MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH

MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH
Memilih pesantren


__ADS_3

Setelah selesai mencuci piring bekas makannya Zulfa masuk ke dalam kamar lalu mengambil buku yang belum selesai ia baca saat di sekolah tadi,tinggal beberapa bab yang belum Zulfa baca,Zulfa duduk di kursi yang ada di teras depan rumahnya,lembar demi lembar ia baca hingga akhirnya satu buku selesai ia baca.


"Ibunya datang dari dalam dan duduk di teras di samping Zulfa..."


"sedang baca buku apa nak...tanya ibunya"


"ini Bu...sedang baca buku tentang wanita muslimah...,jawab Zulfa"


"Oh ya nak...,kamu kan ingin melanjutkan ke pesantren,apa kamu sudah punya pandangan kira-kira mau ke mana?"ibunya bertanya kepada Zulfa."


"Zulfa masih bingung Bu...Zulfa belum menetapkan mau ke pesantren yang mana,Zulfa sudah memilih beberapa alternatif sebagai pertimbangan..."jawab Zulfa"


" Ya sudah tidak apa-apa,nanti kita bicarakan dan minta pertimbangan kepada ayah dan juga kakak kamu"...timpa ibunya.


Zulfa sedang duduk diruang keluarga sambil melipat baju,Pukul tujuh belas ayah Zulfa pulang dari pabrik,ia bekerja disebuah pabrik kayu yang tidak terlalu jauh dari rumahnya,lelah dan letih tampak dari wajahnya,mengetahui ayahnya pulang Zulfa langsung menghentikan pekerjaannya dan langsung masuk ke dapur untuk membuat teh manis untuk ayahnya karena ibunya saat ini sedang tidak berada di rumah,ibunya tadi pamit mau pergi ke warung untuk membeli beras.Ayah Zulfa duduk beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah.


"Ini Pak tehnya...dengan menyodorkan segelas teh manis yang telah dibuat kepada ayahnya"


"Terima kasih nak...jawab ayahnya sambil tersenyum."ucap ayahnya..."


setelah memberikan teh kepada ayahnya,Zulfa melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya.


Diusianya yang masih belia pemikiran Zulfa sangat jauh berbeda dari teman sebayanya,cara berpikirnya seperti anak yang sudah dewasa,Zulfa rajin membantu pekerjaan di rumah...dari menyapu,mengepel lantai,mencuci piring, mencuci baju sampai melipat baju selalu ia lakukan setiap hari.


"Setelah rasa lelah yang dirasakan sedikit berkurang,Ayah Zulfa segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya,setelah mandi Ayah Zulfa duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi,tak beberapa lama ibu Zulfa pulang dari warung..."


"Assalamualaikum...."ibu Zulfa membuka pintu.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam...."Zulfa dan ayahnya serentak menjawab salam dari ibu Zulfa.


"Bapak sudah pulang...ibu Zulfa menyalami suaminya dan mencium punggung tangan suaminya,maaf ya Pak...Bapak pulang kerja malah ibu tidak di rumah,ibu habis dari warung beli beras,stok beras habis."


"Iya tidak apa-apa Bu..." jawab Bapak.


Oh iya Bu...hari ini bapak gajian,ini ibu pegang...,ayah menyerahkan amplop berisi uang gajinya."


"Alhamdulillah...ibu terima ya Pak,sebagian uang ini akan ibu simpan untuk biaya pendidikan Zulfa."


"Oh iya Pak...hari ini Zulfa sudah menerima pengumuman kelulusan sekolah dan Bapak tau Zulfa mendapat peringkat pertama."


"Alhamdulillah...."Ayah Zulfa mengucap syukur,senyum kebahagiaan tampak di wajahnya.


"Tadi siang ibu bertanya kepada Zulfa,dia mau melanjutkan sekolah ke mana setelah lulus...,Zulfa bilang kalau dia ingin masuk ke pesantren Pak...dia ingin menjadi seorang Khafidhoh."


"Apa dia juga sudah bilang mau masuk ke pesantren mana?...tanya ayah Zulfa kepada istrinya."


"Belum Pak...katanya dia masih bingung,dia sudah punya beberapa alternatif tapi dia mau meminta pertimbangan dari Bapak."Coba panggil Zulfa kemari..."Ayah meminta ibu untuk memanggil Zulfa.


"Sini duduk nak...sambil tersenyum ayah Zulfa meminta Zulfa untuk duduk disampingnya,setelah Zulfa duduk Ayah langsung memeluk Zulfa,tidak terasa air matanya menetes.


"Kok ayah menangis...ayah kenapa?...tanya Zulfa"


"Tidak apa-apa nak,ayah menangis karena ayah bahagia dan sangat bangga kepadamu "....jawab ayah.


"Tadi ibumu bilang,kalau kamu ingin melanjutkan pendidikan di pesantren...apa itu benar?...tanya ayah."

__ADS_1


"Iya ayah...Zulfa ingin memperdalam ilmu agama dan Zulfa juga punya cita-cita ingin menjadi seorang Khafidhoh,Zulfa ingin memberikan jubah emas untuk ibu dan ayah kelak di akhirat."ucap Zulfa.


"Subhanallah...,ayah Zulfa kembali meneteskan air matanya."ia sangat gembira dengan apa yang baru saja didengarnya.ia langsung memeluk putrinya sambil berkata"Terima kasih Ya Alloh karena engkau menganugerahkan putri yang Solehah,yang begitu baik untuk kami,kami akan terus menjaga amanatmu Ya Alloh.


Diusia Zulfa yang masih sangat belia ia sudah memikirkan kehidupan di akhirat untuk kedua orang tuanya,sungguh luar biasa.batin ayah.


"Kira-kira kamu mau masuk pesantren yang ada mana nak?tanya ayah"


"Entahlah ayah, Zulfa masih bingung mau masuk pesantren yang mana."jawab Zulfa.


"Ya sudah tidak apa-apa...,pada dasarnya semua pesantren itu sama,mungkin lebih baik kita lakukan survey ke beberapa pesantren agar kamu bisa memilih mana Zulfa inginkan yang kamu rasa nyaman berada di sana."kata ayah."


"Terima kasih Ayah,Zulfa tersenyum...ia terlihat sangat bahagian mendengar penjelasan ayahnya.


"Insyaallah Minggu depan Ayah akan ambil cuti,jadi kita bisa pergi untuk survey pesantren.


"Hari Minggu tiba...Zulfa bersama ayah dan ibunya juga kakaknya Arfan telah bersiap untuk pergi ke pesantren yang ada di Jogja,Pesantren pertama yang ingin Zulfa survey.


"Dalam perjalanan Ayah Zulfa memberikan banyak nasihat kepada Zulfa"


"Nak...sebelum kamu berangkat ke pesantren kamu harus menyiapkan dirimu,karena kamu akan hidup berbaur dengan teman yang baru kamu kenal,dengan berbagai sifat dan sikap,kamu juga harus menyiapkan hatimu karena hidup di pesantren itu artinya kamu harus mandiri,harus kuat dan harus sabar karena kamu pasti akan sering merasa rindu kepada keluargamu,karena tidak setiap hari kita bisa bertemu,tapi percayalah doa Ayah dan ibumu akan selalu menyertaimu,semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan di setiap langkahmu dan selalu diberi kelancaran di setiap urusanmu,ingatlah nak menimba ilmu agama itu termasuk ibadah juga.


"Kalau kamu sudah ada di pesantren kakak pasti akan kangen sama kamu dek,kakak juga pasti akan kesepian,karena tidak ada yang kakak jaili lagi,tidak ada yang menemani kakak berlatih bela diri lagi,Arfan merasa sedih karena akan jauh dari adik yang sangat ia sayangi.


"Tenang saja Kak...kan masih ada ayah dan juga ibu,dan ada itu tuh...goda Zulfa kepada kakaknya karena Zulfa tau kalau kakaknya sudah mempunyai pacar"


"kakak tidak akan kesepian kok,jika Kakak rindu sama Zulfa,kakak bisa mengunjungi Zulfa ke Pesantren."ucap Zulfa sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2