Maaf Telah Membohongimu, Mas!

Maaf Telah Membohongimu, Mas!
12. Berita Televisi


__ADS_3

Happy reading


************


"Proses inseminasi buatan ini bisa gagal atau pun berhasil. Benih nya belum menjadi janin, jadi kami belum bisa mengatakan janin nya sudah terbentuk," ucap Dokter menjelaskan.


"Kenapa bisa begitu dok?" tanya Alesha khawatir.


"Perlu sekitar 2 Minggu untuk mengetahui hasil nya. Dan selama itu, ibu Alesha di wajibkan makan makanan sehat, tidak lelah dan stres, serta tidur teratur. Juga saya tidak menyarankan berhubungan kalau sudah lewat 6 hari proses inseminasi buatan terjadi."


Aku kira ada yang aneh, pikir Alesha lega. Dia menunjukkan senyum penuh semangat, tak henti-henti nya perempuan itu menyentuh perut nya. Ia tahu belum ada janin di sana, tapi ia tahu ini akan berhasil.


"Baik, makasih ya dok."


******


Lagi-lagi Alesha pulang bersama Lusi. Sesampai nya di rumah Lusi, Alesha berjingkrak bahagia.


"Akhir nya aku akan menjadi ibu!" ia setengah berteriak.


"Eh, eh … jangan lompat-lompat seperti itu," kata Lusi melarang.


Alesha tertawa lucu, ia duduk sambil menetralkan nafas nya.


"Gimana cara menjaga kehamilan, Lusi? Kamu kan udah pengalaman 4 orang anak," tanya Alesha.

__ADS_1


"Kalau aku membawa nya biasa aja sih, karena bukan inseminasi buatan. Tapi kalau kamu yang inseminasi ini, aku pikir ada semacam perawatan gitu," jawab Lusi gamblang.


"Perawatan seperti apa?" Alesha penasaran.


"Hem, entah lah. Seharusnya kamu tanya sama dokter nya tadi," balas Lusi.


"Kamu ada nomor telepon nya gak? Soal nya aku mau buat dokter itu jadi dokter pribadi aku," pinta Alesha.


"Oh, kalau itu aku punya." Segera Lusi mengeluarkan ponsel nya dan membacakan nomor ponsel sang dokter kepada Alesha.


"Setelah dokter menyetujui menjadi dokter pribadimu, biasanya sih, boleh tanyakan apapun mengenai keadaan perut mu pada nya."


Alesha mengangguk mengerti, dia menampilkan senyum selebar mungkin.


"Tapi kamu ga bakal kasih tau kalau udah jalanin inseminasi buatan kan?" Lusi memastikan.


Lusi hanya bisa menghela nafas. Terserah lah kamu buat apa, tapi yang ku harapkan, semua berjalan mulus dan kamu ga akan nangis karena kehilangan cinta atau siapa pun yang hilang. Kata Lusi dalam hati nya.


*****


Sepulang nya dari rumah, Alesha terlihat lebih hati-hati. Ia berpikir sudah ada anak di perut nya meski semua nya jelas belum terjadi.


"Siang sayang …" sapa Rach yang sedang makan di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"Siang Mas," balas Alesha sekilas menoleh kepada suami nya dan memperlihatkan senyum terbaik nya.

__ADS_1


"Sini dulu, Alesha," pinta Rach sambil menepuk kursi di sebelah nya.


Alesha sudah duduk kemudian dia berkata, "Kenapa Mas?"


"Ga ada, duduk di sini temani Mas makan sambil nonton TV," balas Rach.


Alesha yang berpikir Rach sudah tahu yang dilakukannya di luar pun lega. Dia terpaku pada televisi.


"Berita terbaru. Pemirsa, Konglomerat Ajustin Flien menjadi sorotan setelah beliau memutuskan pensiun dan menobatkan Daniel Flien putra tunggal yang menjadi penerus kekayaan senilai US$200,2 miliar. Kekayaan itu berupa perusahaan kosmetik dan alat rumah tangga dengan 10 juta cabang di seluruh dunia." Berita reporter televisi yang seketika membuat Alesha terkejut.


"Daniel Flien?" gumam perempuan itu merasa aneh. "Bukannya Daniel Flien itu sekretaris ku?" pikir Alesha bingung.


Setelah reporter mengatakan berita terbaru, muncul wajah Daniel Flien si lelaki bermata hijau yang pernah Alesha ejek dengan sebutan si gendut Daniel saat bercanda.


Entah mengapa mata nya menangkap sosok lain dari Daniel. Lelaki itu sudah berubah! Tubuh tinggi nan atletis. Dan kini Daniel sangat dingin! Seolah pesona lelaki tampan itu mampu menyihir seorang Alesha yang sekarang hanya mencintai Rach!


"Hey …" Rach menepuk paha Alesha yang terpaku menatap layar televisi. "Kenapa?" tanya Rach setelah Alesha menoleh.


"Em, enggak-enggak," balas Alesha menampilkan senyum paksa.


"Daniel Flien bukan nya sekretaris mu sewaktu masih menjabat ya, Istri ku?" tanya Rach.


Dengan ragu Alesha mengangguk, "Mungkin, tapi aku ga menyangka aja kalau Daniel yang selama ini jadi sektretaris ku adalah pewaris tahta kekayaan ke empat dunia. Ah, tapi itu benar Daniel kan?" tanya Alesha bingung.


Seketika Rach mengusap muka Alesha. "Jangan menatap lelaki lain seperti itu, Sayang. Nanti dosa," ucap Rach.

__ADS_1


"Mas cemburu ya?" tebak Alesha.


__ADS_2