
Dua hari kemudian.
Alesha terbangun dari tidur dan menatap suami nya yang tertidur pulas di samping nya. Dia tersenyum lebar kala melihat ciptaan Tuhan yang luar biasa di hadapan nya.
"Aku beruntung menjadi istri mu." Alesha berbicara dengan bisik.
"Benarkah itu?"
Pipi Alesha memerah, ia terkejut karena Rach sudah sadar saat Alesha berbisik.
"Ayo ngaku!" pinta Rach setengah berteriak, senyum tak lepas dari wajah nya. Ia bangun dan menggelitik perut Alesha.
"Hahahaha!" Alesha berteriak sekuat tenaga karena geli.
"Iya iya. Aku ngaku, suami ku yang paling tampan!" jawab Alesha di tengah geli yang dirasa nya.
Akhir nya Rach berhenti menggelitik. Dia mengecup bibir istri nya sambil berbisik, "I love you." Kemudian Rach turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.
Kini Alesha tinggal sendiri. Ia mengelus perut nya sambil berkata, "Dia akan menjadi ayah mu, sayang," kata perempuan itu tersenyum sendiri.
"Si sialan itu jadi ayah anakku?! Yang benar aja!" di sisi lain ada Daniel yang sedang mengamat-amati keadaan kamar Alesha lewat CCTV yang terhubung dengan komputer milik nya. Dia kesal sekesal-kesal nya karena gumaman Alesha yang mengatakan Rach akan menjadi ayah anak nya.
Iya, Daniel sekarang bisa mendengar nya dengan baik. Dan emosi pria itu tidak terkontrol sampai berteriak dan mengacaukan isi kamar terkecuali komputer nya.
"Apa-apaan ini, Daniel!" tiba-tiba pintu di dobrak. Tampak seorang pria bertubuh tinggi kurus mendatangi Daniel.
"CCTV rumah siapa ini, Daniel?" tanya pria tua yang tak lain adalah Ajustin Flien ayah Daniel.
Seketika Daniel mati kutu. Kemarahan diganti dengan malu luar biasa. Kini Ayah nya tahu apa yang sedang dilakukan nya selama beberapa hari setelah menjadi pewaris.
__ADS_1
Ajustin memperbesar tampilan seorang perempuan yang duduk di tengah ranjang. "Alesha?" gumam Ajustin terkejut. Kemudian dia beralih menatap Daniel.
"Apa ini alasan putra ku meminta seluruh harta warisan berada di tangan nya? Ternyata untuk kepentingan pribadi merebut istri orang, begitu?" Ajustin menatap Daniel penuh arti.
"Jawab, boy. Kamu lelaki kan?" -bugh! Ajustin menumbuk perut Daniel tanpa persiapan.
"Am-pun ayah!" kata Daniel bersujud.
Tapi sang ayah meski sudah tua, dia tetap menarik tangan Daniel untuk berdiri dan, "Mari kita bertarung ala pria! Kau kalah maka hukuman menanti!" ucap Ajustin sambil melakukan pemanasan maju mundur dan peregangan tangan.
Daniel meneguk ludah sendiri. Ayah nya memang akan melakukan 'kekerasan' jika menemukan sesuatu yang aneh di lakukan Daniel.
Mau tidak mau Daniel harus bertarung dengan ayah nya sepagi ini.
Dalam lima menit, Ayahnya mampu mengalahkan Daniel. "Kau kurang berlatih, boy. Dengan pria tua seperti ku saja kau kalah, apalagi dengan suami wanita yang kau sebut 'si manis' itu," sindir Ajustin sambil berbalik dan pergi setelah mendapat kemenangan nya.
Daniel yang sudah terkapar mendapat bogem mentah pagi hari pun seolah mendapat kekuatan.
"Stop, aku akui kemenangan mu," kata Ajustin dengan senyum lebar setelah putra nya habis meng-KO-kan dia.
Daniel berdiri membantu Ayah nya. Mereka kini duduk di kursi dalam kamar Daniel. Di temani beberapa pelayan yang membantu mengobati Ajustin dan Daniel.
"Jadi boy, apa alasan mu menguntit istri orang setelah mendapat seluruh warisan mu?" tanya Ajustin dengan lembut.
Daniel menghela nafas. "Daniel tahu sebenar nya Ayah sendiri tahu jawaban nya, aku cinta mati pada Alesha. Dia cinta pertama dan terakhir ku."
"Apa tidak ada perempuan lain di mata mu selain si manis itu, Boy?" tanya Ajustin bernegosiasi untuk membuat anak nya berpikir semakin bijak.
"Ayah!" Daniel berteriak setengah suara. "Ayah kan tau Dani tidak suka ayah membanding-bandingkan Alesha dengan wanita lain!"
__ADS_1
"Hahahaha … masih banyak perempuan di luaran sana yang pantas kau sukai, boy. Ayah akan dukung kau melamar siapa pun perempuan lajang asal kan jangan perempuan bersuami terutama Alesha. Apa menarik nya dia di mata mu, hem?" Ajustin tau putra nya memiliki sedikit keanehan. Bagi nya, menyukai perempuan yang sudah menikah adalah kelainan. Bukan hal wajar.
"Tapi Daniel sudah suka Alesha sejak dulu."
"Kau selalu beralasan klasik seperti itu. Kenyataan nya Rach yang memenangkan pertandingan setahun lalu. Dia berhasil menikahi Alesha. Dan kau jelas tidak punya kesempatan lain," ucap Ajustin mengingatkan.
Daniel hanya menunduk dan menghela nafas.
Segera Ajustin menepuk bahu Daniel. "Ayah punya beberapa calon untuk mu. Lihat ini,". kata Ajustin sambil menunjuk beberapa foto gadis untuk di pilih Daniel.
Tentu saja Daniel menolak. "Tidak ayah, Dani punya pilihan sendiri."
"Si Alesha? Coba katakan pada ayah, apa untung nya kau mengejar dia? Apa Daniel Flien? Jelaskan dulu." Amarah Ajustin sedikit naik, tapi dia masih bisa mengontrol nya.
"Dia segala nya untuk Daniel ayah, dan Alesha juga akan jadi ibu dari anak-anak Daniel!" jawab pria berusia 30 tahun itu sambil berdiri dan pergi.
Ajustin hanya bisa menggeleng kala melihat putra nya.
Daniel yang sekarang, seperti bukan Daniel putra yang ku inginkan. Cinta membuat nya buta dan semakin bersikap bodoh layaknya anak-anak.
Ajustin akhir nya menghubungi Susan orang kepercayaan nya untuk mengurus Daniel.
📞Susan: "Hallo, ada apa tuan?"
📞Ajustin: "Saya ingin kamu membuat jadwal pertemuan dengan beberapa gadis di restoran Y."
📞 Susan: "Bagaimana kalau tuan Daniel tidak mau, tuan besar?"
📞Ajustin: "Katakan untuk pekerjaan. Dia pasti akan setuju."
__ADS_1
📞Susan: "Saya akan segera mengurus nya tuan besar."
Panggilan di tutup. Ajustin tersenyum penuh arti. Lalu berkata dalam hati nya, Semua demi kesehatan mental mu, boy. Berhenti lah mengejar si manis mu, ayah tau semua nya tiada arti. Ayah juga tau betapa sesak nya dada ini menahan rindu pada sesuatu yang tak mungkin tergapai.