
Nyonya Sekar menatap Indira yang ada di depan nya, yang sedang menangis terisak.
"Karena kamu, anak saya kecelakaan, karena kamu anak saya hidup susah dan karena kamu anak saya keluar dari kemewahan yang dia punya." Pekik Nyonya Sekar menahan emosi.
"Maafkan saya, Nyonya...," lirih Indira.
Nyonya Sekar tersenyum sinis.
"Saya akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat."
Indira mendongkak menatap Nyonya Sekar.
"Kamu pergi dari hidup anak saya, dan tanda tangani surat perceraian kalian. Pergi sejauh mungkin dan jangan pernah perlihatkan lagi dirimu di hadapan saya. Jika kau berani, maka kau akan tau akibat nya." Terang Nyonya Sekar menahan emosi.
Indira menggeleng, dia tidak mau di pisahkan dari Mahesa dirinya sedang mengandung, dan belum sempat memberi tahu Mahesa keberadaan sang jabang bayi.
Nyonya Sekar tersenyum sinis, "Baik, jika kamu tidak mau, saya pastikan panti tempat mu tinggal itu di gusur hari ini juga." Tegas Nyonya Sekar, dan Indira menggeleng.
"Baiklah..baik." lirih Indira sambil terisak. Indira kembali berkata.
__ADS_1
"Saya akan pergi dari kehidupan anak anda, tapi izin kan saya melihat nya untuk yang terakhir kali." Mohon Indira, sambil menekuk lutut memohon pada sang mertua.
"5 menit, saya beri waktu kamu 5 menit." Nyonya Sekar pergi meninggalkan Indira sendiri.
Tangis Indira pun pecah, dan akhir nya dia luruh juga di lantai. Kemudian dia berdiri melangkah gontai ke ruangan UGD di mana suami nya berada yang belum sadarkan diri.
"Mas..kamu tau aku merasa beruntung sekali mengenal mu, kamu memberikan aku cinta, kasih sayang yang tak pernah selama ini aku dapatkan, pertemuan kita yang membuat mu marah padaku." Kenang Indira pada saat untuk pertama kali bertemu Mahesa.
"Maafkan aku, aku janji akan menjaga nya, jika kamu mencari kita aku janji akan memperkenalkan nya pada mu. Mengatakan pada anak kita bahwa kamu adalah Ayah nya. Maaf kan aku Mas...," lirih Indira, menggengam tangan Mahesa. Kemudian dia mencium tangan Mahesa di lanjut kening dan kedua pipi Mahesa.
"Semoga cepat sembuh, Maafkan aku sekali lagi, aku pamit..," Indira beranjak dari duduk nya meninggalkan ruang UGD tersebut.
Biarlah aku pergi dengan kenangan mu, membawa sebagian dari dirimu, jika aku rindu aku akan menatap rembulan, jika aku sedih aku akan mengingat semua kenangan yang kamu beri padaku, selamat tinggal kekasih ku, aku mencintai mu."
...****************...
Saat Indira sampai di apartemen, dia mengemasi semua barang-barang nya kedalam tas, dia melihat ponsel dan ada panggilan tak terjawab dari Dion.
"Maaf, Ion..," lirih Indira.
__ADS_1
kemudian Indira melanjutkan mengemas barang yang penting, Kemudian dia melepas cincin yang ada di jari manis nya, dan menyimpan di atas buku nikah dengan secarik kertas yang dia tulis.
Indira akan pergi ke ATM dia akan membawa semua sisa tabungan nya, dan akan di pakai untuk dia memulai hidup baru di tempat baru dengan anak nya.
Setelah selesai menarik uang, Indira melihat ponsel nya dan mematikan ponsel tersebut, dan mengeluarkan kartu tersebut, mematahkan dan membuang nya.
"Nanti aku akan beli yang baru...," gumam Indira.
Indira sudah sampai di statsiun, dia memutuskan akan pergi ke kota Malang. Dan sebentar lagi kereta tujuan Malang akan segera berangkat. Dan Indira sudah berada di dalam kereta tersebut.
"Selamat tinggal semua kenangan yang manis dan menyakitkan, kamu mengajarkan aku arti hidup yang sesungguh nya, kamu memberikan aku pelajaran dari arti cinta. Selamat tinggal Mahesa." batin Indira.
Tamat.
maaf typo.
Baiklah terimakasih pada semua yang sudah dukung cerita ini terutama kepada anggota Levent yang bersedia meluangkan waktu nya untuk baca cerita recehan ini dan grup yang aku ikuti di NT makasih banyak semua.
Aku akan beritau walau gak akan ada yang nanya karena mungkin emg gk penting, baiklah aku kasih tau kenapa Tamat nya cepat karena saya fokus di apk hijau yah jika mau tau lanjutan lengkap nya boleh mampir di apk hijau kalo mau mampur boleh Ari Dwi nopani itu nama akun nya judul nya sama ko.
__ADS_1
Terima Kasih 🙏