LUX OBSCURA , Cerita Dari Dunia Fantasy

LUX OBSCURA , Cerita Dari Dunia Fantasy
serangan mendadak


__ADS_3

Di dalam aula bekas pertarungan, Raja Trigeon berdiri diam, merenungkan liku-liku peristiwa yang telah terjadi. Pikirannya seolah mencoba mencerna semua yang terjadi. Apakah semua tindakannya ini akan menjadi penyesalan, ataukah akan membentuk harapan baru?


Tengah dalam kebingungan pikirannya, penasehatnya mendekat dari kejauhan.


Penasehat: "Rajaku, persiapan pemakaman untuk Putri Luscya sudah dilakukan. Namun, rakyat yang memberontak atas kebijakan ini belum bisa ditenangkan."


Raja: "Ya, aku tahu."


Penasehat: "Perlukah kita menyusun pidato untuk menenangkan rakyat?"


Raja: "Kupikir fokus kita sekarang adalah pemakaman Luscya..."


Namun, dalam hati, sang raja berkata pada dirinya sendiri, "Pada akhirnya, kerajaan ini mungkin akan hancur."


Penasehat: "Bagaimana dengan Elisya? Perlukah kita memberitahunya segalanya?"


Raja: "Akan ada saatnya, akulah yang akan berbicara langsung padanya."


Kemudian, mereka meninggalkan arena. Tidak lama setelah itu, hari pemakaman tiba. Pasukan kerajaan membentuk barisan sebagai penghormatan terakhir kepada Putri Luscya.


Lusya, yang kini telah beristirahat dalam peti kaca, dihormati dengan ketat oleh pasukan kerajaan.


dan membawanya ke tempat istirahat abadi bernama pemakaman.


Rakyat yang berduka seolah belum mampu menerima kematian putri mereka. Elisya, masih terpaku dalam ketidakpercayaan, hanya bisa diam memandang kakaknya yang sudah tak bergerak.


Lusya, yang kini telah beristirahat dalam peti kaca, dihormati dengan khidmat oleh pasukan kerajaan. bersama rakyat, Mereka memandang peti kaca itu dengan tanda kehormatan yang ketat, membawa putri mereka ke tempat istirahat abadi yang disebut pemakaman. Kesedihan rakyat masih terasa kuat, seolah-olah belum mampu menerima kenyataan bahwa putri mereka telah tiada. Elisya, adiknya , terpaku dalam ketidakpercayaan, hanya bisa diam memandang saudaranya yang sudah tak bergerak.


"Dhuaaarrrrr"

__ADS_1


Tiba-tiba, ledakan besar mengguncang aula kota, menyebabkan korban tewas dan luka dimana-mana.


Pasukan kerajaan dan Elisya segera meluncur menuju sumber ledakan, hati mereka dipenuhi kekhawatiran


Ledakan kedua terjadi di menara jam kerajaan.


"Dhuaaarrr!"


Dalam kebingungan, pasukan kerajaan segera mengamankan sang raja dan ratu, Elisya berseru, "Penyusup!"


Musuh yang menyamar sebagai rakyat mulai melepas pakaian penyamarannya, menyerang secara membabi buta, menyebabkan korban berjatuhan. Pertarungan tak terduga pun dimulai.


Dengan gerakan cepat, Elisya meraih pedangnya dari sarung yang bergantung di pinggangnya. Logam bersinar dalam sinar matahari yang terik, siap digunakan dalam pertarungan yang akan datang dan melindungi sang raja . Namun, tanpa ragu, dia memilih jalan lain.


Elisya menahan napas sejenak, dan tiba-tiba tangan kirinya diselimuti oleh elemen dingin es. Dengan keahlian yang menakjubkan, ia membentuk lapisan tipis es yang cepat berbentuk berkristal, menciptakan perisai yang membentang di sepanjang lengan kirinya.


"siapp tuan putri!"


bersama pasukan kerajaan, Elisya dan para prajurit menyebar ke seluruh kota, menahan serangan musuh yg membabi buta, Sebelum musuh bisa merespons, Elisya telah menjadikan perisai es itu sebagai tameng. Serangan musuh yang mendatang bertemu dengan penghalang es yang tak terduga. Suara benturan logam dan desiran angin menciptakan simfoni ketegangan di medan pertempuran.


Elisya, dengan pedangnya yang siap sedia di tangan kanannya, menjaga posisinya dengan gagah berani. Perisai esnya berkilau, menangkis serangan demi serangan yang datang. Setiap senti gerakannya penuh kehati-hatian dan kecepatan.


Pertempuran memunculkan gambaran penuh keajaiban di tengah sinar matahari yang bersinar cerah. Elisya, dengan kombinasi yang tak terduga antara seni bela diri dan manipulasi unsur es, menjadi penjaga yang tangguh di medan pertempuran yang panas ini. Matahari bersinar di baliknya, menciptakan bayangan yang menggambarkan keberanian di tengah pertempuran yang berkobar.


melawan musuh dengan gigih. Suara pedang bersentuhan dan teriakan perang memenuhi udara. Elisya berjuang dengan segenap tenaga, berlari ke arah musuh dan melindungi rakyat yang ketakutan.


Di bawah terik matahari siang yang menyengat, Elisya bergerak dengan lincahnya seperti bayangan yang menari di padang pasir yang tak berujung. Cahaya matahari memantulkan keberkilauan di setiap gerakan tubuhnya yang penuh keahlian.


Dengan gesit, Elisya membentuk sebilah pisau es di genggamannya, menghadirkan kilauan dingin di tengah teriknya siang. Dalam sekejap, ia melemparkan pisau esnya dengan presisi yang memukau, memotong angin dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata manusia.

__ADS_1


Musuh-musuh yang berada di luar jangkauan terkejut oleh serangan mendadak dari Elisya. Pisau es menusuk ke langit biru, menciptakan bayangan menakutkan di tanah kota Trigeon. Suara angin yang melolong di iringi suara ketakutan para rakyat , menyertai setiap lecutan pisau, menciptakan serangkaian melodi mematikan di udara terik.


Elisya terus bergerak, melintasi alun-alun kota , memanfaatkan setiap gerakan untuk mengelabui dan menghindari serangan balasan. Keterampilannya membentuk dan melemparkan pisau es membawa ketegangan di tengah siang yang terik, di mana pertarungan menjadi tarian mematikan di bawah cerahnya matahari menyengat.


Dalam cahaya terang yang memancar, Elisya menampilkan kepiawaiannya dengan sebilah pisau es, bersama pasukan kerajaan, mengubah medan pertempuran menjadi panggung pertarungan sengit., semangat pertarungan Elisya tetap berkobar, dan bayangannya yang lincah menjadi ancaman yang sulit dihindari bagi musuh-musuhnya di bawah langit biru yang luas.


 Suara pedang bersentuhan dan teriakan perang memenuhi udara, menciptakan suasana tegang di seluruh aula kota. Elisya bertarung dengan penuh semangat dan penuh amarah, berlari menuju musuh-musuh yang menyerang dan dengan gigih melindungi rakyat yang ketakutan.


Seketika itu juga, di tengah-tengah debu yang menari-nari dan menutupi jalan, muncul bayangan sosok misterius yang menggoda penasaran. Dalam sinar matahari terik , sosok tersebut membawa kapak besar yang bersinar, menciptakan kilauan yang menantang.


Debu dan pasir beterbangan di sekitarnya, menciptakan atmosfer misterius di sekeliling sosok yang datang. Sinar mentari menyoroti rinciannya, merinci setiap goresan pada kapak besarnya, seolah-olah itu adalah senjata yang telah menyaksikan dan mengalami banyak pertempuran.


Langkah-langkah misterius melangkah maju, menyusup ke dalam keheningan kota. Suara langkah yang tenang tapi pasti menjadi bagian dari harmoni siang yang merayu. Mata yang tersembunyi di balik bayangan memberikan kesan misterius yang sulit ditebak.


Ketegangan meluap di udara seiring dengan munculnya sosok tersebut. Kapak besar yang dipegangnya menciptakan rasa ancaman yang tak terbantahkan.


ia muncul, dan dengan kekuatannya yang luar biasa, dengan mudah menghancurkan pasukan kerajaan. Pertarungan semakin tak terkendali, darah mulai membanjiri aula kota, dan kehancuran merajalela.


Tubuh mekanismenya bergerak dengan keanggunan yang tidak manusiawi, sedangkan topeng wajahnya yang menyerupai labirin menciptakan aura misterius.Dua bola mata yang selalu berubah-ubah mengikuti pola garis labirin pada wajahnya, seolah kedua matanya bisa melihat je segala arah, mencerminkan ketidakdugaan dalam setiap langkahnya. ia di juluki "LABYRINTH HEAD"



Di tangannya, ia memegang sebuah kapak besar yang menakutkan, siap menghancurkan segala yang menghalanginya.Dengan satu ayunan kapak, Labirin Head membawa kehancuran. Pasukan kerajaan, yang sebelumnya yakin dengan kekuatan mereka, terkejut oleh kekuatan misterius yang melibatkan mereka dalam pertempuran yang tidak adil. Darah memenuhi aula kota, menciptakan gambaran kengerian yang sulit dilupakan.Ketegangan terasa di udara saat Labirin Head terus mengejar lawannya. Suasana hening dan berdebu menciptakan latar belakang yang sempurna untuk pertempuran epik ini. Setiap langkah Labirin Head diikuti oleh kehancuran, dan keputusasaan melanda pasukan kerajaan yang berjuang untuk bertahan , suara benturan logam dan sorakan penuh ketakutan memenuhi udara. Labirin Head, dengan keanggunan mekanisnya, terus melangkah maju. Pertarungan ini, seperti sebuah mimpi buruk, mengubah keseimbangan kekuatan dan menyeret semua ke dalam pusaran kegelapan yang tak terhindarkan.


Labirin Head, sambil mengayunkan kapaknya dengan mantap menancapkannya ke tanah, "bhhruuaakk".. menghasilkan bentuk retakan menyerupai akar dan berkata dengan nada penuh tantangan, "Sudah saatnya dimulai, dan akan kubebaskan kalian semua." Kata-kata itu seperti angin dingin yang menyapu keberanian pasukan kerajaan.


Pertempuran berkecamuk, menandai awal dari suatu kejadian yang tak terduga. Elisya berusaha sekuat tenaga untuk menahan laju musuh yang makin ganas, sementara Labirin Head terus menyebabkan kekacauan di sekitar dengan setiap gerakannya. Suasana tegang dan ketegangan mencapai puncaknya, menciptakan bayangan gelap di antara sorotan sinar api yang membakar aula kota.


Pertempuran berkecamuk, menandai awal dari suatu kejadian yang tak terduga.

__ADS_1


__ADS_2