LUX OBSCURA , Cerita Dari Dunia Fantasy

LUX OBSCURA , Cerita Dari Dunia Fantasy
awal dari rasa sakit


__ADS_3

Tidak lama setelah percakapan singkat mereka, sosok terlarang mencabut pedang yang masih menancap di tubuh Lucya sambil berjalan kesana kemari . Darah yang membanjiri pedang menandakan bahwa Lucya tewas oleh pedangnya sendiri. Sosok terlarang merasakan sensasi darah segar dan dengan sadisnya mengoleskannya ke wajahnya dan meneteskan darah tersebut ke dalam mulutnya , seolah menikmati kekejaman yang baru saja dilakukan. dan menjadi tanda sebuah kontrak perjanjian telah selesai.


"Sangat segar, darah yang mengalir karena seseorang berkorban dengan mengakhiri hidup sendiri memiliki rasa yang begitu berbeda! Mengapa kau tidak ingin mencobanya, Elisya? Hahahaha! Lihatlah, bukankah ini menarik? Apakah kau tidak ingin mencicipinya?" kata sosok terlarang sambil tertawa gila.


Elisya, yang terkejut dan marah melihat tindakan mengerikan sosok terlarang, segera mengambil tindakan. Dengan cepat, dia menciptakan lapisan es tajam di tangannya dan melemparkannya ke arah sosok terlarang.


Whusssss...


Sebuah pisau es secara tiba-tiba terbang menuju leher sosok terlarang dan menempel dengan sempurna. Sosok terlarang terjatuh dan meringis kesakitan.


"argghh...arghhhh..arghh..." suara jeritan seseorang ketika ia tidak bisa berteriak karena lehernya dan pita suaranya robek tertusuk benda tajam,

__ADS_1


seolah tindakan serangan dari Elisya membuat ketegangan dan situasi menjadi semakin mencekam.


Tiba-tiba, sosok misterius muncul di belakang Elisya dengan tawa sinis. "Hem... rasanya aneh jika aku adalah manusia yang mati karena lehernya tertusuk pisau, jadi seperti itukah gambarannya ketika anggota tubuh yang fana terluka parah. indah bukan? Hahaha, sangat menghibur!"


Elisya kaget saat menyadari bahwa sosok terlarang muncul begitu cepat di belakangnya. Ketika dia menoleh kembali ke arah pisau es yang menancap di leher sosok terlarang, tubuh mayat itu telah menghilang. Ini menunjukkan bahwa sosok terlarang mampu menciptakan ilusi, bergerak dengan luar biasa cepat, dan bahkan muncul di tempat yang tak terduga. entah berapa banyak lagi kekuatan asli pada dirinya yang masih belom terungkap. bagaikan sebuah kengerian di balik ruangan gelap


Tidak lama kemudian, jam kecil yang tergantung di kantong sosok terlarang berbunyi seperti alarm.


"Hahaha, sudah waktunya aku pergi. padahal aku masih ingin menikmati perjumpaan yang sangat indah ini. Hei, Elisya, pernahkah kau melihat jam seperti ini? Ini adalah jam terbaru dari negri seberang. Keren, bukan? Kita bisa mengatur alarm di jam ini, inovasi yang dibawa oleh manusia! Ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, yang terkemas dalam satu jam," dari suatu tempat yg mana tempat itu dulu pernah menjadi ancaman serius bagi kerajaan trigeon" sambil menatap Elisya dengan tajam.. kata sosok terlarang sambil menatap Elisya dengan mata tajam.


Elisya merasa semakin bingung oleh semua informasi aneh yang diberikan oleh sosok terlarang.solah ia menemukan pecahan puzzle atas semua hal yg ingin dia cari tau dan masih bnyak dan itu adlh pecahan-pecahan puzzle kecil yg d berikan sosok terlarang atas hadiah pertemuan nya dengan Elisya. kemudian sosok terlarang mengembalikan posisi pedang tersebut ke posisi awal dengan menancapkan kembali pedang sang kakak ke dada yang sudah berlubang secara perlahan, sambil berkata "kau tahu, jauh di luar sana, aku pernah mendengar sebuah kata-kata ungkapan yang terbilang cukup unik, dari benua seberang, pernah ada seseorang kakek yang sudah berumur dan tergeletak lemas di kasur tempat tidurnya, ia berkata kepadaku,

__ADS_1


"siapa yang hidup dengan pedang akan mati dengan pedang, siapa menggunakan pedang akan binasa oleh pedang,"


"Baiklah, sudah saatnya aku pergi. Kita akan bertemu lagi, Elisya. Aku berharap di pertemuan selanjutnya, kau bisa memberikan kejutan yang lebih menarik! aku sangat menantantikan hal tersebut!" HAHAHAHAHA"! kata sosok terlarang dengan nada penuh kesenangan.


Sosok terlarang mengangkat kedua jarinya dengan anggun, dan menjetikkan kedua jarinya dengan suara "tik," dan saat bersamaan, angin berhembus datang dari berbagai arah membentuk putaran yang berpusat pada posisi sosok terlarang berdiri, lalu dengan sedikit effek gelombang ledakan kecil dari suara angin yang meledak di udara , ia menghilang dalam sekejap. Arena kembali normal, dan para penonton, raja, serta semua orang di arena tidak menyadari pertemuan Elisya dengan sosok terlarang. Mereka bersorak, memberikan tepuk tangan sebagai penghormatan terhadap pengorbanan Lucya, dan sang raja terdiam dalam kebingungannya saat melihat anak pertamanya melakukan tindakan tragis tersebut.


Ini adalah fakta yang sangat menggetarkan, bahwa takdir bisa mengubah kenyataan dengan cara yang tak terduga. tidak lama setelah itu Hujanpun turun dengan lembut, membasahi seluruh lantai arena pertarungan, membersihkan debu debu akibat hancurnya lantai arena pertarungan, membuat darah yg tertumpah di lantai menjadi aliran air berwarna merah yg mengalir ke segala arah, air hujan sekan berhasil menyembunyikan air mata Elisya. seakan-akan langit turut merasakan duka dan kesedihan yang tak terhindarkan dalam perjalanan manusia.


sambil memeluk sang kakak yang sudah tak bernafas, ia melihat sekeliling, puing puing lantai yg hancur karena pertarungan, darah yg seolah mengalir bebas di lantai, menjadi bukti dari awal kejamnya takdir yang harus ia lewati , dan pada akhirnya Elisya pun tergeletak lemas .


"hah.. sepertinya aku sudah tidak kuat, biarkan aku istirahat sebentar, para penonton itu berisik sekali. hah.. kakak, aku ingin tidur sebentar". *bhukkkk*, akhirnya Elisya menutup kedua matanya dan pingsan tak sadarkan diri,

__ADS_1


__ADS_2