
Pertarungan semakin memanas. Elysia dan Lucya terus bertukar serangan dengan kekuatan mereka yang luar biasa. Elysia dengan kemampuan esnya berusaha membungkam api membara dari kakaknya, sementara Lucya berjuang keras untuk mempertahankan serangan baliknya.Namun, Elysia mulai menunjukkan keunggulannya. Dengan setiap serangannya, ia mengendalikan es dengan semakin baik. Seketika, ia menciptakan pilar es yang tumbuh dari tanah arena, menghentikan serangan api Lucya. Lucya terkejut dengan kemampuan adiknya yang semakin berkembang.
dan secara tiba2
"craaasstthhhh"
pedang es Elysia berhasil mendarat dan menggores tangan kiri kakaknya,.
cipratan darah membasahi pedang es Elysia, kini elycia sudah benar2 berhasil melukai kakanya, untuk pertama kalinya..
lalu sang kakak yg semakin semangat, menunjukkan kekuatan aslinya, yg jauh lbh mengerikan..
perlahan kesadaran sang kakak mulai terbawa suasana, ia bener2 menikmati bisa bertarung brutal dengan sang adik..
tapi satu sisi pertandingan harus segera d selesaikan sebelum gerhana bulan merah hilang..
__ADS_1
sang kakak dengan tenang berdiam diri di pojok arena, seolah2 ingin memberitahu kepada semua penonton bahwa ada sesuatu yg ingin ia tunjukan.
sesuatu yg lebih besar dan jauh mengerikan.
"lihatlah! bukankah kalian semua terhibur oleh benang takdir ini?!!"
akhirnya sang kakak membuka kekuatan kartu AS ny, kekuatan yg hrusnya ia buka dalam keadaan terpaksa, dan ini jadi momentum kesempatan seumur hidup sekali bagi penonton utk melihat iblis asli dalam diri Lusyia.
Dengan wajah yang dipenuhi determinasi , Lucya mulai mengeluarkan kekuatan sejatinya . Dia memusatkan energi dalam dirinya dan memancarkannya ke segala arah . Seketika , suhu arena meningkat drastis , api yang membakar seolah - olah menjadi inferno yang tak terkendali . Cahaya merah membara melingkupi tubuh Lucya , dan ia mengangkat pedangnya ke atas . Lalu , dengan satu ayunan pedang , Lucya melepaskan serangan besar yang mengeluarkan gelombang panas dahsyat .
*bhoooommmmmm"*
seKetika, karena insting ingin bertahan yang kuat, Elysia menciptakan bingkai es raksasa untuk melawan serangan api dahsyat Lucya, energi mereka bersatu dalam pertarungan sengit. Lucya, meskipun berusaha keras, kekuatan api milik sang kakak terlalu besar yg pada akhirnya membuat Elysia membuang pedangnya dan. Dengan berusaha menahan bingkai es raksasa dengan kedua tangannya, "aarrrggghhhhhhh".. ia berusaha menahan dinding es pelindung sambil menggigit lidahnya, mencoba bertahan sekuat tenaga.
Dan kemudian, "hiiaaaaaaaaaatttttt" ".. ledakan dahsyat terjadi.
__ADS_1
"BHUAAARRRRRR"
lantai Arena gemetar dan hancur berkeping-keping. Bahkan para penonton ikut terhuyung-huyung, berusaha menahan diri agar tidak terlempar oleh gelombang kekuatan yang mengguncang mereka.
Suara sorakan dan teriakan penonton memenuhi udara. Mereka bersorak bukan hanya karena pertarungan yang luar biasa ini, tetapi juga karena terpukau akan aksi-aksi luar biasa yang mereka saksikan. Mereka merasa hidup dalam momen ini, seolah-olah tak ada yang lain yang penting di dunia ini.
Elysia tergeletak pingsan di ujung reruntuhan, sementara Lucya yang masih memiliki sedikit tenaga berdiri dengan susah payah. Pedangnya menjadi tumpuan kakinya saat ia tersandar. Bernapas dengan susah, dia melangkah menuju adiknya yang terbaring tak berdaya.
Lucya: (dalam hati) "Sudah cukup... hahh.. hahh.... Biar kuselesaikan sekarang."
Dengan langkah-langkah yang tersendat karena kelelahan, Lucya berjalan menuju Elysia. Pecahan-pcahan batu yang berserakan di lantai hancur membuatnya harus berjuang keras untuk mendekat. Tapi dia tak bisa mundur sekarang. Dengan pedang api di tangannya, dia berdiri di depan adiknya yang penuh luka.
Lucya: "akan ku akhiri sekarang juga ."
Sang ibu, Ratu , yang sedari awal menatap dari kejauhan, tak bisa menahan air matanya. Dia merasa begitu bangga dan takjub melihat kekuatan luar biasa yang dimiliki kedua putrinya. Namun, hatinya juga terasa hancur saat melihat mereka saling menghadapi bertukar serangan dalam pertarungan yang begitu kejam. Air mata mengalir di pipinya, merasakan beban berat sebagai seorang ibu.
__ADS_1
ibu ratu : (dalam hati) "Anak-anakku, kalian begitu luar biasa. Tetapi mengapa kalian harus sampai seperti ini?"
Ia merasa dilema, terjebak dalam konflik antara kebanggaan dan duka yang mendalam. Tak ada ibu yang ingin melihat anak-anaknya terluka, apalagi dalam situasi seperti ini. Tetapi ia juga tahu bahwa takdir kerajaan ini tergantung pada hasil pertarungan ini.