
Arumi menghela nafas lega. "Syukurlah kalo tidak ada yang di ambil, lain kali Nyonya harus hati-hati di sini, kalo gitu aku pamit dulu, permisi." Tersenyum sambil berlalu.
"Tunggu. Nak, siapa nama mu ?" Arumi berbalik dan tersenyum manis. Arumi Arumbita ucap nya lalu pergi.
"Arumi, Mudah-mudahan kita bertemu lagi." Gumam nya dalam hati.
Gedung Wijaya Grup.
Sore pun tiba, semua pekerja bersiap untuk pulang, ada juga yang lembur.
Indira sedang menunggu Dion di lobby dekat pos satpam, pada saat Indira menunggu Dion, tiba-tiba muncul Mahesa di depan Indira yang membuat dia terkejut.
"Pa-pak Mahesa." Cicit nya.
"Kamu tidak lupakan janji mu! Jika kau lupa maka aku akn ingatkan, kau ikut aku sekarang." Menarik tangan Indira. Pada saat Mahesa menarik tangan Indira, Dion datang dan, mecegah Mahesa membawa Indira.
"Ada apa. Pak, kenapa anda menyeret nya?" Tanya Dion, menatap tak suka pada tangan Indira yang berada dalam genggaman tangan Mahesa.
"Bukan urusan mu." Jawab nya datar.
__ADS_1
Jelas itu urusan saya Pak, saya hanya ingin tau kenapa anda memaksa teman saya ini?" Jelas Dion menatap tak suka pada sang atasan.
Melihat ketegangan di antara kedua orang di depan nya, Indira mencoba menjelaskan kepada Dion. "Dion, aku bekerja jadi asisten rumah tangga nya, Pak Mahesa." Jelas Indira, yang membuat Dion menatap Indira tak suka.
"Kenapa kamu gak bilang sama aku Dir?" Dari siang kita sama-sama tapi kamu diam aja gak ngasih tau!" Ucap Dion sedikit marah.
"Maaf..."cicit nya. "Dion nanti akan aku jelaskan, biarkan aku ikut Pak Mahesa dulu yah." Jelas Indira.
"Baiklah, tapi nanti aku jemput kamu." Mengelus puncuk kepala Indira. Mahesa yang melihat itu pun seketika menarik Indira pergi dari hadapan Dion. Untuk berdiri tepat di samping Mahesa.
"Tidak perlu, biar saya saja yang mengantar nya pulang." Jawab Mahesa dengan datar nya.
Dion yang melihat itu pun menghembuskan nafas nya secara kasar, niat ingin mengajak Inidra jalan-jalan malah di bawa sama si bos berwajah es.
Dion pun pergi menuju parkiran untuk membawa sepedah motor nya.
****
Di mobil terjadi keheningan antara Indira dan Mahesa hanya lantunan lagu romantis yang terdengar di mobil tersebut. Indira benar-benar di buat kesal sama tingkah laku bos nya ini, dia tidak di beri tahu kapan mulai kerja, tau-tau di seret seenak nya.
__ADS_1
"Dasar bos aneh" batin nya sambil mendelik ke arah Mahesa, pandangan mereka bertemu, Indira buru-buru mengalihkan tatapan nya ke samping.
"Kenapa, ada masalah?" tanya Mahesa, tetap fokus ke depan setelah aksi saling tatap tadi.
"Tidak ada." jawab nya ketus.
Mahesa hanya mengedikan bahu nya mendengar jawban Indira, tidak lama sampailah mereka di area apartemen mewah. Hanya untuk kalangan berduit saja. Indira berdecak kagum melihat bangunan menjulang di hadapan nya. "Pasti mahal." Gumam ny pelan. Namun masih bisa di dengar oleh Mahesa.
"Jelas mahal, kamu gak akan mampu beli di sini," ucap nya sombong.
Indira mendecih. "Sombong sekali dia." Mendelik pada Mahesa.
setelah memarkirkan mobil nya, Mahesa turun terlebih dahulu tanpa kata. Indira yang melihat itu pun hanya berdecih, segala macam umpatan keluar dari mulut Indira yang sedang membuka seatbeal.
tbc ....
maaf typo, maaf jika tulisan ny berantakan,kurang menarik. Makasih 🙏
jangan lupa beri saya bunga,like dan komen 🙏
__ADS_1
slow update.