Maaf Telah Membohongimu, Mas!

Maaf Telah Membohongimu, Mas!
9. Rencana Lelaki Bermata Hijau


__ADS_3

...Happy reading...


...******...


Alesha ingin berlama-lama di rumah Bu Asti, apalagi dengan menggendong bayi Cantika yang menurut nya seperti sebuah keajaiban.


Tapi, Lusi menelepon kalau Diara sudah pulang. Akhir nya Alesha berpamitan ke ibu Asti, "Saya masih ada kerjaan, Bu Asti, terimakasih atas bantuan nya," kata Alesha bahagia.


"Seharusnya saya yang bersyukur karena sudah di bantu ibu Alesha. Berkat Bu Alesha saya jadi bisa mengerjakan pekerjaan rumah tanpa harus mengurusi Cantika," ucap Ibu Asti.


"Kita saling membantu, tapi makasih sekali lagi ya Bu, saya pergi dulu."


Alesha mengunjungi rumah Lusi, dan langsung mengatakan pada Diara supaya anak berusia 10 tahun itu untuk membuatkan sketsa.


"Tolong ya, Diara," kata Alesha berharap.


"Ini keahlian ku, Tante," jawab Diara enteng.


"Gambar ini gambar anak bayi. Pipi nya tembem, mata nya bulat dengan warna hijau. Hidung nya pesek, bibirnya tipis, kulit nya merah karna baru lahir. Rambut nya berwarna hitam."

__ADS_1


Alesha berbicara dan Diara mendengarkan dengan baik. Dalam setengah jam gambar itu selesai dan benar seperti ekspetasi Alesha, bayi itu sangat mirip dengan mimpi Alesha.


"Begini, Tante?" tanya Diara.


Alesha menyuguhkan senyum. Mengangguk sambil berkata, "Sangat bagus, Diara. Makasih ya."


"Setelah ini Tante ajarin aku ya. Aku ada pr, di kasih guru" pinta Diara.


"Iya, Tante ajarin pun," jawab Alesha.


"Makasih Tante." Diara memeluk Alesha.


"Aku udah dapat gambar yang aku ingat," jawab Alesha senang sambil menunjuk sketsa buatan Diara.


"Oke, kita akan langsung ketemui dokter nya saja, ya. Dokter akan mencocokkan gambar yang kamu inginkan dari bibit kualitas premium di bank sp3rma dunia," jelas Lusi.


Alesha yang tidak tau apapun pun manggut-manggut setuju saja. Sebenar nya ia tidak peduli bagaimana rupa anak nya nanti, tapi ia berharap anak itu sehat, tidak cacat dan menjadi penawar rindu untuk nya yang menginginkan anak ini."


...*********...

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain.


Seorang pria dengan wajah dingin berdiri menghadap dinding yang terbuat dari kaca tebal. Dia tampak memandangi gedung sebrang yang masih terlihat dalam jarak pandang nya.


Yuhandi Grup, perusahaan milik Alesha.


"Sudah lama waktu berlalu, kita sudah tidak berjumpa sayang. Aku merindukan setiap detik kebersamaan kita," gumam lelaki berjas hitam yang terlihat sangat tampan itu.


"Ini bos, seluruh informasi yang bos minta." Seorang wanita, sekertaris pria ini mendatangi nya dan menyerahkan berkas yang tersusun dalam map tebal.


"Terimakasih," jawab lelaki itu. Seketika wanita di belakang nya langsung pergi.


"Baik, nama Alesha Putri Yuhandi. Nama masih sama, tidak berubah. Kemudian umur 25 tahun, memiliki suami bernama Rachmen Firdaus … hem, si sialan itu masih menjadi suami si imut ku. Kemudian informasi penting, mereka sudah menikah dan penggalian informasi yang lain, si sialan tidak dapat memberikan anak? Menarik … apa bumbu yang bisa di campurkan untuk membuat semua nya menjadi lebih spekta 'ya?" Seketika senyum lelaki misterius itu terbentuk. Wajah yang sebelum nya dingin di penuhi dendam dan kemarahan kini berganti dengan senyum penuh pemikiran brilian.


"Aku punya ide!" kata lelaki itu bersemangat.


"Susan!" ucap lelaki itu dengan suara nya yang menggelegar. Seketika sekertaris wanita nya mendatangi ruangan, dan berkata, "Apa tuan?"


"Minta mata-mata itu kemari sekarang," perintah lelaki itu. Mata hijau nya yang seolah mampu menyihir selalu membuat nya mendapat apa yang diinginkan nya.

__ADS_1


__ADS_2