Mahesa Dan Indira

Mahesa Dan Indira
BAB 2


__ADS_3

Kediaman mahesa


Mahesa keluar dari kamar pribadi ny yg ada di kediaman orang tua nya, semalam dia memutuskan untuk menginap di kediaman orang tua ny karena paksaan sang Ayah.


Sesampainya di meja makan, Mahesa menyapa Ibu dan Ayah nya.


"Selamat pagi." Ucap ny datar.


"Selamat pagi juga Nak." Ucap Ayah dan Ibu ny serempak.


Dalam diam Ibu Mahesa menatap anak ny. Yang sangat dia rindukan beberapa bulan terakhir ini.


Mahesa memandang Ibu nya balik.


"Kenapa Ibu melihat ku seperti itu ?Aku tau anak mu ini sangat tampan Bu." Ucap nya dengan wajah datar, dulu sebelum Mahesa berubah dingin dia selalu bermanja-manja kepada Ibu nya.


"Tidak ada. Ibu hanya merindukan mu saja Mahesa, jangan terlalu ekstra dalam bekerja Nak, jangan pulang larut ." Ucap sang Ibu menatap lekat- lekat wajah sang anak.


"Saat nya kamu menatap ke depan Mahesa, lupakan dia yang sudah pergi dia tidak akan kembali dia sudah tenang di alam sana. Masa depan mu menanti mu, cinta mu dengan orang yang baru. jangan terus berkubang dalam kesedihan yang lalu." Ucap Tuan Bagas.


Mahesa menghela nafas berat. dia tidak bisa melupan orang yang begitu dia cintai, seketika napsu makan Mahesa hilang entah kemana setelah perkataan Ayah nya itu.


Mahesa bangkit dari duduk nya."Aku sudah selesai, Aku pamit." Berlalu meninggalkan Ibu dan Ayah nya di meja makan.

__ADS_1


Sang Ibu menatap kepergian Putra nya dengan tatapan sendu, dan mata berkaca-kaca. Tuan Bagas mengelus punggung Istri ny untuk menenang kan sang Istri yang tengah bersedih karena puta mereka yang menutup diri dari sekitar nya, Akibat dari kepergian kekasih nya yang meninggal karena kecelakaan.


Sesampainya di kantor. Mahesa berjalan melewati loby dan mengabaikan sapaan satpan dan para karyawan lain. Walau pun dia terlihat cuek dan datar tetap saja banyak para karyawan wanita yang memuja Mahesa. Bagaimana tidak wajah yg tampan dan senyum yang manis, tatapan tajam. membuat para wanita mengantri menjadi kekasih nya.


Keluar dari lift, Mahesa di tabrak oleh Indira yang sedang membawa ember bekas pel. Karena lantai yang masih licin dia tak sengaja menumpahkan air pada sang atasan.


"Astaga, Maaf saya tak sengaja Pak maaf." Ucap nya panik dan takut.


Sebab baru kali ini dia bertemu dengan sang atasan dari cerita Dion dia memang tampan tapi sayang aura wajah ny mengintimidasi siapa saja yg membuat masalah.


"Apa kamu tidak bisa bekerja ?" Ucap nya dengan kilat emosi terpancar di mata ny.


Mahesa memandang Indira dari atas ke bawah menilai penampilan ny. "Cantik" Gumam nya dalam hati.


Kemudian Indira mengikuti Mahesa, Sambil berdoa dalam Hati mudah-mudahan dia tidak di pecat karena hal sepele.


Saat tiba di dalam, Mahesa masih saja diam menatap Indira dengan tatapan tajam nan mematikan itu.


"Apa kamu tidak tau peraturan Perusahaan saya ?" Tanya Mahesa dingin.


Indira terus menundukan diri nya dan meremas lap yang dia bawa saking gugup nya.


"Kalo Saya bicara angkat kepala mu, apkah lantai itu lebih menarik Dariku ?" Tanya Mahesa.

__ADS_1


Indira mengangkat wajah nya menatap Mahesa,"Maafkan saya Pak saya tidak sengaja." Sesal nya.


Kemudian, Mahesa memanggil Sekertaris nya lewat telpon. Untuk memerintahkan Indira di pecat dan memberikan gaji nya bulan ini karena dia tidak suka orang yang ceroboh.


Indira yang mendengar diri nya akan di pecat segera menghampiri Mahesa, dan menekuk lutut nya sambil menangkupkan kedua tangan nya "Tolong jangan pecat saya Pak saya harus membantu Ibu saya mencari uang untuk Adik-adik saya." Ucap nya memelas pada Mahesa.


Jika Indira di pecat maka, Dia akan kesulitan mencari pekerjaan lain. dengan bermodalkan Ijazah SMA zaman sekarang sangat sulit baginya mencari pekerjaan. Jika bukan karena Dion mungkin dia tidak akan bekerja di sini, mungkin akan terus membantu Bu Ana berjualan kue keliling.


"Baiklah saya tidak akan memecatmu, tapi sebagai ganti rugi yang telah kau lakukan pada saya, kamu harus menjadi Asisten pribadi di Apartemen saya. Sepulang nya jam kerja tanpa bayaran." Ucapnya datar.


Indira menghela napas lelah. Dan menganggukan kepala nya tanda setuju jika tidak dia harus mengganti rugi celana sang atasan yang terbilang memiliki harga yang fantastis.


Mahesa menatap punggung Indira yang berjalan keluar dari ruangan nya. Kemudian dia memanggil sekertaris nya.


"Selamat pagi Tuan." Menunudukan badan nya kepada Mahesa.


"Aku mau kau mencari tau tentang gadis tadi Sam. Jangan sampai ada yang terlewat." Ucap mahesa kepada sang sekertaris sekaligus asisteh dan sahabat nya itu.


"Baik Tuan saya akan menyelidiki nya secepat nya, Kalo begitu saya permisi." Ucap Sam sambil berlalu.


Tbc ..


Maaf jika cerita nya berantakan ,kurang menarik saya masih dalam tahap belajar 🙏

__ADS_1


belum revisi nanti sekalian saya revisi sambil memikirkan next episode nya, saya up gmna mau nya saya tergantung MOOD.


__ADS_2