
Hari ini adalah hari ditentukannya pernikahan antara Zulfa dan Fandi,acara Ijab Qobul antara Zulfa dan Fandi yang akan dilaksanakan jam sembilan pagi di masjid yang berada tidak jauh dari kediaman keluarga Pak Wahyu.
Sejak Pagi sehabis sholat Subuh Zulfa sudah bersiap dengan dibantu perias dari wedding organizer yang ia pilih.
Zulfa meminta riasan yang sederhana namun elegan.
Zulfa terlihat sangat cantik dan sangat anggun tubuhnya yang tinggi semampai dengan balutan busana pengantin berwarna putih dengan Kilauan manik-manik ditambah dengan hiasan bunga melati asli yang dirangkai membuat dia terlihat sangat berbeda, walaupun wajahnya ditutupi dengan niqob namun aura kecantikannya masih dapat terlihat.
"Zul...kamu cantik banget"...ucap Alisa yang sedari pagi menemani Zulfa dirias.
Zulfa tersenyum membalas pujian dari sahabatnya.
Semua wanita pada hakikatnya itu cantik,tergantung siapa yang memandangnya,cantik dari wajah itu tidaklah penting,yang lebih penting itu adalah cantik dari hati.
"Alisa membalas dengan senyuman."
Tamu undangan sudah banyak yang hadir untuk menyaksikan acara ijab qobul,tinggal menunggu mempelai pria dan keluarganya yang saat ini masih dalam perjalanan.
Setelah selesai berhias Zulfa segera menuju ke masjid.
Dengan di gandeng oleh Aqila dari sebelah kanan dan Alisa dari sebelah kiri Zulfa berjalan menuju ke masjid dengan diikuti teman-temannya dari belakang.
__ADS_1
Saat menuju ke masjid telapak tangan Zulfa terasa sangat dingin,dia menggenggam erat tangan Aqila dan Alisa,Aqila yang pernah mengalami hal itu hanya tersenyum,karena tau jika saat ini Zulfa sangat merasa gugup.
Ditengah jalan menuju masjid Alisa berbisik kepada Zulfa....
"Apa kamu gugup Zul....telapak tangan kamu dingin banget?"
"Iya Lis....rasanya deg-degan campur aduk tidak karuan.
Aqila mencoba menenangkan Zulfa dengan berbisik....coba ambil nafas panjang beberapa kali lalu hembuskan dengan mulut pelan-pelan insyaallah kamu akan merasa lebih tenang.
"Memang seperti ini ya kak....saat mau menikah?....bisik Zulfa kepada Aqila.
Zulfa mencoba saran dari kakak iparnya....setelah beberapa kali Zulfa mengambil nafas panjang dan membuangnya melalui mulut akhirnya dia tidak terlalu merasa gugup lagi.
Dihadapan Pak penghulu tampak Fandi duduk dengan tegap,mengenakan setelan baju berwarna putih senada dengan kebaya yang digunakan Zulfa,Fandi juga terlihat sangat tegang beberapa kali dia terlihat menarik nafas panjang,dan menghembuskan dengan mulut.
Setelah Zulfa sampai di masjid dia duduk berdampingan dengan Fandi,Zulfa menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke arah telapak tangannya,jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya,telapak tangan dan kakinya terasa sangat dingin...Ya Alloh ternyata rasanya luar biasa"....bisiknya dalam hati.
Tak berapa lama acara ijab qobul pun segera dimulai.
Dengan disaksikan tamu undangan dan kerabat dan keluarga dari kedua mempelai acara ijab qobul berjalan dengan lancar,dengan lancar dan lantang Fandi dapat mengucapkan kalimat ijab qobul hanya dalam sekali ucapan.
__ADS_1
Acara ijab qobul selesai,Zulfa dan Fandi bersalaman,Zulfa mencium telapak tangan Fandi sebagai bentuk penghormatan kepada suaminya.
Dengan wajah tegang dan tangan yang gemetar Fandi membalas dengan mencium kening Zulfa.
Sampai saat ini Fandi belum melihat wajah Zulfa karena Zulfa menutup wajahnya dengan niqob,karena masih banyak orang luar yang berada di sana Zulfa belum bisa memperlihatkan wajahnya kepada Fandi.
Acara ijab qobul telah selesai,para tamu undangan dipersilahkan untuk menghadiri acara resepsi,dalam acara resepsi diisi dengan lantunan sholawat dengan diiringi musik rebana.
Zulfa dan Fandi duduk di kursi pelaminan untuk menghormati para tamu undangan yang hadir dalam acara resepsi.
Zulfa dan Fandi duduk berdampingan di kursi pelaminan dengan didampingi oleh kedua orang tua mereka.
Acara resepsi telah selasai, para tamu undangan dan teman-teman Zulfa semua sudah pulang,yang ada sekarang hanya keluarga mereka saja.
Karena sudah tidak ada orang luar di sana Fandi diijinkan untuk membuka penutup wajah Zulfa,karena sedari awal perjodohan hingga saat ini Fandi belum pernah melihat wajah Zulfa.
Dengan wajah yang sangat tegang dan tangan yang gemetar Fandi membuka penutup wajah Zulfa.
Fandi tertegun hingga beberapa saat,matanya tak berkedip saat melihat wajah istrinya.
Ternyata wajah istrinya sangat cantik.
__ADS_1