MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH

MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH
Pinangan


__ADS_3

Perkenalkan ini adalah Bapak Kamil dan itu istrinya namanya Bu Endah,Abah Kyai memperkenalkan kepada keluarga Zulfa.


"Keluarga Zulfa melayangkan senyum kepada Pak Kamil dan istrinya"


"Perkenalkan saya Wahyu ayah dari Zulfa dan ini istri saya Arni"....ayah Zulfa memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


"Pak Kamil dan istrinya pun membalas senyuman dari keluarga Zulfa,mereka bersalaman satu sama lain.


Setelah semuanya duduk Abah Kyai membuka percakapan...


"Beliau adalah salah satu donatur tetap pesantren ini..."ucap Abah Kyai sambil mengarahkan pandangan beliau ke arah Pak Kamil.


Maksud di panggilnya Zulfa juga Bapak dan ibu kemari karena Pak Kamil ingin meminang Zulfa untuk putra mereka"....jelas Abah Kyai.


Setelah mendengar penjelasan dari Abah Kyai,ayah dan ibu Zulfa hanya bisa berpandangan,sementara Zulfa hanya duduk diam dan menurunkan pandangannya saat berhadapan dengan gurunya,mereka merasa bingung dengan semua ini.


Abah Kyai hanyalah sebagai perantara,Abah Kyai menyerahkan semua keputusan kepada Zulfa dan keluarganya.


"Maaf sebelumnya Abah Kyai....sebenarnya saya sebagai orang tua Zulfa masih bingung,padahal kami tidak saling mengenal tetapi tiba-tiba Bapak dan Ibu ingin meminang putri kami"....ucap ayah Zulfa sambil mengarahkan pandangan kepada Pak Kamil dan istrinya.


"Mungkin kita memang belum kenal Pak,Bu...tapi saya sudah mengenal Zulfa putri bapak dan ibu"....ucap Bu Endah.


"Walaupun baru kemarin kami bertemu dan berkenalan,akan tetapi saya sangat menyukai putri bapak dan ibu"...lanjut Bu Endah.


"Kami selaku orang tua dari Zulfa tidak bisa memutuskan menerima atau menolak pinangan ini,semua keputusan kami serahkan kepada putri kami,karena ia yang akan menjalani,kami masih butuh waktu untuk memikirkan dan memutuskan hal ini ."....ucap ayah Zulfa.


"Baik Pak....kami akan memberi waktu kepada Zulfa,Bapak serta ibu untuk memikirkan masalah ini,kami akan menunggu jawaban dari bapak,ibu da juga Zulfa,apapun jawaban yang akan diberikan kami siap menerimanya...ucap Bu Endah."


jika nanti pinangan kami diterima kami akan ke rumah Bapak dan ibu untuk meminang putri bapak dan ibu secara resmi"....lanjut pak Kamil.


"Jika sudah ada keputusan diterima atau tidaknya segera kabari kami,ini nomor telepon saya, secepatnya saya tunggu kabar dari Bapak"....tegas pak Kamil sambil menyodorkan kartu nama kepada ayah Zulfa.


Tiga hari lagi Zulfa akan pulang ke rumah,karena setelah kegiatan akhirussanah pesantren memberi waktu libur selama satu pekan untuk para santrinya.

__ADS_1


"Zulfa pulang dari pesantren di jemput oleh kakaknya Arfan,di sepanjang perjalanan Zulfa hanya diam saja, sepertinya ia sedang bingung memikirkan jawaban apa yang akan di berikan kepada orang tuanya mengenai pinangan dari Pak Kamil dan istrinya.


Arfan hanya sesekali melirik ke arah Zulfa yang sedari tadi hanya diam membisu sambil mengarahkan pandangannya ke luar jendela mobil.


"Dek...kamu kenapa,kok diam saja?...tanya Arfan memecahkan suasana.


Kamu sedang memikirkan jawaban apa yang akan kamu berikan kepada ibu dan bapak mengenai pinangan itu?....tanya Arfan lagi.


"Zulfa hanya menganggukkan kepalanya."


"Kamu sudah meminta saran kepada Abah Kyai?....tanya Arfan lagi.


"Sudah Kak...tapi Abah Kyai menyerahkan semua keputusan kepada Zulfa,karena Zulfa yang akan menjalaninya"....jelas Zulfa kepada Arfan.


"Kamu sudah meminta petunjuk kepada Alloh dengan melakukan sholat istikharah?...tanya Arfan lagi.


"Sudah Kak...."jawab Zulfa.


"Jawaban Apa yang kamu dapatkan?...tanya Arfan lagi.


"Tapi Zulfa bingung,Zulfa takut kalau laki-laki yang akan dijodohkan denganku ternyata dia tidak mencintaiku"....ucap Zulfa sambil menundukkan kepalanya.


"Arfan hanya tersenyum mendengar kata-kata adiknya.


"Lho kok takut si dek....kamu dari dulu kan mempunyai sikap seorang pemberani yang siap menghadapi segala masalah yang ada di depanmu,kamu itu kan kuat selalu siap menghadapi suatu apapun tanpa rasa takut?...tekan Arfan sembari memberi semangat pada adik tercintanya.


"Entahlah kak....mungkin karena Zulfa belum kenal dan belum pernah bertemu dengannya jadi Zulfa masih punya rasa ragu untuk melangkah."


"Dek...kalau kalian ingin memantapkan hati dengan lebih dahulu untuk saling mengenal satu sama lain kalian bisa menjalani ta'aruf terlebih dahulu sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi,karena menjalani proses ta'aruf tidak harus menikah.


Dek...yang namanya cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya jangan takut jikalau sekarang dia belum mencintaimu,kalau memang Alloh sudah mentakdirkan kalian untuk bersama pasti akan tumbuh rasa cinta di antara kalian,tidak perlu sering bertemu dan tidak perlu saling mengenal cinta juga bisa tumbuh dengan sendirinya.


"Kamu pernah dengar istilah cinta pada pandangan pertama?"

__ADS_1


Dari kalimatnya berarti diantara satu orang dengan orang lainnya belum pernah bertemu,atau pun tidak saling mengenal,namun bisa langsung jatuh cinta,mungkin itu yang akan kamu alami.


Jangan takut dan jangan ragu untuk melangkah jika kau telah mendapatkan petunjuk dari yang maha kuasa, insyaallah ia akan membimbingmu untuk memperoleh kebahagiaan,serahkan segalanya pada Alloh,karena segala apa yang ada di dunia ini terjadi atas kehendak-Nya.


"Zulfa menganggukkan kepalanya"


Sesampainya di rumah Zulfa telah ditunggu oleh kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum... "Zulfa dan Arfan masuk ke dalam.


Zulfa langsung menyalami ayah,ibu dan kakak iparnya,setelah sampai Zulfa duduk di ruang keluarga untuk beristirahat sejenak sambil bercanda dengan keponakannya.


"Nak.... tadi pak Kamil telepon dan menanyakan apakah kamu sudah sampai rumah,bapak bilang belum,nanti sore katanya beliau mau telepon lagi...bagaimana,apa kamu sudah punya jawaban atas pinangan dari Pak Kamil?"....tanya ayah Zulfa.


"Insyaallah sudah pak...."jawab Zulfa.


"Bagaimana keputusanmu apa kamu menerima atau menolaknya?...tanya ibunya


"Zulfa menarik nafas panjang.... Insyaallah Zulfa menerimanya Bu..."jawab Zulfa.


"Apa kamu benar-benar sudah mantap dengan keputusanmu jangan sampai kamu berubah pikiran lagi?....tanya ayah Zulfa lagi.


"Insyaallah Pak...ini adalah jalan terbaik yang ditunjukkan Alloh untuk Zulfa."...ucap Zulfa


"Baiklah jika memang kamu sudah yakin,sekarang ayah akan menelepon pak Kamil.


"Assalamualaikum Pak...."ucap pak Wahyu membuka percakapan.


"Wa'alaikumsalam..."jawab pak Kamil.


"Alhamdulillah Zulfa sudah sampai rumah dengan selamat Pak."...ucap ayah Zulfa.


"Alhamdulillah..."...sambung pak Kamil.

__ADS_1


"mengenai masalah pinangan bapak,putri kami menerimanya,tetapi putri kami ingin sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi agar anak-anak kita menjalankan ta'aruf terlebih dahulu"ucap pak Wahyu.


"Alhamdulillah...tidak apa-apa Pak,karena dengan proses ta'aruf mereka bisa saling mengenal satu sama lain"jawab pak Kamil dan istrinya.Secepatnya kami akan datang ke rumah bapak.


__ADS_2