Mahesa Dan Indira

Mahesa Dan Indira
Bab 7


__ADS_3

Warning!! Harap bijak dalam membaca yah, mengandung bacaan 21+ 


Indira yang di tanya seperti itu pun gelagapan. "Itu aa-anu... Pak, tidak." Jawab Indira cepat sambil menggaruk kepala yang tak gatal. Mahesa mengangkat sebelah alis nya.


Mahesa bangkit dan berjalan kearah Indira, spontan, Indira pun ikut mundur sesuai langkah Mahesa, tapi sayang Indira mentok gak bisa lari kemana-mana lagi karena di belakang nya ya, ada pintu keluar."


Mahesa mengurung Indira dengan kedua tangan di sisi tubuh Indira, "Kamu cerewet sekali ternyata, dan ini," tunjuk nya pada bibir Indira yang menggoda, kemudian Mahesa  mengusap bibir Indira, yang menimbulkan gelenyar aneh bagi Indira, dan mungkin wajah nya sudah merah merona sekarang.


Tiba-tiba, Mahesa menempelkan bibir nya pada bibir Indira. Indira, yang mendapat serangan mendadak pun melotot. Mahesa telah mencuri ciuman pertama nya.


Indira mendorong dada Mahesa. "Pa-pak.." cicit nya pelan.


Mahesa terus menatap kedalam mata Indira, dan mengalihkan pandangannya pada bibir Indira, kemudian dia mengecup nya lagi dan sedikit ******* bibir bawah Indira, dengan sangat lembut. Sumpah demi apapun, Mahesa tidak berniat untuk mencium Indira. Niat nya dia hanya ingin mengerjai Indira saja, eh, malah dia nya ketagihan bibir Indira yang lembut dan wangi vanila strowberi membuat Mahesa melakukan nya lagi. Kemudian Mahesa menjauhkan bibir nya dari bibir Indira


"Sial, kau Indira kau membuat ku on." Umpat nya dalam hati. Sambil menyatukan kening mereka, sambil terengah, Mahesa menatap wajah Indira, yang sudah merah semerah cabe. "Ayo, aku antar kau pulang." Menarik tangan Indira. 

__ADS_1


Indira masih termenung di tempat nya akibat insiden ciuman tadi, seolah otak nya koslet untuk mencerna apa yang terjadi.


Mahesa melihat Indria yang masih mematung di depan pintu yang terbuka. "Apakah kamu ingin yang lebih dari itu?" tanya Mahesa, dengan wajah datar. Dalam hati mah dia juga mau lebih 😂 suara baritone Mahesa membuyarkan lamunan nya, dan menjawab pertanyaan Mahesa dengan gelengan kepala.


Indira keluar menyusul Mahesa dan tidak lupa menutup pintu.


Di dalam lift, Indira menjaga jarak dari Mahesa, bukan apa-apa dia takut Mahesa akan mencium nya lagi, hingga lift tersebut sudah sampai di basment dan mereka berjalan menuju mobil Mahesa.


****


Mahesa dan Indira turun dan masuk ke dalam supermarket tersebut, untuk membeli kebutuhan anak-anak panti dan lain-lain nya.


Setelah selesai berbelanja, dan memasukan belanjaan nya ke dalam bagasi mobil. Mahesa melajukan mobil nya ke alamat yang di berikan Indira.


setelah menempuh cukup lama, akhir nya mereka sampai di depan rumah sederhana tidak terlalu besar.

__ADS_1


Mahesa mengeluarkan kantong belanjaan nya di bantu Indira. "Assalamualaikum" seru Indira.


"Waalaikumsalam, eh teteh baru pulang?" tanya Anta bocah panti yang berusia 10tahun.


"Iya, teteh lembur tolong bawa ini An, dan bagi-bagi ke anak-anak yang lain yah.


"Oke.."


"Pak, ayo masuk." Indira menggiring Mahesa ke tempat anak-anak berkumpul, kemudian meletakan sisa belanjaan tadi.


Mahesa melihat anak-anak yang berkisaran antara 5-10 tahun, sangat antusias membuka kantong belanjaan yang di beli Mahesa, dalam hati Mahesa selalu bersyukur akan nikmat yang di berikan Tuhan pada nya, setelah melihat mereka yang kurang beruntung.


maaf typo.


Tuh buat ka Iha,Ka tiah,mmah Is siapa lagi yah kakak catik grup Levent aku udah kasih pemanasan dikit 😁 jangan lupa kasih sekuntum 🌹atau ☕. Makasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2