Maaf Telah Membohongimu, Mas!

Maaf Telah Membohongimu, Mas!
16. Menggila Karenamu


__ADS_3

"Sebenar nya apa yang dipikirkan anak itu!" gumam Ajustin kesal. "Cinta sudah membuat nya bodoh dan gila. Apa yang bisa ku lakukan sekarang."


Ajustin akhir nya pergi ke kamar Daniel. Dia menemukan sesuatu yang tidak dapat di pikirkan nya tapi mampu di lakukan Daniel. Dalam laptop yang di buka, Ajustin membaca sebuah judul yang membuat nya tidak habis pikir.


"Inseminasi buatan?"


Dalam kalimat pertama setelah judul, Ajustin menemukan isi hati Daniel terhadap perempuan bersuami itu. Kemudian segala masalah Alesha, dan cara gila Daniel untuk menyelesaikan masalah itu.


"Ck ck ck. Aku tidak menyangka dia bisa bersikap segila ini untuk kekasih hati nya. Pantas saja dia katakan untuk menjadi pendonor sp3rma seluruh wanita. Mungkin karena Susan menghalangi nya." Ajustin jadi menyimpulkan alasan beberapa hal terjadi.


Kemudian dia menghubungi mata-mata nya.


📞Ajustin: "Dumai, tolong kamu mengintai Daniel Flien putra ku. Kalau benar dia akan pergi keluar negara ini, maka tangkap, dan hentikan dia. Jangan lupa membawa nya kemari dalam keadaan hidup.


📞Dumai: "Baik, tuan!"


*****

__ADS_1


Sebenarnya, semua orang di perusahaan sudah kebingungan lantaran sang bos pergi tanpa kawalan.


Dan Para karyawan tidak ada yang mampu menyapa nya meski sekedar bertanya, "Mau ke mana, bos?" Mereka semua ketakutan, sehingga memilih cuek, namun beberapa menunduk hormat saat Daniel keluar dari lingkungan perusahaan, termasuk satpam yang menjaga di luar.


Daniel masuk ke dalam mobil. Dia duduk dan bernafas dengan lelah. Setelah sedikit baikan, Daniel mulai menentukan arah mobil nya berjalan. Dia tidak mengemudi, karena mobil mewah itu sudah di rancang menjadi supir pribadi.


Daniel sibuk melihat iPad milik nya yang merekam aktifitas Alesha. Seluruh perangkat miliknya sudah di pasangi CCTV Alesha. Kemana perempuan itu seolah bukan masalah lagi untuk Daniel.


Pria ini memang sudah di-gila-kan oleh cinta.


"Alesha sayang … ibu anak-anak ku, semakin cantik lah kamu," ucap Daniel sambil tertawa sendiri.


"Aku yakin akan memiliki mu suatu saat nanti!" gumam Daniel bertekad.


*******


Alesha.

__ADS_1


Entah mengapa dia merasa seseorang selalu mengikuti nya. Menguntit secara diam-diam, tetapi orang itu tidak ada!


"Apa mungkin aku berhalusinasi ya?" gumam Alesha.


Hari ini perempuan muda itu memilih duduk diam di rumah. Sesekali bekerja pekerjaan ringan seperti memasak, dan menyapu halaman. Beberapa pelayan sampai tidak enak melihat perubahan majikan nya itu. Tidak seperti biasa nya.


"Biar saya saja nyonya," kata Suni berusaha mengerjakan pekerjaan menyapu halaman.


"Enggak, saya mau istirahat. Saya ingin, anak saya sehat dan mudah keluar waktu lahiran," jawab Alesha keras kepala. Anak memang belum di nyatakan dokter ada. Karena memang baru 3 hari setelah proses itu.


Suni melongo sempat terkejut. "Nyonya sekarang hamil?!" tanpa sadar Suni berteriak dan membuat dua pelayan lain nya yang bekerja di rumah Alesha ikut menoleh.


Alesha tersenyum tipis. Ia senang jika seseorang mengatakan nya hamil. Tapi, Alesha teringat kata-kata dokter tentang proses inseminasi yang belum tentu berhasil.


Jadi dia menolak, "Aku hanya berusaha bersikap seperti orang hamil, jangan hiraukan."


"Oh, begitu nyonya. Saya kira anda beneran hamil. Soalnya saya akan melayani nyonya lebih baik dan memanjakan anda sebisa saya."

__ADS_1


"Ih, pandai menggombal kamu," balas Alesha tidak terpengaruh.


__ADS_2