
Dua Prajurit menghampiri dan menghentikan penjelasan Ito Lestiw yang sedang memberikan penjelasan pada kelas rannaura yang sedang berkunjung.
"Baiklah dengarkan ini anak-anak" teriak Ito Lestiw. "Kalian boleh melihat ruangan ini setelah itu kalian diantarkan oleh Prajurit ini untuk keluar dari Kerajaan ini dan jangan lupa pergi kerumah masing-masing" ujar Ito Lestiw.
Ito Lestiw meninggalkan para murid di tempat peninggalan para Raja-Raja terdahulu seperti sebuah museum. Para murid sangat menikmati kunjungannya tapi mereka kecewa karena hanya sebentar bisa melihat Kerajaan ini. Seorang Prajurit menjadi pengawal mereka dan seorang lagi mengantarkan Ito Lestiw.
"Ada apa?" tanya Ito Lestiw dengan berjalan yang terburu-buru.
"Famin yang lainnya telah datang tapi hanya seorang, sedangkan ke dua Famin telah tewas terbunuh" jawab Prajurit itu berbisik.
Ito Lestiw langsung terburu-buru berjalan keruang aula dengan Raja dan yang lainnya.
Raja, Para Obis dan Garsna sudah menunggu Lestiw dan mencoba mendengar penjelasan dari Famin yang baru saja tiba, Raja menjadi sangat khawatir karena tanggung jawab besar sedang menantinya. Raja terus resah karena musuh yang akan dilawannya sepertinya sangat luar biasa.
"Bagaimana? Apa ada penjelasan yang lain?" Tanya Famin Lestiw setibanya ditempat rapat itu.
Famin Lestiw kembali dibuat terkejut oleh keadaan Famin yang tiba di Botimalos, tak hanya Agu, Famin yang baru tiba lebih mengenaskan kondisinya.
"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Famin Lestiw yang sedih melihat keadaan teman seperjuangannya.
Garsna memberitahu Lestiw jika yang menyerangnya adalah Dighes, Pasukan yang terdiri dari 5 anggota orang yang dibuat oleh Raja Xyor. Pasukan Dighes mempunyai kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang selalu mengikutinya kemanapun ia berada.
__ADS_1
"Bagaimana ini, kau sudah mempersiapkan para Famin baru?" tanya Raja tobi.
"Sedang dipersiapkan yang mulia, mereka sekarang sedang dibimbing oleh Famin Sheki dan Agu" ujar Famin Lestiw.
Mereka sedang mendiskusikan kelanjutan dan langkah yang akan diambil agar tidak sampai terdengar oleh telinga rakyat.
ooo L U L L A B Y ooo
"Kalian sudah jelas mendengar penjelasan dariku" tanya Famin Sheki.
"Baik Ito Sheki"
"Jika kalian disini panggil aku Famin tapi jika dikelas kalian harus memanggilku Ito" jelas kembali Famin Sheki. "Baik sekarang aku akan menjelaskan semua yang ada diKerajaan ini dan tempat latihan kalian".
Famin Sheki meberitahu semua yang ada didalam Rivin dengan jelas dan rinci meskipun itu hanya sebagian yang penting. Mowrin sangat terpukau dengan informasi yang sudah dikumpulkan selama bertahun-tahun. Ia juga tak tahu ada tempat indah dan buruk yang ada di dunia ini, tempat yang indah seperti surga, kering bahkan burukpun ada. Para Famin menjelajah hampir seluruh negara dan mereka membuat sebuah peta untuk Famin baru. Rivin sangat berbeda dengan museum biasanya, karena Rivin adalah museum yang dikhususkan untuk para Famin. Karena Famin merupakan divisi khusus dan rahasia. Di dalam Rivin terdapat banyak lukisan dan gambar yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. benda-benda, senjata, gambar dan lain sebagainya.
Botimalos merupakan Kerajaan yang termasuk kecil, kerjaan Botimalos adalah Kerajaan yang tergabung dibawah komando Kerajaan Alghardlin Kerajaan utama. Kerajaan Alghardlin sengaja membuat Botimalos yang berada didaerah terpencil untuk tempat yang sangat rahasia. Oleh karena itu Kerajaan kecil Botimalos sangat aman karena terkunci dari dunia luar dan kemampuan para anak muda atau Prajurit lebih unggul dibanding Kerajaan lainnya.
Tak hanya Mowrin, Hirsh yang merupakan orang terpintar dikelas juga sangat senang melihat peninggalan itu, hobinya yang suka membaca dan mencari pengetahuan menjadi hidangan terenak baginya. Oleh karena itu, Hirsh sudah tahu sebagian cerita yang dikatakan oleh Famin Sheki.
"Mowrin, mengapa sedari tadi Runag selalu memperhatikanmu?" bisik Hirsh ditengah penjelasan Famin Sheki.
__ADS_1
"Jangan tanya aku, mungkin dia masih tak terima dikalahkan olehku?" Mowrin balas bisikan Hirsh.
Mowrin merasa risih dengan tatapan mata Runag yang mencurigakan, dia tak tahu apa maksud dari tatapan Runag. Tatapan itu tak seperti tatapan yang dikalahkan olehnya tapi ia tak bisa menjelaskan makna tatapan itu, tatapan mata yang tajam dan dingin. Mowrin tak ingin hanyut dalam tatapan mata itu dan melanjutkan mendengar penjelasan dari Famin Sheki.
"Apa ini?" Tanya Mowrin yang melihat salah satu lukisan yang tak aneh dilihatnya.
"BAgus sekali penglihatanmu" puji Famin Sheki.
"Kenapa bAgus?" tanya Runag yang mendengar pertanyaan itu biasa saja.
"Itu adalah Lembah Elgonanvil, Lembah terindah yang ada didunia ini, menurut cerita, Lembah ini diisi oleh para manusia yang tinggi dan indah. Tapi itu semua hanya mItos dan legenda yang kenyataannya tak ada didunia ini" jelas Famin Sheki.
"Itu benar, mana mungkin ada tempat seperti itu didunia ini" sangkal Runag.
Mowrin tak mempermasalahkan masalah yang dikatakan oleh Runag, tapi ia yakin apa yang dilihatnya merupakan Lembah yang digambar oleh adiknya. Jika Sheki yang seorang Famin saja tak pernah melihatnya dan menganggapnya mItos darimana sang adik bisa mengetahui hal itu. Mowrin semakin penasaran dengan adiknya, bagaimana bisa sang adik bisa menggambar semua itu jika ia tak pernah melihatnya sebelumnya.
Mowrin sangat ingin sekali cepat-cepat pergi kerumahnya menemui adiknya, namun penjelasan Ito belum selesai dan ia tak mungkin untuk meninggalkannya. Mowrin merasa ada sesuatu yang telah disembunyikan oleh sang adik, Ia juga penasaran terhadap ibunya yang memang telah mengetahui atau sengaja disembunyikan selama ini.
"Baik, Sekarang cukup sampai disini saja, Lusa kita akan berkumpul kembali ditempat sebelumnya, mulai sekarang kalian keluar dan masuk lewat pintu samping Kerajaan, itu tempat rahasia yang tidak boleh siapapun tahu. ingat itu!" jelas Ito Sheki.
Salah seorang Famin mengangkat tangannya, "Famin, mengapa semua hal itu dirahasiakan dari semua orang?"
__ADS_1
"Aku mengerti apa maksudmu? Kami tidak melarang siapapun untuk melihat keindahan atau keburukan diluar sana. Kami hanya melindungi Kerajaan dan masyarakat dari keadaan buruk yang berada diluar sana. Jika kalian mampu untuk menempuh perjalanan seorang diri kami tak akan mengusik dengan syarat kalian tidak membawa bencana kepada yang lainnya?" Jelas Famin Agu.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Famin Sheki, mereka berlima berkumpul kembali di tempat semula untuk pulang ke rumah masing-masing.