LUX OBSCURA , Cerita Dari Dunia Fantasy

LUX OBSCURA , Cerita Dari Dunia Fantasy
haruskah?


__ADS_3

TRIGEON, sebuah kerajaan yang menjulang gagah di atas tanah subur Benua Ignisaria, memancarkan kemakmuran dari setiap sudutnya. Kerajaan ini adalah perwujudan dari kekuatan, kejayaan, dan keyakinan yang dalam terhadap elemen sihir. Bagi Trigeon, sihir adalah elemen penting dalam kehidupan sehari-hari.


Sejak dahulu kala, Trigeon telah dikenal memiliki pasukan tentara yang tak tertandingi. Satu pasukan Trigeon setara dengan seratus manusia biasa. Kekuatan mereka tak hanya bersumber dari kemahiran berpedang, tetapi juga dari pengendalian elemen sihir. Masyarakat Trigeon yang mempunyai energi sihir yang besar dihormati dan diakui sebagai pilihan dewa.


Di tengah-tengah kota kerajaan yang ramai, terdapat Menara Elemental yang menjulang tinggi. Menara ini bukan hanya lambang kekuatan, tetapi juga tempat berkumpul para ahli elemental sihir, yang berusaha menguasai dan menghormati elemen-elemen sihir yang mendalam. Mereka yang berhasil menguasai elemen sihir dengan sempurna akan dianggap sebagai pilihan dewa yang ditunjuk untuk melindungi kerajaan ini.


Namun, dibalik semua kejayaan dan kekuatan, Trigeon juga menyimpan rahasia gelap. Sejarah panjang kerajaan ini dipenuhi dengan perjanjian rahasia dan tawar-menawar dengan sosok terlarang


Di tengah sinar matahari yang memancar di atas istana kerajaan, Trigeon bersinar terang sebagai kerajaan yang tak terkalahkan. Tetapi, apa yang mungkin tidak diketahui banyak orang adalah bahwa di balik tirai megah ini, ada kekuatan yang tersembunyi dan perasaan yang terpendam. Dan pada satu titik, nasib kerajaan ini akan terpaut pada pengendalian elemen sihir, keputusan yang harus diambil, dan pengorbanan yang harus diberikan.


Sebuah kebahagiaan semu dimana semuanya akan melahirkan keputusasaan.


rasa haus akan ketakutan menghasilkan depresi tiada akhir.


malam harinya.


Lucya duduk di tepi ranjangnya, tatapan bimbang di matanya. Ia merasa cemas dan tidak siap untuk menghadapi upacara pertarungan yang semakin mendekat. Dengan perasaan gundah, ia mulai berbicara kepada ibunya yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"ibu, aku takut. Aku takut dengan upacara ini, dan aku merasa tak siap," keluh Lucya.


Ibu, seorang ratu yang bijaksana, mengusap lembut punggung anaknya. "Lucya, aku tahu ini sulit bagimu. Tapi sebagai pewaris tahta, kau telah dilatih untuk momen ini sejak kecil. Kau memiliki kekuatan dan kemampuan yang luar biasa."


Lucya menggeleng, rambut merahnya bergerak lembut. "Tapi, ibu, ini berarti aku harus bertarung melawan Elysia, adikku sendiri. Aku tidak ingin melukai atau bahkan membunuhnya."


Ratu tersenyum penuh pengertian. "Kekuatanmu bukanlah hanya tentang kemampuan fisik, Lucya. Kekuatanmu adalah tentang caramu memimpin dan menjaga kerajaan ini. Kau akan menjadi ratu yang hebat, dan ini adalah ujian terbesarmu."


Lucya mendongak, mencari penghiburan dalam mata lembut ibunya. "Tapi ibu, mengapa ayah harus membuat perjanjian dengan sosok terlarang itu? Mengapa kenyataan harus seperti ini?"


Ratu menaruh tangan lembut di pipi Lucya. "Kadang-kadang, sebagai pemimpin, kita harus mengambil keputusan yang pahit untuk melindungi rakyat kita dan menjaga kedamaian. Ini adalah bagian dari beban dan tanggung jawab kita."


Ratu tersenyum lembut lagi. "Ketika kita merasa terjebak, Lucya, yang bisa kita lakukan adalah menerima kenyataan dan mencari cara terbaik untuk menghadapinya. Kau memiliki dukungan keluarga dan kerajaan ini. Dan ingatlah, aku selalu ada di sampingmu."


Lucya merasa sedikit lebih tenang mendengar kata-kata ibunya. Ia tahu bahwa ia harus menghadapi takdirnya dengan tekad dan ketabahan. "Terima kasih, ibu. Aku akan mencoba yang terbaik."


Ratu mengelus rambut merah putrinya. "Aku tahu kau akan melakukannya, Lucya. Kita akan menjalani ini bersama-sama, sebagai keluarga."

__ADS_1


di ruang arena pertempuran..


Arena persiapan upacara di istana Trigeon dipenuhi oleh kerumunan pejabat tinggi, penasihat, dan prajurit terbaik kerajaan. Sang Raja, seorang pria yang bijaksana dengan rambut abu-abu yang menjulang tinggi, berdiri di tengah arena. Dia tampak bimbang, memikirkan keputusan yang sangat sulit.


raja trigeon : (dengan suara berat) hmm.. hmm.. "Sudahkah kalian semua tahu mengenai perjanjian yang harus kita laksanakan dalam upacara ini?"


penasehat kerahaan: "Tentu, Yang Mulia. Kami telah mempersiapkannya selama beberapa tahun.


para bangsawan :" Upacara ini sangat penting bagi kelangsungan kerajaan kita."


raja trigeon : (menghela nafas dalam-dalam) "Aku memiliki pertimbangan yang serius. Putriku yang paling kecil, Elisya, masih belum mengetahui tentang perjanjian ini. Apakah aku harus memberitahunya atau merahasiakannya?"


penasehat kerajaan : (berpikir sejenak) "Yang Mulia, dengan segala hormat, kami menyarankan untuk merahasiakan perjanjian ini dari Elisya. Dia masih muda dan tidak seharusnya dibebani oleh beban ini. Selain itu, seperti yang Anda katakan, dalam kondisi terdesak, potensi seorang manusia dapat muncul secara alami. Mungkin ada saatnya nanti di mana dia akan menemukan kebenaran ini sendiri."


raja trigeon : (mengangguk perlahan) "Kau mungkin benar. Elisya masih sangat muda. Aku tidak ingin membebani putriku dengan perjanjian ini, setidaknya belum sekarang. Mari kita lanjutkan dengan persiapan upacara ini, dan semoga dewa berpihak kepada Trigeon."


penasehat kerajaan: "Tentu, Yang Mulia. Kami akan menjaga kerahasiaan ini dengan sangat hati-hati."

__ADS_1


Dalam sorot mata sang Raja, ketidakpastian dan kekhawatiran masih terpancar. Tetapi, dia memutuskan untuk menjalankan rekomendasi penasihatnya, setidaknya untuk saat ini. Keputusan ini adalah awal dari rangkaian peristiwa yang akan menguji takdir dan kesetiaan bagi Elisya, sang putri yang tidak tahu apa-apa tentang nasib yang sudah ditentukan.


__ADS_2