Mahesa Dan Indira

Mahesa Dan Indira
BAB 3


__ADS_3

Saat Sam keluar dari ruang kerja nya. Mahesa baru tersadar jika celana nya basah, Dan bagian yang basah tersebut tepat sekali berada di daerah intim nya. Mahesa bangkit dan berjalan menuju kamar pribadi nya. Yang berada di balik rak buku tersebut.


Saat jam makan siang ...


"Dira." Panggil Dion, saat dia melihat Indira menuju pantry.


"Ya ada apa Ion?" Tanya Indira. Sambil memijit pelipis nya.


"Kita makan siang di luar yu, kamu mau kan?" Tanya Dion penuh harap.


"Gak ahh aku maau makan di kantin aja lebih murah. Lagian kenapa tumben ngajak makan siang di luar?" Tanya Indira dengan menyipitkan mata nya.


"Lah emang nya kenapa? Aku mau traktir kamu makan Dira. masa kamu gak mau?" Tanya Dion, sambil terheran-heran. pasal nya orang kalo di kasih gratisan suka gercep gitu, lah dia mah suka basa basi mulu.


Indira memutar bola mata malas Dion selalu memanjakan nya, selalu memberikan apa yang dia mau. Indira tau Dion berasal dari kalangan keluarga yang berada.


Indira menghembuskan nafas secara perlahan dan bangkit dari duduk nya, menerima tawaran Dion untuk makan siang di luar. Karena setelah di pikir-pikir entah kenapa hari ini Indira ingin memakan makanan yang pedas.


Saat mereka sampai di luar gedung, Indira dan Dion berjalan beberapa meter ke arah barat. menuju pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang jalan.

__ADS_1


"Dion gimana kalo kita makan di pinggir jalan itu?!" Tunjuk Indira kepada penjual makanan di pinggir jalan tersebut."Boleh ayo." Dion menarik tangan Indira menuju pedagang yang menjual berbagai macam makanan, dan cemilan. Yang tidak jauh dari Perusahaan nya itu.


Seketika air liur Indira ingin menetes keluar ketika melihat orang yang sedang membeli seblak.


"Mang beli seblak nya 1porsi yah, pedes nya level 4 aja. Kumplit banyakin tulang." Pinta nya sambil cengengesan.


Dion yang mendengar itu pun hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah Indira tersebut, Dion sangat tau jika seblak adalah makanan kesukaan Indira.


Sedangkan Dion. membeli Mie ayam baso dekat si penjual seblak tersebut. Setelah mereka memesan makanan, Dion mengajak Indira duduk. Tempat duduk tersebut di bawah pohon jadi tidak terlalu kepanasan.


"Dira aku beli minuman dulu." Indira hanya mengangguk sambil memperhatikan lalu lalang orang-orang di sekitar nya.


"Capuccino ice gak pake bobo." Ucap Dion. "Makasih Ion ganteng." Dion mencebikan bibir nya. Tapi dalam dalam hati dia bersorak senang.


"Selamat Makan." Ucap nya serempak.


Setelah selesai dengan makanan nya, mereka duduk-duduk santai di bangku tersebut.


"Dion makasih yah sekali lagi, kamu selalu baik sama aku, aku gak tau lagi gimana cara bales kebaikan kamu dari zaman kita sekolah nyampe sekarang." Ucap Indira sambil memandang Dion.

__ADS_1


Dion yang di pandang seperti itu menjadi gugup seketika. "Ehem. sudah lah Dir kamu kaya siapa aja." Ucap Dion.


Saat mereka sedang ngobrol ngalor ngidul, tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang memperhatikan Interaksi mereka berdua dengan ekspresi yang sulit di tebak.


tbc ...


Mohon maaf jika cerita nya kurang menarik dan berantakan. karena masih belajar. 🙏


Biar semangat aku nulis nya sama baca nya aku hadirin aja visual ny deh 🤭


Mahesa Wijaya



Yasmine Indira



Dion Erlian

__ADS_1



__ADS_2