
Happy reading
******
Lusi dan Alesha mengunjugi dokter obygn untuk melakukan inseminasi buatan. Terlebih dahulu dokter menanyakan perihal Alesha ingin anak nya seperti apa dan setidak nya benih nya berasal dari siapa.
"Yang seperti ini dok," ucap Lusi segera memberikan kertas sketsa yang di gambar Diara sebelum nya.
"Baik." terlebih dahulu dokter melihat gambar itu, ia memang cukup terkejut, karena bayi itu seperti sudah dirancang mau nya seperti apa.
"Tapi bayi saya tidak seperti itu pun tidak masalah, dok," kata Alesha memberi pelonggaran. "Saya hanya ingin bayi saya sehat, dan tidak cacat begitu saja."
Dokter mengangguk mengerti. "Apa benih suami anda ada, nona Alesha?" tanya Dokter.
"Suami saya tidak bisa memberi saya benih, dok. Dia vasektomi," ucap Alesha sedikit berbisik.
"Baik, kami akan mengambil benih dari bank sp3rma di Amerika, tapi terlebih dahulu kami membutuhkan persetujuan suami anda," ucap dokter.
__ADS_1
Seketika Alesha menggeleng, "Suami saya tidak tahu akan kelemahan nya dok. Saya ingin menghadiahi suami saya anak supaya dia senang dan tidak memikirkan anak lagi," jelas Alesha.
"Seperti itu ya …" dokter berpikir dulu.
Setelah dua menit akhirnya dokter mengangguk paham apalagi Alesha berkata, "Ini hanya rahasia kita saja ya dok. Saya akan memberi bayaran lima kali lipat jika dokter mengizinkan saya melakukan inseminasi buatan tanpa persetujuan suami saya."
"Waktu yang kami butuhkan untuk mengambil benih dari bank sp3rma sekitar dua hari, saya harap anda tidak keberatan menunggu nya."
"Tidak masalah, dok!" ucap Alesha senang.
"Aku ga tau apa yang terjadi, tapi perasaan ku kurang enak tentang pilihan mu ini, Alesha," kata Lusi.
"Kurang enak?" Alesha mengerutkan kening. "Kenapa?" tanya nya penasaran.
Lusi mengangguk, "Aku merasa langkah yang kita ambil akan menjadi bumerang untuk pernikahan mu dengan Rach suatu saat nanti. Apa sebaik nya kita hentikan saja dan tunggu keajaiban?" tanya Lusi bernegosiasi.
Alesha merasa tidak terima setelah Lusi mengatakan hal itu, "Aku mau nya anak, Lusi. Aku membutuhkan nya sekarang. Masalah langkah ini akan menjadi bumerang untuk pernikahan ku dengan suamiku, akan menjadi urusan ku," ucap Alesha menegaskan.
__ADS_1
Lusi yang tidak punya balasan atas penegasan kata Alesha pun memilih diam. Dia sangat menghargai persahabatan mereka. Ia tidak ingin karena hal sesepele ini, persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun renggang.
"Aku harap semua nya baik-baik saja," doa Lusi dalam hati nya.
Sedangkan di sisi lain.
Seorang pria, bernama Daniel Flien, seorang pria berkebangsaan amerika dan Indonesia, selama bertahun-tahun tinggal di Indonesia namun karena suatu hal, membuat nya menetap di Amerika selama setahun belakangan.
"Jadi, si manis ku akan melakukan donor sp3rma tanpa sepengetahuan si sialan itu? Hah, menarik. Manis ku-manis ku. Kenapa lah kamu bodoh akan cinta palsu nya. Kalau kian kita menikah, aku akan memberikan benih ku sebanyak-banyak nya menyirami rahim mu yang indah itu. Mungkin 2? Ah, tidak. Ada sepuluh anak akan kita cetak setiap tahun nya, sayang." Daniel Flien terus mengoceh sambil memandangi wajah Alesha dan diri nya yang dahulu pernah bersama. Iya, pernah bersama.
Daniel selalu mendukung Alesha dari jauh, Daniel tertarik pada perempuan itu lima tahun lalu. Daniel adalah anak konglomerat, Ajustin Flien.
Tapi demi cinta (karena belum sanggup mengungkapkan) membuat Daniel merendahkan diri nya dan menjadi sektretaris Alesha selama bertahun-tahun. Mereka menjalani cukup banyak hal bersama-sama.
Tapi semuanya berubah setelah Rachmen datang dan menghancurkan segala impian Daniel yang belum kesampaian.
"Kalau aku tidak dapat membuatmu menjadi milik ku, maka anak akan menyatukan kita!"
__ADS_1