
Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Zulfa dan para santri Tahfidzul Qur'an yang telah selesai menghafalkan Al-Qur'an tiga puluh juz,mereka akan diwisuda dan akan mendapat pengukuhan,tahun ini ada dua belas Satri yang akan diwisuda termasuk Zulfa,mereka semua satu angkatan dengan Zulfa.
Sembilan tahun sejak Zulfa pertama kali masuk ke pesantren Tahfidzul Qur'an,akhirnya Zulfa bisa mencapai apa yang menjadi cita-citanya.
Dalam acara Akhirussanah semua orang tua dan para donatur yayasan di undang untuk menyaksikan acara pengukuhan tersebut.
Pak Kamil adalah seorang pengusaha yang sukses,ia menjadi salah satu donatur di pesantren Tahfidzul Qur'an tempat Zulfa mondok,bersama istrinya Bu Endah mereka hadir memenuhi undangan dari pesantren untuk menyaksikan acara Wisuda para Khafid dan Khafidhoh,karena jarak rumah yang lumayan jauh mereka datang lebih awal, mereka sampai ke pesantren bada ashar sehingga sebelum menghadiri acara wisuda mereka bisa beristirahat sejenak di pesantren.
Setelah menemui pengasuh pondok pesantren,mereka beristirahat di aula pesantren,sekedar duduk santai untuk menghilangkan rasa lelah setelah melakukan perjalanan jauh.
Karena acara wisuda dilaksanakan sehabis sholat isya,Bu Endah berjalan-jalan sendiri mengelilingi area pesantren,karena ini adalah asrama santri putri jadi hanya wanita saja yang diijinkan untuk masuk ke dalam,saat berjalan mengelilingi pesantren Bu Endah melihat Zulfa yang saat itu sedang mempersiapkan keperluan untuk acara nanti malam di dalam kamar,karena pintu kamar yang terbuka dan saat itu Zulfa tidak mengenakan penutup wajahnya,Bu Endah bisa melihat wajah Zulfa yang begitu cantik dan berseri.
"Bu Endah bicara dalam hati....Ya Alloh,aku ingin mempunyai seorang menantu yang Sholihah,jika saja santri itu bsa menjadi menantuku alangkah bahagianya aku".
Setelah selesai mempersiapkan keperluannya , Zulfa hendak pergi menuju ke lokasi panggung untuk membantu teman-temannya di lokasi akhirussanah akan di gelar,di luar kamar ia melihat seseorang sedang memperhatikan dirinya,seorang ibu-ibu sedang melihatnya sambil tersenyum,Zulfa pun membalas dengan senyuman,Zulfa mengira jika ibu-ibu tersebut adalah orang yang sedang melakukan survey, kemudian Zulfa melangkahkan kakinya mendekati ibu-ibu tersebut.
"Assalamualaikum Ibu..."ada yang bisa saya bantu?...dengan ramah Zulfa menyapa ibu-ibu yang berdiri dihadapannya.
"Wa'alaikumsalam..."Bu Endah menjawab salam dari Zulfa.
"Apakah ibu sedang melakukan survey?"...tanya Zulfa lagi.
"Ibu itu hanya membalas pertanyaan Zulfa dengan senyuman".
"Mari ibu biar saya temani dan saya tunjukkan bagian-bagian dari pesantren ini"....ajak Zulfa kepada ibu Endah.
Ibu Endah pun menerima tawaran dari Zulfa.Saat mereka mengelilingi pesantren ibu Endah mengajak kenalan kepada Zulfa.
"Nak....boleh ibu tau siapa namamu?...tanya ibu Endah kepada Zulfa.
"Boleh ibu...nama saya Zulfa Khoirunnisa"...jawab Zulfa.
"Sudah lama berada di pesantren ini?"...tanya ibu Endah lagi.
__ADS_1
"Alhamdulillah...kurang lebih sembilan tahun saya mondok di sini"....jawab Zulfa.
"Wah...lama juga ya nak."...timpa ibu Endah.
"Zulfa hanya tersenyum."
Setelah Zulfa selesai mengantar Bu Endah melihat-lihat area pesantren,Zulfa pun pamit kepada Bu Endah untuk pergi ke lokasi panggung.
"Baik ibu...sekarang saya permisi dulu saya mau ke lokasi panggung untuk membantu teman-teman saya melakukan persiapan untuk acara nanti malam, Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam.... terimakasih nek sudah mau menemani ibu berkeliling pesantren"
"Sama-sama ibu.... Zulfa menjawab dengan penuh keramahan,kemudian Zulfa mengenakan penutup wajahnya dan menuju ke lokasi panggung.
Saat berada di lokasi panggung Zulfa berkali-kali melihat ke arah pintu gerbang pesantren,ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarganya,Zulfa sangat gelisah karena sampai saat ini keluarganya belum spai juga di pesantren,Alisa yang melihat Zulfa sedari tadi terlihat tidak tenang,berjalan melangkah mendekati Zulfa.
"Sudahlah Zul...kamu tenang saja sebentar lagi pasti keluargamu akan sampai"...ucap Alisa sembari mengelus punggung temannya.
"Iya Lis...aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kedua orang tuaku juga kakak-kakakku"...jawab Zulfa sambil menghembus nafas yang panjang.
"Assalamualaikum Bapak,ibu...Zulfa menyalami dan memeluk erat kedua orang tuanya"
Kemudian Arfan pun keluar dari mobil diikuti oleh kakak iparnya Aqila,mereka berpelukan erat dan meneteskan air karena bahagia bisa bertemu dengan anggota keluarga yang sangat di rindukan.
"Bagaimana kabarmu nak,kamu sehat"...tanya ibu Arni kepada Zulfa.
"Alhamdulillah baik Bu...bagaimana dengan bapak dan ibu?.... Zulfa balik bertanya kepada ibunya.
"Alhamdulillah kami juga baik-baik saja"...jawab ibu Arni.
Setelah semua keluar dari mobil,Zulfa mengajak keluarganya menuju aula pesantren yang telah dipersiapkan untuk tempat istirahat bagi keluarga santri yang datang,dengan menggendong keponakannya yang baru berusia empat tahun Zulfa berjalan menuju ke aula pesantren.
Saat ini acara Akhirussanah akan segera di mulai,semua orang sudah berkumpul di lokasi panggung.
__ADS_1
Satu per satu dari peserta wisuda di panggil untuk naik ke atas panggung.
"........................"
"………................"
"........................"
"Zulfa Khoirunnisa putri bapak Wahyu Pambudi"
"Seketika ibu Endah tersentak setelah mendengar nama Zulfa Khoirunnisa di panggil.
"Pak....pak....Dia...dia"....ucap Bu Endah kepada suaminya.
"Dia...dia siapa Bu?...tanya pak Kamil kepada istrinya.
"Dia yang tadi ibu ceritakan kepada bapak,dia anak yang sangat baik dan sopan,dia juga sangat cantik,bukan hanya cantik dari wajahnya tapi hatinya juga,ibu ingin dia menjadi menantu kita Pak"....ucap Bu Endah.
"Ih....ibu ini kenal saja tidak kok sudah minta dia untuk jadi mantu"....ucap pak Kamil.
"Bapak kan cukup dekat dengan Abah Kyai,nanti kita temui Abah Kyai untuk mencari tau tentang anak itu."
"Pokoknya kita harus menjodohkan anak kita dengannya Pak,"....kekeh Bu Endah.
Setelah acara Akhirussanah selesai Pak Kamil dan Bu Endah segera menemui Abah Kyai untuk menyampaikan keinginannya untuk menjodohkan putranya dengan Zulfa.
Zulfa yang saat itu sedang berkumpul bersama keluarganya di aula untuk menghilangkan kerinduannya tiba-tiba dipanggil untuk menghadap Abah Kyai bersama keluarganya.
Segera Zulfa masuk ke dalam rumah kediaman pengasuh pondok pesantren.
"Assalamualaikum..."Zulfa bersama keluarganya masuk ke dalam.
"Wa'alaikumsalam..."jawab semua orang yang ada di dalam ruang tamu,di sana sudah ada Pak Kamil dan Bu Endah yang sedang menunggu kedatangan Zulfa dan keluarganya.
__ADS_1
"Abah Kyai menjelaskan maksud dipanggilnya Zulfa bersama keluarganya ke kediamannya."
"Bapak....ibu sebelumnya saya minta maaf karena mengundang kalian semua ke sini secara mendadak"....ucap Abah Kyai.