin kakak bisa membantumu?" Tanya Mourine yang melihat ke arah langit.
Lowin menatap wajah sang kakak dari samping, rambut panjangnya terhembus oleh angin dijendela, matanya begitu berbinar seperti bulan, wajahnya sangat bersinar seperti seperti cahaya bintang tapi Lowin merasakan sesuatu yang beda darinya.
"Apa maksud kakak?" Tanya Lowin.
"Apa yang sebenarnya ingin kakak bicarakan? Aku berteman dengan yang lainnnya. Ya... Walaupun cuma sesekali" ujar Lowin.
"Kakak serius, bagaimana jika tidak ada kakak. Kau akan mengandalkan siapa. Kau kan tahu sendiri Ibu selalu sIbuk setiap harinya?"
"Kakak ini bicara apa? Aku lebih senang bersama kakak daripada dengan yang lain?" ucap Lowin yang merasa ketakutan dengan perkataan kakaknya.
ooo L U L L A B Y ooo
Hari yang dinantikan sudah datang. Semua orang yang berada dikelas Rannaura akhirnya bisa berkunjung ke sebuah kerajaan. Semua orang terlihat senang dan tak sabar untuk pergi ke kerajaan. Tak hanya dari kelas rannaura, kelas bolwakar pun ingin sekali pergi kekerajaan itu, tapi mereka tak bisa pergi kesana karena mereka belum diizinkan untuk masuk kesana.
Keadaan kelas rannaura sangat gaduh sekali, semua orang sudah bersiap-siap untuk pergi kesana tapi tidak dengan Mourine yang masih saja berlatih dengan tombak yang sudah disediakan oleh kelas. Ia berlatih seorang diri dengan serius, entah apa yang ada dipikirannya, latihannya seperti tak berirama dan tak memperhatikan sekitar.
__ADS_1
Plakkk... Tombak Mourine langsung dihentikan oleh pedang yang dipegang oleh Runag ruwanai.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Mourine yang merasa tergangu oleh ulah runag.
"Kau tidak bersiap-siap untuk pergi kesana" tanya runag yang menjadi lawan main Mourine.
Kedatangan runag menjadi bertambah seru pertarungan mereka dan menjadi bahan tontonan semua murid dikelas rannaura dan bolwakar. Mereka bersorak sorai menyerukan nama mereka masing-masing. Begitupun dengan Lowin yang menyerukan nama kakaknya, tak ingin kalah dengan Lowin, Rinos ruwanai juga ikut menyerukan nama kakaknya.
Rinos ruwanai merupakan adik dari Runag ruwanai. Runag ruwanai adalah orang yang paling unggul dikelasnya, runag juga sangat lihai dalam bermain senjata pedang. ia juga mempunyai gerakan yang sulit dibaca jika sedang bertarung. Runag mempunyai sifat yang angkuh, sombong dan tak mau kalah, karena ia memang merupakan petarung yang sangat sulit untuk dikalahkan. Sama seperti dengan adiknya, Rinos ruwanai ia juga merupakan anak yang unggul dikelas bolwakar bahkan hanya dia satu-satunya anak yang diperbolehkan untuk memegang senjata nyata.
Rinos ruwanai lebih sombong dari kakaknya, ia suka sangat menindas orang yang lebih lemah darinya. ia juga membentuk kelompoknya sendiri dan menggunakan kemampuannya atau ketenaran kakaknya untuk menindas orang-orang. Runag dan Rinos adalah anak dari Rumis ruwanai seorang kapten pemimpin sebuah pasukan yang ada dibawah kepemimpinan garsna. Jadi tak aneh mereka berdua memiliki kemampuan yang dibilang hebat dari anak seumuran mereka. Rinos memiliki sifat yang lebih kejam dari Miroka, jika dibanding dengan Rinos, Miroka memang tak ada apa-apanya. Meskipun Miroka suka menindas orang tapi Miroka tak sekejam Rinos.
Adik dari masing-masing petarung saling mendukung menyerukan nama. Runag dan mourine sangat serius dalam petarungan mereka. Semua orang yang menonotonpun sanhat menikmati dan terpukau dengan keahlian masing-masing petarung.
"Ternyata benar yang dikatakan banyak orang. Kau memang orang yang hebat" Kata Mourine seraya menghalau pedang runag.
"Kau juga lumayan dalam bertarung untuk seukuran wanita sepertimu, meskipun tak lebih hebat dariku" sahut runag yang terus menyerang Mourine.
"Oh... ya!" Mourine mengangkat alisnya dengan senyum ejek sepertinya Mourine mempunyai balasan yang akan mengejutkan runag.
Tengggg....
Benar saja yang dilakukan Mourine membuat semua orang tercengang meskipun tidak dengan Lowin. Pedang yang digunakan oleh runag tertancap kokoh ditanah, runag kehilangan pedang dan kini ia tidak bisa menyelamatkan lehernya dari pedang yang tertancap di tombak Mourine.
"Wahhhh... Kakak memang hebat sekali" teriak Lowin menghampiri kakaknya.
Mourine mengelus-ngelus rambut sang adik.
Rinos melakukan hal yang sama dengan Lowin menghampiri kakak lelakinya.
"Kau boleh menang karena kakakku mengalah kepada kakakmu" Ujar Rinos kepada Lowin.
__ADS_1
Tapi sang kakak runag justru meninggalkan Rinos dan mengabaikannya.
"Hey... Kalian semua cepat berkumpul" teriak Ito Lestiw yang akan bersiap-siap pergi kekerajaan.