Mahesa Dan Indira

Mahesa Dan Indira
Pernyataan Cinta dan Patah hati


__ADS_3

Setelah mereka mengahabiskan makan siang, Mahesa berniat mengutarakan isi hati nya pada Indira.


Indira.." panggil Mahesa, dan Indira pun mendongkak menatap Mahesa.


"Ya.."


Mahesa bingung mau memulai dari mana, apakah ini terlalu cepat untuk dia menyatakan cinta nya pada Indira?


Indira hanya memandang Mahesa yang sedang melamun, dan mengedikan bahu nya acuh.


Yasmine Indira, maukah kau jadi kekasihku... ucap nya dalam hati, Mahesa berigidik dengan ucapan nya sendiri seraya terkekeh. Indira yang melihat Mahesa terkekeh pun hanya menautkan kedua alis nya bingung.


"Kenapa ?ada yang lucu ?" Tanya Indira.


"Tidak ada.." jawab nya datar.


"Ou yah, Indira apakah kamu sudah punya kekasih?" Tanya Mahesa dengan wajah penasaran. Indira yang mendengar itu pun tersedak.


Indira pun menggelengkan kepala nya sebagai jawaban. "Kamu mau jadi kekasih ku Indira?" Indira memandang mata Mahesa mencari kebenaran akan pertanyaan yang di utarakan Mahesa, tapi Indira tidak melihat kebohongan di mata Mahesa. Indira melihat sebuah keseriusan dan ketulusan dari Mahesa.

__ADS_1


"Ini terlalu cepat Mahesa. Kita baru saja kenal, ya walau pun aku kerja di perusahaan mu itu, aku baru beberapa bulan ini dan baru bertemu dengan mu kemarin-kemarin. Dan kamu belum mengenal siapa diriku." Jawab Indira.


"Aku tau..Indira maka berikan aku kesempatan supaya lebih dekat dengan mu, dan mengenal dirimu," pinta Mahesa sambil menggenggam tangan Indira.


"Berikan aku waktu untuk berpikir.." Mahesa mengangguk sebagai jawaban.


Hening, kemudian mereka larut dengan pikiran mereka masing-masing. Memberi kesempatan untuk menilai apakah ini cinta yang ada dalam hati atau bukan.


"Ayo kita pulang udah mau sore." Mahesa beranjak dari duduk nya menuju kasir.


Setelah selesai Mahesa menarik tangan Indira, sebelah lagi membawa belanjaan Indira. Sudut mulut Indira terangkat dia merasa kebahagian yang membuncah di dada nya hingga menghangat kan relung hati nya yang dingin.


****


Arumi terus saja mengusap air mata nya yang jatuh ke pipi, kenangan indah dirinya dan Dimas terus saja berputar di kepala nya bagai kaset film yang sedang menayang kan kisah romantis sepasang kekasih.


Mulai dari Dimas yang menyatakan cinta nya, hingga Dimas yang melamar nya secara pribadi, di tempat wisata Orchid Forest Cikole yang berada di jalan Tangkuban parahu. Saat itu setelah selesai melihat-lihat tanaman anggrek dan waktu menunjukan pukul 6.


Dimas mengajak Arumi menuju jembatan gantung yang sudah terang dengan lampu-lampu yang sangat indah, dan saat itu Dimas melamar nya dan memberikan cincin untuk Arumi, dan di sambung makan malam sebelum pulang.

__ADS_1


Arumi menghembuskan nafas ny secara kasar. "Aku harus bisa lupain dia, dia masa lalu ku aku harus fokus mengembangkan bisnis ku." Ucap Arumi mantap


Kemudian Arumi beranjak dari duduk nya, "Sudah sore ternyata." Gumam nya.


Kemudian Arumi melangkah menuju parkiran, dan melajukan mobil nya ke cafe nya dia ingin mambuat makanan super pedas, untuk melupakan sakit hati nya dan patah hati ini membuat nya lapar. Arumi terkekeh dengan pikiran nya sendiri.


****


Mahesa dan Indira sudah sampai di depan panti. Pada saat Indira akan turun, Mahesa menahan tangan Indira kemudian dia membalik tubuh nya dan mencium kening Indira dalam dan lama. Sehingga membuat jantung Indira berdebar dengan kencang, mudah-mudahan Mahesa tidak mendengar nya.


Mahesa tersenyum melihat wajah Indira yang merona. "Pikirkan baik-baik jawaban nya Indira, aku tidak mau menunggu lama." Ucap Mahesa tegas dan datar.


"Aku akan memikirkan nya Mahesa, terima kasih atas semua nya. Dan hati-hati di jalan." Indira keluar dari mobil Mahesa dengan banyak nya belanjaan yang di beli oleh Mahesa.


"Aku akan menghubungi mu nanti malam.." teriak Mahesa saat Indira akan membuka pintu dan Indira mengangguk.


tbc..


Maaf typo.

__ADS_1


slow update, jangan lupa like,komen dan kasih ๐ŸŒนatau โ˜• makasih ๐Ÿ™


__ADS_2