MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH

MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH
Adaptasi


__ADS_3

Setelah Zulfa selesai merapikan barang-barangnya ke dalam loker,Pak Wahyu dan Arfan menyelesaikan urusan administrasi Pesantren sekarang tiba saatnya ayah,ibu dan Arfan berpamitan untuk pulang,saat berpamitan pulang ibu Arni memeluk erat Zulfa ia berusaha agar tidak meneteskan air mata di hadapan Zulfa,ia berusaha untuk kuat dan tegar agar Zulfa tidak merasa sedih ia tetap berusaha tersenyum walaupun sebenarnya dalam hati Bu Arni ingin sekali menangis,ia merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan putrinya,namun cita-cita putrinya menguatkannya.


"Jaga dirimu baik-baik nak,jangan telat makan,tetap jaga kesehatanmu"....ucap Bu Arni sambil memeluk Zulfa.


"Baik Bu... insyaallah Zulfa akan baik-baik saja di sini".... jawab Zulfa.


Setelah berpamitan mereka segera masuk ke dalam mobil,Zulfa masih berdiri di halaman pesantren sampai mobil yang dikendarai keluarganya menghilang dari pandangan matanya,setelah mobil yang dikendarai keluarganya tidak terlihat Zulfa langsung masuk ke pesantren dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Sementara di dalam mobil Bu Arni mengeluarkan tangisan yang sedari tadi ditahannya,air matanya terus mengalir membasahi pipinya...


"Sudah Bu...jangan menangis terus,"kata Pak Wahyu.


Bapak paham...ibu pasti sedih harus berpisah dengan anak,tapi percayalah anak kita akan baik-baik saja di sana,ingat Bu... dengan cita-cita besar anak kita,dia sedang berjuang bantu dia dengan doa kita,dengan dukungan kita,jika ibu merasa sedih anak kita pun akan merasakan hal yang sama,bebaskan pikiran ibu,hilangkan beban di hati ibu agar anak kita juga merasa tenang di pesantren,jika ibu terus-terusan memikirkannya maka anak kita juga akan terus kepikiran kita yang ada di rumah"... jelas Pak Wahyu pada istrinya.


Bu Arni...terdiam,memikirkan kata-kata dari suaminya.


Di dalam kamar yang ditempati Zulfa semua berjumlah dua puluh lima santri,ada lima santri yang satu angkatan dengan Zulfa antara lain Sinta,Lita,Fitri,Devi,Alisa dan yang lain adalah santri-santri yang sudah terlebih dahulu masuk sebelum Zulfa,mereka berasal dari kota yang berbeda-beda bahkan ada yang berasal dari luar Jawa.


Setelah berkenalan ada satu santri yang berasal dari kota yang sama dengan Zulfa hanya beda kabupaten,ia bernama Nurul,Nurul adalah kakak kelas Zulfa ia sudah lima tahun berada di pesantren ini,Nurul sangat baik dari sikap dan cara berbicara kepada Zulfa,Zulfa yang pandai bergaul sangat cepat akrab dengan teman sekamarnya,walaupun dari wajah Zulfa tampak selalu tersenyum namun


Nurul tau bagaimana perasaan Zulfa saat ini,berada di tempat yang baru dan asing ia pasti butuh waktu untuk beradaptasi di lingkungan barunya ini,dari wajah Zulfa terlihat kalau ia agak bingung,ia pasti membutuhkan seseorang teman yang bisa diajaknya bicara,segera Nurul mempunyai ide untuk menghibur Zulfa dengan mengajak Zulfa berkeliling pesantren.

__ADS_1


"Zul...,kamu sudah tidak sibuk?"...tanya Nurul sebagai basa-basi.


"Tidak kak...memang kenapa?...jawab Zulfa.


"Kamu sudah tau semua ruangan-ruangan yang ada di pesantren ini belum?...tanya Nurul lagi kepada Zulfa.


"Belum kak...bulan lalu saat aku menyurvei ke sini hanya melihat sekilas saja"....jawab Zulfa.


"Kalau kamu tidak capek,yuk aku temani kamu melihat-lihat pesantren ini,nanti kamu jadi lebih paham"...ajak Nurul.


"Ayo kak...dengan senang hati Zulfa menerima tawaran dari Nurul.


Sepanjang perjalanan mengelilingi pesantren Nurul banyak memberi tau banyak hal kepada Zulfa,dari bagaimana cara antri giliran untuk mandi,bagaimana cara saat mengambil makanan.


Karena hari ini adalah hari pertama santri baru masuk ke pesantren,sehabis isya kegiatan pesantren diisi dengan acara perkenalan,dan diisi dengan lantunan sholawat dengan diiringi musik Hadroh.


Di aula pesantren semua santri putri baik yang baru atau yang lama berkumpul,mereka menggunakan pakaian seragam pesantren.


Sekitar jam sepuluh malam acara perkenalan selesai,semua santri masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.


Sudah hampir jam dua belas malam Zulfa belum juga bisa memejamkan matanya,ia teringat dengan kedua orang tua dan Kakaknya,tak terasa pipinya basah,air matanya mengalir deras Zulfa menangis sesenggukan,Nurul yang tidur di samping Zulfa mendengar tangisan Zulfa sehingga terbangun dari tidurnya...."

__ADS_1


"Zul...kamu belum tidur"?...tanya Nurul.


"Zulfa hanya menggelengkan kepalanya"


"Kamu menangis ?...tanya Nurul lagi.


"Zulfa teringat ayah dan ibu juga kakak Zulfa di rumah kak..."jawab Zulfa.


"Nurul kemudian duduk dan memeluk Zulfa.


Zul...kakak paham kamu pasti sangat merindukan keluargamu di rumah sama seperti kakak saat pertama kali masuk ke sini juga sama sepertimu,kakak juga sangat merindukan keluarga kakak,namun seiring berjalannya waktu semuanya akan baik-baik saja kita akan bisa melewati hari-hari seperti biasanya dan ingat... kamu di sini sedang berjuang untuk menuntut ilmu,untuk bekal masa depanmu,memang butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barumu di sini,namun percayalah kamu pasti bisa melewati masa-masa ini,sekarang tidurlah...sebelum tidur kirimkan surat Al-fatihah untuk keluargamu supaya hatimu menjadi lebih tenang sebelum kamu bisa memejamkan matamu tetaplah berdzikir kepada Alloh insyaallah kamu akan bisa segera tertidur,setelah melakukan apa yang disarankan Nurul,perlahan mata Zulfa mulai terpejam.


Seperti Zulfa yang tidak bisa tidur karena memikirkan keluarganya di rumah,Bu Arni juga tidak bisa memejamkan matanya karena memikirkan Zulfa.


Keterikatan batin antara ibu dan anak memang sangat kuat jika salah satu sedang merasakan sesuatu yang tidak enak yang lain pun akan merasakan kegelisahan,Baru ditinggal satu hari saja rasanya sangat lama,apalagi harus menunggu sampai empat puluh hari baru bisa bertemu dengan anaknya lagi,karena bagi santri baru diperbolehkan bertemu dengan keluarganya setelah empat puluh hari dari pertama kali masuk pesantren.


Saat ini sudah pukul tiga dini hari,para santri dibangunkan oleh pengurus pesantren,agar para santri segera bersiap-siap karena hampir masuk waktu subuh,para santri bergantian untuk mandi,kebanyakan dari para santri mandi sebelum subuh karena sehabis sholat subuh mereka harus langsung mengaji pagi,setelah selesai mengaji mereka langsung bersiap-siap untuk pergi ke sekolah,karena sebelum subuh mereka sudah mandi jadi saat ke sekolah mereka tidak perlu mandi lagi,setiap pagi ada empat santri yang kebagian piket untuk mengambil makanan untuk sarapan santri satu kamar.


Di sekolah Zulfa masuk ke kelas VII E,Zulfa duduk satu meja dengan Alisa yang kebetulan juga satu kamar di asrama.


"Alhamdulillah ya Zul,kita bisa bareng satu kelas...",kata Alisa kepada Zulfa.

__ADS_1


" Iya Lis... Alhamdulillah"...balas Zulfa.


Dengan begitu mereka akan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru mereka karena mempunyai teman dekat.


__ADS_2