Mahesa Dan Indira

Mahesa Dan Indira
BAB 9


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Indira membereskan piring bekas di bantu oleh, Cindy gadis berusia 9tahun yang baru masuk panti asuhan.


Sedang kan 2 pria dewasa kembali ke ruang tamu, di temani Bu Ana. Di ruangan tersebut terjadi kecanggungan yang sangat kentara.


Pada saat sedang aksi diam Indira datang dengan membawa nampan berisi teh dan juga kue, "Terima kasih," ucap mereka serempak.


"Ibu, kedalam dulu yah, mereka dari tadi diam terus," bisik Bu Ana. "Iya, Bu."


Indira duduk di hadapan Mahesa dan Dion. "Jadi..sampai kapan kalian akan di sini terus?" tanya Indira, tepat nya seperti mengusir secara halus.


"Saya, gak akan pergi sebelum jalan sama kamu." Tegas Mahesa.


"Tapi, Pak, saya tidak ingin kemana-mana." Kekeh Indira.


"Anda dengarkan sekarang, anda pergi saja dari sini, Pak Mahesa." jawab Dion. "Biar saya saja yang menemani Indira di sini." Mengedipkan sebelah mata nya pada Indira, Indira pun memutar bola mata malas akan sikap Dion. "Apa-apaan, Dion ini, kemarin-kemarin di suruh ke sini dia gk pernah mau!" batin Indira sambil menatap Dion tajam, dan melipatkan tangan di dada.


Mahesa memberikan tatapan maut nya kepada Dion. " Begini saja biar adil, kita ber-3 jalan bersama saja ikut mobil saya," usul Mahesa.


Sebelum Indira angkat suara, Dion sudah lebih dulu bicara.


"Boleh tuh, kapan lagi kita di ajak BOS jalan." jawab Dion cepat, sambil menekan kata Bos.


"Gimana, Indira?" tanya Mahesa.

__ADS_1


Jika tidak di setujui, mereka akan ada di sini mungkin sampai besok, Indira memijit kening nya pusing dengan tingkah mereka ini.


"Ya, sudah ok aku mau." jawab nya final.


"Aku siap-siap dulu."


Mahesa dan Dion mengangguk kompak.


"Pasti bahagia tuh," monolog author nya.


Tak lama mereka menunggu, Indira keluar dengan menggunakan kaos putih berbentuk V yg menunjukan leher jenjang nya dan celana berbahan kain warna putih salur hitam, rambut nya di gerai dengan makeup tipis terlihat natural, tak lupa tas warna hitam tersampir di bahu nya, karena dia gk punya dres, yah baju yang ada aja kalo udah jadi Nyonya,baru pake baju bagus 🤭 ok balik lagi ke Dion dan Mahesa.


Dion yang melihat itu pun menatap kagum pada Indira, sedangkan Mahesa, dia menelan ludah nya secara kasar melihat leher jenjang Indira dia ingin menyicipi nya, tiba-tiba bagian bawah Mahesa terasa sesak, apalagi mengingat adegan ciuman kemarin, semakin membuat nya pening, ampun.


Mahesa dan Dion menyusul Indira keluar dari ruangan. Mahesa membukakan pintu penumpang untuk Indira, "Indira duduk di belakang baren saya, Pak." ucap Dion.


"Gak bisa, dia duduk di depan bareng saya," jawab Mahesa datar.


"Udah-udah, aku duduk di depan aja sama Pak Mahesa." putus Indira, Mahesa tersenyum penuh kemenangan.


"Jangan panggil saya Pak, kita di luar kantor," ucap Mahesa sebelum menyalakan mobil. "Terserah, loe lah." kesal Dion.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Mahesa menjalankan mobil nya, keluar dari halaman panti. Dia akan membawa mereka ke, alun-alun kota Bandung.


Selama di dalam perjalanan, Mahesa,Indira, dan Dion hanya saling diam tak ada suara hanya musik yang menemani mereka selama dalam perjalanan menuju tempat. Karena hari libur tentu saja jalan ny padat merayap.


"Coba tadi kita pake motor Dir," celetuk Dion, Indira menoleh dan mengerutkan kening nya.


"Kenapa memang?" tanya Indira.


"Ya, kita gak akan kena macet gini, lagian harus nya aku sama kamu, bukan sama dia." Tunjuk Dion pada Mahesa, seraya mengedikan bahu nya acuh.


Mahesa memandang Dion dari spion kaca, "Kalo, kamu gak suka, di mobil saya tinggal turun, saya gak masalah tuh, karena akhir nya saya bisa kencan sama Indira berdua gak di ganggu sama kamu." Ucap Mahesa datar.


Dion menendang kursi Mahesa sampai mengaduh.


"Dion.." tegur Indira. Dion memalingkan wajah nya, dia kesal pada bos nya itu.


Tbc....


Maaf typo.


Besok" aku mau hadirin tokoh baru temen nya Indira dan Mahesa 🤭 tungguin aja.


jangan lupa ☕ atau 🌹🙏

__ADS_1


Selamat malam mingguan semua....


__ADS_2