MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH

MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH
Perkenalan


__ADS_3

Saat ini pikiran Fandi sangat kalut,ia berada pada situasi yang sangat menyulitkannya,di satu sisi ada cintanya yaitu Sonia dan di sisi lain ada ibu yang sangat ia sayangi yang meminta ia untuk menikah dengan wanita pilihannya.


Fandi saat ini sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi untuk membantah keinginan ibunya,rasanya akan sangat sulit untuk mempertahankan hubungannya dengan Sonia.


Keinginan ayah dan ibunya untuk segera menikah dengan wanita pilihan mereka membuat Fandi pasrah,jika hubungan yang telah sekian lama ia jalin dengan Sonia harus kandas di tengah jalan.


Tidak ada pilihan lain selain Fandi harus menerima perjodohan ini,setelah berfikir beberapa saat akhirnya Fandi memutuskan untuk menerima perjodohan ini walaupun harus menjalani pernikahan tanpa rasa cinta,karena cintanya bukan untuk wanita yang akan dijodohkan dengannya,Ibu Endah dan Pak Kamil sangat Bahagia mendengar keputusan Fandi.


Setelah Fandi memutuskan menerima perjodohan ini Pak Kamil,menghubungi Pak Wahyu bahwa ia bersama keluarganya akan pergi ke rumah Pak Wahyu untuk mengenalkan Fandi dengan Zulfa.


Di sepanjang perjalanan menuju ke rumah Pak Wahyu,Fandi berbicara dalam hati.... kira-kira bagaimana rupa gadis yang akan dijodohkan dengannya?apakah benar kalau dia cantik atau malah sebaliknya...Fandi terlihat sangat tegang,Pak Kamil dan Bu Endah hanya bisa tersenyum melihat anaknya yang terlihat gelisah.


"Ndi...kamu kenapa,kok kelihatannya kamu tegang sekali?....tanya pak Kamil meledek.


"Tegang...ah tidak kok Pak biasa saja"....Fandi terlihat salah tingkah saat pak Wahyu menegurnya."


Walaupun benar tebakan dari ayahnya,kalau saat ini dia memang sedang sangat tegang,namun Fandi membantah kata- kata ayahnya dengan pura- pura tersenyum untuk menutupi ketegangannya.


"Nak...kamu memang benar terlihat sangat tegang,"....kata Bu Endah,ini minumlah sambil mengulurkan air putih kepada Fandi.


"Tegang sekaligus deg-degan ya Kak,karena rasa penasaran"....goda Alma sambil tersenyum kepada Fandi.


Jarak yang lumayan jauh dari rumah pak Kamil menuju ke rumah pak Wahyu karena mereka tinggal di kota yang berbeda.


"Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga ke kediaman keluarga pak Wahyu..."


Kedatangan keluarga pak Kamil disambut dengan hangat oleh keluarga pak Wahyu...


"Assalamualaikum....semua keluarga pak Kamil memberi salam kepada keluarga pak Wahyu"


"Wa'alaikumsalam....keluarga pak Wahyu menjawab salam dari calon besannya.


Pak Kamil dan pak Wahyu saling berpelukan,begitu juga dengan Bu Endah dan Bu Arni mereka berpelukan erat.


Aqila mempersilahkan keluarga pak Kamil untuk masuk ke dalam rumah...

__ADS_1


"Mari Pak ...Bu,silahkan masuk"dengan ramah Aqila mempersilahkan tamu mereka masuk.


Setelah semuanya masuk ke dalam,Aqila langsung masuk ke dapur untuk membuat minuman untuk tamu mereka.


Setelah menghidangkan minuman dan makanan ala kadarnya Aqila masuk ke dalam kamar Zulfa....


"Dek....kamu sudah selesai?tamunya sudah datang"....ucap Aqila kepada Zulfa.


"Sudah Kak..."ucap Zulfa sambil memakai cadarnya.


Fandi yang penasaran dengan gadis yang akan dijodohkan dengannya terlihat matanya melirik ke sana ke mari seakan sedang mencari sesuatu.


Dari samping,Alma tersenyum sambil menggerakkan sikunya hingga mengenai tangan Fandi...hingga Fandi tersentak.


"Hus....kakak lagi nyari apaan si?...tanya Alma kepada Fandi sambil berbisik.


"Kakak ga' lagi nyari apa-apa koh?...jawab Fandi sambil berbisik juga.


"Kalau ngga' lagi nyariin sesuatu Jangan clingak-clinguk begitu dong kak,malu tau...


"Kakak udah ga' sabar ketemu dengan gadis itu ya...."ledek Alma kepada kakaknya.


"Assalamualaikum..." ucap Zulfa sambil menyalami Bu Endah dan Alma,


"Wa'alaikumsalam..."Bu Endah dan Alma menjawab salam dari Zulfa,Ya Alloh kamu cantik sekali nak...ibu Endah langsung berdiri dari duduknya dan memeluk erat Zulfa.


sedangkan kepada Pak Kamil dan Fandi,Zulfa mengucapkan salam sambil melipatkan ke dua tangan di dada dan menganggukkan kepalanya.


"Fandi yang kaget melihat penampilan Zulfa, menatap Zulfa dari ujung kaki hingga ujung kepala tanpa dapat berbicara apa-apa,


"Fandi yang duduk berdampingan dengan Alma, mendekatkan mulutnya ke telinga Alma sambil berbisik...."


"Dek...ini gadis yang dipilihkan ibu untuk kakak?...tanya Fandi kepada adiknya.


"Sepertinya iya kak..." jawab Alma sambil berbisik.

__ADS_1


"Bagaimana kakak bisa tau kalau dia itu cantik atau tidak,lihat saja penampilannya... pakaiannya tertutup begitu"...gerutu Fandi kepada Alma


"Alma hanya tersenyum karena tau kakaknya sedang kebingungan"


"Coba perhatikan dengan seksama kak,maka kakak akan melihat kecantikan yang luar biasa pada dirinya."...sambung Alma.


Alma juga bisa lihat kalau dia itu sangat cantik,lihat saja dari pandangan matanya,begitu sejuk dan penuh kasih sayang dan kelembutan.


"Kakak tidak bisa lihat apa-apa"...ucap Fandi.


"Itu karena kakak melihatnya bukan dengan cinta"....ucap Alma.


"Sok tau kamu...."emang kamu sudah tau rasanya cinta?....balas Fandi.


Karena ini kali pertama Zulfa dan Fandi


bertemu,kedua orang tua mereka memberikan waktu untuk mereka berbicara berdua,supaya bisa saling mengenal satu sama lain.


Tidak banyak yang dapat Zulfa dan Fandi katakan karena mereka masih merasa canggung satu sama lain...namun Zulfa bisa melihat jika laki-laki yang akan dijodohkan dengannya sepertinya mempunyai beban pikiran yang ia pendam dalam hatinya...


"Maaf mas...kalau saya lancang,apa mas keberatan dengan perjodohan ini?....tanya Zulfa kepada Fandi.


"Mendengar suara Zulfa yang begitu lembut saat berbicara,Fandi hanya diam dan tak berkata apa-apa,Fandi hanya membatin"pantas saja ibu sangat menyukainya dari cara bicaranya saja seperti itu."


"Kalau mas memang tidak menyetujui perjodohan ini,lebih baik perjodohan ini tidak usah kita lanjutkan,karena saya melihat jika mas masih ragu-ragu.


"Tidak...aku setuju dengan perjodohan ini"...jawab Fandi dengan gelagapan


"Walaupun hubungan ini terjalin bukan karena cinta Aku rela,asalkan aku bisa membahagiakan ibu...."ucap Fandi dalam hati


Setelah menanyakan kesediaan Zulfa dan Fandi dengan perjodohan ini,Pak Kamil meminta agar tidak perlu lagi ada proses ta'aruf diantara Zulfa dan Fandi,karena mereka sudah saling menyetujui perjodohan ini.


Pak Kamil ingin kalau perjodohan ini harus segara diresmikan.


kedua pihak keluarga pun segera menentukan hari dan tanggal pernikahan untuk Zulfa dan Fandi.

__ADS_1


Mereka terlihat sangat bahagia,terlihat dari senyum mereka yang melambangkan kebahagiaan yang saat ini Sadang mereka rasakan.


Fandi dan Zulfa hanya mengiyakan apa yang direncanakan oleh kedua orang tua mereka.


__ADS_2