
Hari ini hari Minggu,Arfan libur dari pekerjaannya,kegiatan di hari liburnya selalu ia gunakan untuk berlatih bela diri.Tuntutan pekerjaan yang menuntut ia harus selalu siap dan siaga di segala situasi.
Hari ini Zulfa tidak mau ketinggalan,semenjak kelas empat sekolah dasar Zulfa selalu ikut berlatih bela diri dengan kakaknya,kemampuan Zulfa dalam melakukan gerakan-gerakan bela diri sudah sangat lihai dan lincah.Arfan tidak keberatan setiap kali Zulfa ikut berlatih bersamanya,Arfan justru sangat bahagia karena bisa melatih adiknya bela diri, walaupun tidak terlalu penting tapi setidaknya bisa untuk jaga diri jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak diduga.
Arfan dan Zulfa sangat semangat berlatih,tidak terasa hampir dua jam mereka berada di taman depan rumah berlatih bela diri,setelah dirasa cukup mereka segera menghentikan latihan mereka,sambil istirahat mereka duduk di teras di depan rumah sambil menikmati segelas teh hangat yang dibuat oleh ibu mereka.
Ayah,ibu,Arfan dan Zulfa selalu menghabiskan hari Minggu mereka bersama dengan bercerita,bersenda gurau atau dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama-sama.
"Saat menikmati teh,tiba- tiba Pak Wahyu bertanya kepada Arfan tentang wanita yang katanya sedang dekat dengannya..."
"Fan...bagaimana hubunganmu dengan siapa itu lah .... Aqila?"....tanya ayahnya.
"Arfan yang saat itu sedang meneguk teh ke dalam mulutnya langsung tersedak mendengar pertanyaan ayahnya"
"Uhuk...uhuk...uhuk...Arfan langsung batuk-batuk tidak henti-hentinya"
"Zulfa yang duduk di samping kakaknya terus menepuk punggung kakaknya agar batuknya segera berhenti."
"Bapak ini...,ibu Arni menepuk lengan pak Wahyu.
"Lho...cuma ditanya begitu kok malah kaya gitu"ucap pak Wahyu.
"Kalau kamu memang mau serius,ya buktikan keseriusan kamu,jangan cuma sekedar pacaran,itu tidak baik nak"...ibu menimpali.
"Nanti malah keburu diambil orang gimana hayo"... sahut Zulfa
Coba kapan-kapan ajak dia main ke sini,biar kita bisa kenalan."...ucap ibu Arni.
"Insyaallah secepatnya ya Bu,akan aku ajak Aqila main ke sini."Jawab Arfan.
"Zulfa pun ikut menyambar.... Alhamdulillah,akhirnya aku akan segera mempunyai kakak ipar lagi".
"Setelah itu Ayah dan ibu masuk ke dalam rumah,ayah pergi mandi sementara ibu masuk ke dapur untuk memasak,di teras tinggal Zulfa dan Arfan yang masih menikmati teh.
"Zulfa bertanya kepada Arfan".
"Kak...bagaimana Kak Aqila itu?....tanya Zulfa.
__ADS_1
"Bagaimana apanya?...jawab Arfan.
"Dari wajahnya,dari sikapnya,dari wataknya dari sifatnya dari segalanya lah yang membuat kakak jatuh cinta pada kak Aqila."...lanjut Zulfa.
"Oh begitu...."jawab Arfan.
Kalau dari wajah kak Aqila itu cantik,karena pada dasarnya semua wanita itu cantik tergantung dari mana seseorang memandang wanita itu...sama cantiknya seperti adik kakak yang cerewet ini...sambil mencubit pipi Zulfa.
Kalau dari sikapnya kak Aqila sangat sopan dan santun dan juga ramah,ia selalu memberikan senyum kepada setiap orang yang ditemuinya.
Kalau dari wataknya kak Aqila itu sangat lemah lembut dan penyayang,itulah yang membuat kakak jatuh cinta kepada kak Aqila"....jawab Arfan.
"Memang kenapa kok kamu bertanya seperti itu ?...tanya Arfan kepada Zulfa.
"Tidak apa-apa sih kak...cuma ingin tau saja".jawab Zulfa.
...Mudah-mudahan kak Arfan dan kak Aqila bisa segera menikah,Aamiin....Zulfa menyapukan ke dua tangannya ke muka....
"Kak,kalau kak Arfan dan kak Aqila jadi menikah kira-kira kak Aqila mau tidak ya kalau tinggal di sini?...tanya Zulfa.
"Zulfa di pesantren nanti kan akan cukup lama,kalau kakak menikah dan langsung pindah rumah kasihan Bapak sama Ibu...mereka pasti akan kesepian,....wajah Zulfa terlihat sedih".
"Tenang saja Dek... insyaallah kak Aqila mau tinggal di sini kok"....timpa Arfan.
"Alhamdulillah kalau kak Aqila mau tinggal di sini..." Zulfa tersenyum
"Oh ya...kak Aqila juga salah satu Alumni pesantren yang akan kamu tempati lho dek..."
"Beneran kak...kebetulan banget nanti aku akan tanya-tanya tentang pesantren pada kak Aqila.
"Setelah beberapa saat mereka masuk ke dalam rumah..."
"Kak...kalau hari ini kita jadi beli perlengkapan ku untuk ke pesantren kak Aqila diajak ya...."bisik Zulfa
"Arfan mengangguk dan tersenyum"
"Zulfa pun tersenyum kegirangan"
__ADS_1
Arfan langsung menuju ke kamar mandi sementara Zulfa menyusul ibunya ke dapur untuk membantu ibunya menyiapkan makanan untuk sarapan pagi,setiap hari Minggu Zulfa selalu membantu ibunya memasak,karena dengan begitu Zulfa jadi tau bagaimana cara memasak berbagai macam masakan.
Hari ini ibu akan membuat nasi goreng ayam Pete kesukaan semua anggota keluarga,saat ibunya menggoreng ayam,Zulfa membuat bumbu ulek,begitu lihainya Zulfa membuat bumbu dalam sekejap bumbu sudah siap,setelah nasi goreng untuk sarapan matang Zulfa langsung menyajikannya di meja makan,setelah semua beres Zulfa langsung pergi mandi,setelah semua mandi mereka langsung sarapan bersama.
Setelah sarapan,mereka duduk di ruang keluarga untuk membahas keberangkatan Zulfa ke Pesantren.
"Nak...kira-kira keperluan apa saja yang belum ada yang kamu butuhkan di pesantren?...Tanya ayah kepada Zulfa.
Selagi kakakmu libur,segerakan mencari agar nanti tidak ada yang ketinggalan.
"Baik Pak..."jawab Zulfa.
Sekitar pukul sepuluh pagi,Arfan dan Zulfa berangkat mencari keperluan Zulfa.
"Jangan lupa kak...kita harus jemput kak Aqila dulu..."kata Zulfa mengingatkan Arfan.
Kak Arfan sudah bilang kan sama kak Aqila kalau kita mau ngajak jalan"...Tambah Zulfa.
"Sudah Dek...kak Aqila sudah nunggu di depan rumahnya."
"Nanti kalau kak Aqila sudah di sini aku mau duduk dibelakang sama kak Aqila ya kak..."celoteh Zulfa.
"Kok gitu...nanti teman kakak ada yang lihat di kira kakak ini supir taksi online"...jawab Arfan sambil tertawa.
Memang kamu mau ngobrolin apa sih dek sama kak Aqila?...tanya Arfan.
"enggak apa-apa sih Kak,cuma Zulfa ingin kenal lebih dekat saja sama kak Aqila"....jawab Zulfa.
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah Aqila.Di luar gerbang terlihat Aqila sedang berdiri menunggu Zulfa dan Arfan.
"Arfan menghentikan mobil yang dikendarai tepat di depan rumah Aqila,Zulfa langsung keluar dari mobil langsung mengajak Aqila masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang.
sepanjang perjalanan Zulfa banyak sekali bertanya kepada Aqila.Di depan Arfan sesekali melihat melalui kaca spion melihat Zulfa dan kekasihnya Aqila sedang asyik ngobrol... Arfan hanya tersenyum mendengar celotehan adik kesayangannya.
"Dek...dek kamu cerewet banget sih...kasihan tuh kak Aqila capek jawab semua pertanyaanmu"...kata Arfan kepada Zulfa.
"Ngga' apa-apa kok mas,ternyata Zulfa asyik banget buat teman ngobrol"....jawab Aqila.
__ADS_1